Jum'at, 30 Oktober 2020

Genmuda – Bisa ngelanjutin sekolah ke luar negeri ibarat mimpi jadi kenyataan bagi sebagian besar anak muda Indonesia. Selain untuk jalan-jalan ke tempat menarik, tujuannya jelas supaya dapet gelar dari sekolah atau kampus bergengsi di dunia.

Selain ke negara tetangga atau Eropa, orang-orang Indonesia juga memilih Amerika Serikat sebagai tujuan pendidikannya. Proses seleksi masuk dan administrasi keimigrasian yang ribet dan super ketat pun rela dilalui demi pendidikan yang lebih baik.

Meski negara yang dipimpin Donald Trump itu mengungguli Indonesia dari segi pendidikan dan ekonomi, ada beberapa aspek yang bikin Indonesia bisa mengangkat dagu di depan AS. Karena, di bawah ini adalah beberapa keunggulan Indonesia di mata Negeri Paman Sam.

1. Pemilihan umum di Indonesia lebih keren

via voanews.com
Ki-ka: Mike Pence lagi ngobrol seru sama Pak Jokowi dalam kunjungan kenegaraannya. (Sumber: voanews.com)

Wakil Presiden AS, Mike Pence dalam kunjungannya ke Indonesia, Kamis (20/4) lalu bilang kalo Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Indonesia jauh lebih demokratis dari yang berlangsung di negaranya. Seperti dikutip media, Mike Pence salut dengan lancarnya pemilihan umum, meski ada perbedaan sudut pandang yang cukup ekstrim di masyarakat.

2. Indonesia lebih cepet gede

via wisataindonesia.biz
Pariwisata jadi sektor andalan Indonesia. (Sumber: wisataindonesia.biz)

Meski kegiatan ekonomi dalam negara yang merdeka 4 Juli 1776 itu menghasilkan uang 18 triliun dolar AS, pertumbuhan ekonomi dalam negeri Indonesia jauh lebih besar. Angkanya sih engga gede-gede amat, yaitu 862 miliar dolar AS. Akan tetapi, pertumbuhannya gede. Hingga 4,79% di tahun 2015, sementara pertumbuhan AS 2,6%.

3. Lebih ramah lingkungan

via Istimewa
Kabut asap di Amerika Serikat. (Sumber: Istimewa)

Bukan mau munafik atau gimana nih, tapi negara yang banyak nyuruh negara lain untuk lebih ramah lingkungan itu ternyata engga lebih ramah lingkungan dari Indonesia. Apa alasannya? Karena pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ngebut engga disertai dengan polusi berlebih. Di AS, industri dan kendaraan bermotor mereka menghasilkan emisi karbon hingga 16,39 metrik ton per kapita. Sementara itu, emisi karbon Indonesia masih 1,91 metrik ton per kapita.

4. Indonesia lebih adil ekonominya

via redbubble.net
Pasar tradisional Indonesia yang bikin semua warga hidup. (Sumber: redbubble.net)

Kamu juga boleh berbangga diri karena distribusi kekayaan di Indonesia jauh lebih adil daripada di AS. Berdasarkan riset, rasio GINI Indonesia tahun 2013 ada di angka 39,47 sementara AS di angka 41,06. Dalam penghitungannya angka paling rendah menurut rasio distribusi kekayaan itu merupakan paling bagus. Artinya, kesenjangan antara si kaya dan si miskin di Indonesia engga sejauh kesenjangan di AS.

5. Indonesia lebih hidup

via Istimewa
Keluarga besar Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. (Sumber: Istimewa)

Lebih hidup gimana maksudnya? Angka kematian penduduk Indonesia tergolong rendah menurut data dari situs findthedata.com. Dari 1.000 penduduk, ada 993 orang yang bisa hidup. Sementara itu, di AS ada 992 dari 1.000 orang.

6. Lebih aman

©Genmuda.com/2016 TIM
©Genmuda.com/2016 TIM

Salah satu sebab angka kemungkinan hidup di Indonesia lebih tinggi dari AS terjadi karena faktor keamanan Indonesia yang realtif lebih baik. Di AS, kriminalitas dari kasus pembunuhan berencana dilakukan sama 3-4 orang di antara 100.000 penduduk. Sementara di Indonesia, jumlahnya paling banyak hanya 1 orang menurut data findthedata.com.

7. Orang dewasanya lebih engga buta huruf

via huffingtonpost.com
Engga mesti baca koran juga, sih. Baca e-book juga masuk hitungan. (Sumber: Huffingtonpost.com)

Meski minat baca penduduk Indonesia engga lebih tinggi dari penduduk AS, orang-orang dewasa Indonesia lebih melek huruf daripada orang dewasa di AS. Sebanyak 95,44% penduduk dewasa Indonesia pada lancar baca. Sedangkan, jumlahnya di AS cuma 86% menurut findthedata.com.

8. Lebih merata dapet jodohnya

©Genmuda.com/2016 TIM

Jomblo-jomblo di Indonesia juga lebih mudah dapet jodoh di Indonesia dan kebagian mereata. Karena, rasio laki-laki dan perempuan di Indonesia relatif seimbang mendekati 50:50, sementara di AS lebih banyak perempuannya daripada laki. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.