Jum'at, 10 Juli 2020

Genmuda – Cerita akuisisi Fox oleh Disney dengan mahar 71,3 miliar dollar AS beberapa minggu lalu emang jadi kabar baik dan kabar buruk bagi para fans film-film 21st Century Fox.

Gimana enggak, pembelian bermotif ekspansi bisnis itu emang menjadi langkah serius Disney buat mendominasi tayangan hiburan di AS dan Internasional.

Penggabungan itu sekaligus menjadi pertanyaan, “Bakal seperi apa film dari anak-anak perusahaan Fox ketika dibeli Disney?”

Maklum aja gengs, Disney selalu punya aturan ketat akan tayangan film mereka. Salah satunya gak boleh berisi kekerasan dan makian.

Lantas apakah franchise satir kayak “Deadpool” atau “The Simpsons” bakal mengubah kiblatnya jadi lebih halus? Atau pihak Disney lebih memilih membiarkannya berjalan sendiri tanpa embel-embel Disney? Berikut rangkumannya.

Avatar

Ya kali deh, film laris sepanjang masa ini gak diliris sama Disney? Franchise Avatar jadi salah satu prioritas dalam kontrak kerjasama kedua studio. Di bawah naungan Disney film Avatar ditargerkan akan berlangsung sampe lima sekuel. Bahkan nama Avatar berserta Pandoranya udah menjadi tema di taman hiburan Disney’s Animal Kingdom.

X-Men

(Sumber: Istimewa)

Proyek “Avengers vs X-Men” emang masih jauh, bahkan baru bakal diobrolin pada awal tahun depan. Chief Executive Disney, Robert A Iger bilang, “Pembelian Fox akan membantu kami mempercepat strategi (distribusi) langsung ke konsumen. Dengan langsung menghadirkan (hiburan) ke konsumen, kami yakin bisnis kami akan vital ke depannya. Dan, itu prioritas kami.”

Apa maksudnya distribusi langsung ke konsumen? Maksudnya, memanfaatkan aplikasi streaming ciptaan Fox, yaitu Hulu buat menayangkan semua konten hiburan Disney, gak terkecuali film-film bioskopnya. Meaning, Disney pengen menyaingi Netflix, iFlix, dan segala aplikasi konten streamer.

X-Force

via 20th Century Fox
(Sumber: 20th Century Fox)

Banyak fans menduga kalo film Deadpool 3 bakal berganti menjadi X-Force alias lebih fokus nyeritain geng anti-heronya Deadpool. Meski peluang bergabungnya Wade Wilson cs ke MCU masih terbuka lebar, namun rencana tersebut kayaknya bakal sulit daripada X-Men, terlebih franchise Deadpool udah jadi ikonik dari Fox dengan bahan becandaan dewasa.

Fantasic Four

via: Mashable
(Sumber: Istimewa)

Kegagalan “Fantastic Four” justru jadi cara paling mudah buat MCU merombak franchise tersebut dari NOL tanpa adanya beban kayak X-Men dan Deadpool. Bahkan, permintaan Fantastic Four harus digarap MCU pertama kali datang dari para fans, setelah mereka dikecewain sama reboot film tersebut di tahun 2015.

Terminator Reboot

via: conversationsabouther
(Sumber: Istimewa)

Buat yang ini Disney harus rela melepasnya ke Paramount Pictures yang udah lebih dulu kerjasama dengan 20th Century Fox. Oleh sebab itu gak ada alasan kuat film ini bakal molor atau dibatalin. Sebaliknya hak Disney atas franchise Terminator gak lebih sebagai hak distribusi secara internasional, meski tetep harus ngikutin caranya Fox.

Ice Age

ICE AGE COLLISSION COURSE
(Sumber: Istimewa)

Studio animasi Fox, Blue Sky Studios, juga masuk dalam kontrak akuisisi. Namun pesaing Pixar dan Dreamworks itu masih dibiarin Disney berjalan sesuai jadwal produksi mereka di awal. Ice Age yang sekarang masuk menjadi serial TV pun nasibnya baru akan ditentuin awal tahun depan.

Fox TV Animation

(Sumber: Fox)
(Sumber: Fox)

Ini dia franchise dari Fox yang bikin dilematis Disney. Disatu sisi ada pakem studio yang gak bisa mereka langgar, sebaliknya ada juga peluang bisnis lewat film-film serial TV animasi kayak “The Simpsons”, “Family Guy”, dan “Bob’s Burgers”.

Biarpun masih belum ada kejelasan, Disney diduga pelan-pelan mengubah ’sedikit’ film animasi dewasa tersebut yang sering jadi kontroversial. Entah humor atau ceritanya yang diubah, masih menjadi misteri.

Franchise lain yang masih ‘ngegantung’

Dok. Marv Pictures
(Dok. Marv Pictures)

Seenggaknya ada tiga franchise sukses milik Fox yang masih ‘gantung’ apakah akan dipatenin langsung sama Disney, yaitu Kingsman, Alien, dan Planet of the Apes. Pertimbangnya emang panjang mengingat ketiga franchise tersebut udah running dan bakal lebih repot kalo harus dirombak ulang.

Comments

comments

Wisnu
An average joe lives in the value of curiosity/orang biasa tukang kepo.