Rabu, 27 Januari 2021

Genmuda – Transisi pola belajar dari masa SMA ke kuliah bisa jadi momen yang ngagetin kalo mental belum siap. Hampir semua dosen engga punya toleransi sebesar toleransi guru saat sekolah dulu. Kalo tugas dapet jelek, ya nilai akhirnya juga jelek.

Format tugas masa kuliah juga jauh berbeda daripada jenjang pendidikan sebelumnya. Kalo di masa SMA lebih banyak tugas isian dan sedikit makalah, di masa kuliah justru lebih banyak bikin makalah daripada ngerjain isian.

Persamaannya, bobot nilai makalah di kedua jenjang pendidikan itu sama-sama tinggi. Cara paling mendasar supaya kemampuan menganalisis sebuah masalah dan menulis makalah terasah adalah dengan banyak membaca. Supaya jadi orang yang gemar membaca, ikuti langkah-langkah di bawah ini.

1. Mulai dengan membaca caption panjang di medsos….

via reactiongifs.com

Terlepas dari isinya yang hoax atau hatespeech, membaca caption medsos sangat melatih skill memahami pendapat seseorang terhadap sebuah isu. Ada baiknya juga kamu memahami latar belakang kenapa postingan itu dipublikasi, supaya sekalian mengasah skill analisis kamu.

2. Beranjak ke artikel pendek

Setelah terbiasa memahami postingan panjang akun medsos temen kamu yang intelek (atau sok intelek) itu, saatnya beranjak baca artikel di majalah atau koran. Manfaatnya, kamu bisa belajar teknik menulis yang baik untuk jabarin latar belakang sebuah isu dan pendapat penulisnya.

3. Lanjutin baca komik

via giphy.com

Kemampuan memahami konteks atau duduk permasalahan sesuatu hal bisa ditingkatin dengan membaca komik. Childrenpublishing.org bilang kalo konteks dalam percakapan di komik kan dijelasin lewat tulisan. Selain itu, imajinasi juga jadi lebih terasah hingga akhirnya bisa menghasilkan ide karya ilmiah yang mantap.

4. Saatnya beralih ke novel

Jangan puas dengan baca komik doang. Imajinasi dan kreativitas bisa berkembang lebih jauh lagi dengan membaca novel, hingga akhirnya tulisan kamu selancar tulisan penulis novel yang dibaca. Selain itu, welldoing.org bilang kalo membaca novel bisa bikin otak bebas dari stres, sementara psychologytoday.com bilang kalo baca novel sangat bermanfaat untuk melatih daya pikir.

5. Terus, baca novel “berat”

via ocbookshoppe.com
“To Kill A Mocking Bird” keren nih. Baca deh. (Sumber: ocbookshoppe.com)

Setelah imajinasi kamu berkembang pesat setelah banyak baca novel fiksi, pelajari cara menuangkan opini dengan cara menarik dari para penulis buku-buku “berat.” Dari mana cara tau mana novel yang “berat?” Cari aja novel yang menang penghargaan sejenis Hans Christian Andersen, Man Booker Prize, Newdigate, Akutagawa, Pulitzer, Nobel, atau Penghargaan dari Pusat Bahasa. Bukan yang best seller ya, gaes.

6. Mulai baca artikel penelitian

Dalam tahap ini, Genmuda.com berasumsi kamu udah punya banyak pendapat dan akal untuk menuangkannya ke dalam sebuah artikel atau makalah ilmiah. Pertanyaannya, apakah tulisan kamu sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan akademik? Jawabannya bisa kamu cari tau setelah memandingkan artikel-artikel penelitian dari jurnal ilmiah.

7. Lalu, baca Bab I buku akademik

via photobucket.com

Tingkatin level kesulitan reading challenge ala anak kuliah, yuk. Caranya, dengan baca Bab I buku akademik, skripsi, thesis, atau disertasi karya orang lain. Selain untuk mencontek caranya bikin Bab I skripsi, membaca Bab I juga bisa membantu kamu memahami keseluruhan isu yang dibahas buku itu.

8. Baru deh rampungin bukunya

Suka sama bab pertamanya, langsung aja rampungin bukunya. Hal baik jangan ditunda-tunda, gaes. Rasain deh betapa dalemnya pengetahuan yang kamu miliki setelah rampungin sebuah buku limiah.

FYI, delapan langkah itu merupakan rangkuman dari artikel terkait motivasi membaca yang dipublikasi situs readingrocket.org. Kawan muda udah sampai tahap mana nih? Share pengalaman kamu bertahan hidup di kerasnya dunia akademik kampus yuk. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.