Rabu, 27 Oktober 2021
Tekno

Cool! Indonesia Sekarang Punya Internet Super Cepat 1.000 Mbps

first media nexgen_2Jajaran komisaris dan diretur PT Link Net First Media lagi jawab pertanyaan para wartawan, Jumat (24/6).

Genmuda – Inovasi selalu jadi kunci membuat produk yang diminati semua orang. Bagi PT Link Net dengan brand First Media, inovasi berarti menyediakan siaran dengan tampilan internet kecepatan 1.000 Mbps, 4K Ultra HD, serta fitur nonton di mana saja.

“Kami harap para gamers dan movie-lovers di Indonesia lebih bisa merasakan enaknya browsing tanpa loading dan nonton lebih jelas,” kata Irwan Djaja, Presiden Direktur PT Link Net ketika peluncuran tiga inovasi itu di Lippo Mal Puri, Jakarta Barat, Jumat (24/6).

Jajaran komisaris Link Net berharap inovasi ini bakal menarik paling engga 100 ribu pelanggan baru yang menggunakan jasa First Media dalam waktu setahun. Berikut ini spesifikasi masing-masing produk baru First Media tersebut dan manfaatnya untuk semua pengguna.

1. Internet ‘Mach 1’

antrean orang
Ratusan orang lagi antre di lobi utama Lippo Mal Puri buat dapetin fitur terbaru First Media. (foto: genmuda.com/2016 Charisma Rahmat)

Meski beberapa provider lain ada yang menyediakan internet dengan kecepatan serupa, internet dengan kecepatan 1.000 Mbps atau 1 Gbps merupakan sebuah kemewahan yang dinanti netizen. Pasalnya, rata-rata kecepatan internet di Indonesia baru berkisar 100 – 500 Mbps. Bahkan, ada yang lebih lambat dari itu.

Produk dengan ‘code name’ Internet ‘Mach 1’ ini tersedia dalam layanan internet broadband First Media. “Dengan internet ini, netizen tidak perlu menunggu loading dan buffering yang membosankan selagi streaming video Ultra HD atau video 4K. Lag pun tidak akan mengganggu lagi sewaktu main game online,” kata Desmond Poon dari bagian Chief Technology Officer First Media.

Diharapkan, internet ini bakal dinikmati sekitar 88,1 juta pengguna internet Indonesia. Meski begitu, keterbatasan hardware komputer dan laptop di dalam negeri membuat speednya sulit mencapai angka 1.000 Mbps.

Dalam demonstrasi Jumat lalu, kecepatannya berkisar 890 – 920 Mbps. “Namun, saya yakin itu termasuk kecepatan internet yang luar biasa bahkan dalam standar world internet speed,” kata Desmond Poon ketika memeriksa kecepatan internet ‘Mach1’ di situs Internet Speed Test.

2. Siaran 4K Ultra HD

Desmond Poon_2
Desmond Poon sedang mendemonstrasikan siaran 4K UHD yang dua kali lipat lebih jernih dari siaran HD. (foto: genmuda.com/2016 Charisma Rahmat)

Mengikuti perkembangan teknologi, First Media juga luncurkan siaran televisi kabelnya dalam tampilan 4K atau Ultra HD (4K UHD). Namun, fitur ini hanya bisa diakses melalui set top box (dekoder) khusus. Pelanggan tv digital First Media perlu mengupgrade layanan mereka buat dapetin fitur ini.

Karena mengadopsi teknologi terkini, dekoder khusus itu pun ‘dipersenjatai’ dengan OS Android 5.0 Lollipop yang telah disesuaikan dengan kebutuhan televisi. Meski engga bisa browsing, fitur Google PlayStore, Google Movie, YouTube atau sejumlah Google Apps lain bisa dipakai di tv ini.

“Bukan hanya tampilan lebih jernih dan jelas, satu set set top box ini pun bisa merekam siaran televisi secara otomatis. Selain itu, ada pula re-run siaran-siaran dari satu minggu sebelumnya yang bisa diputar kapanpun,” kata Desmond Poon.

Fitur ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan warga urban yang sibuk hingga akhir petang untuk tetep menonton siaran favoritnya meski ada kegiatan lembur. “Siaran live pun bisa dipause atau direkam. Kami pun menyediakan Hardisk Eksternal sebesar 500 Gb untuk penyimpanannya,” ungkap Desmond.

3. First Media ‘on the go’

first media go_2
Empat gadget ini lagi muterin siaran First Media X 4K UHD dengan kecepatan internet ‘Mach1’ tanpa buffering dan lag. (foto: genmuda.com/2016 Charisma Rahmat)

Karena warga urban punya pola hidup cepat berpindah, jarang di rumah, dan lekat dengan ponselnya, First Media pun meluncurkan apps First Media X. Aplikasi yang dahulu bernama ‘First Media Go’ ini bisa digunakan buat nikmatin semua fitur First Media 4K HD yang sudah dimiliki di televisi rumah.

“Aplikasi di smartphone dan ‘dekoder’ rumah saling terhubung. Jadi, smartphone pun dapat dipakai untuk mengontrol siaran televisi di rumah,” kata Desmond. Diharapkan, fitur ini dapat bermanfaat buat 85 persen pengguna internet yang punya pola hidup mobile.

Engga membatasi diri pada bidang siaran dan informasi, Desmond Poon bilang First Media kini sedang bersiap buat masuk sector security, terutama keamanan rumah. “Kami sedang matangkan sistem yang memungkinkan semua alat elektronik di rumah dapat terkontrol dengan satu akun First Media lewat ponsel,” kata Desmond. Dia menargetkan proyek itu bisa rampung sekitar tiga hingga empat bulan lagi. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.