Sabtu, 3 Desember 2022

Genmuda – Pemilihan Scarlett Johansson jadi pemeran utama film adaptasi anime ‘Ghost in the Shell’ (GITS) kembali dikritik abis-abisan. Soalnya, film yang ‘Jepang banget’ menurut netizen itu harusnya punya karakter utama berwajah Asia, bukannya Barat.

FYI, anime GITS mengisahkan seorang cyborg polisi anti cybercrime bernama Motoko Kusanagi, yang biasa dipanggil The Major. Dikisahkan kalo The Major lama-lama bisa berpikir dan merasa layaknya manusia biasa.

Nah, kritik itu sebenernya terlontar sejak April lalu, waktu foto castingnya pertama kali dipublikasi. Ming-Na Wen (Agent Melinda May di serial Agents of SHIELD) ngomel di Twitter kalo tim produser filmnya semacam pilih kasih sama pemeran berwajah Barat.

Begitu trailer filmnya rilis Minggu (13/11) kemaren, giliran Jeff Yang wartawan senior Amerika Serikat yang ngomel di Twitter. Doi bilang, isu ‘pemutihan’ bukan cuma ada di politik (colek Donald Trump) tapi juga di dunia film.

Berdasarkan komentar-komentar netizen lain, mereka menyayangkan aja kenapa sosok bernama Motoko Kusanagi dari anime yang segitu Jepangnya harus diperanin orang kulit putih. Kalo namanya diubah jadi ke Barat-baratan mungkin engga ada yang protes.

Dibela-belain tim produksinya

via Screen Rant
Rupert Sanders, sutradaranya GITS. (Sumber: Screen Rant)

Eniwei, kritik itu tapi engga ditanggepin serius sama tim produksi film GITSSutradara Rupert Sanders bilang Johansson lah yang punya atmosfer cyberpunk kuat seperti Mayor Kusanagi.

“Karya-karyanya di film serupa sangat baik. Sikap dan ‘kegaharannya’ menurut saya benar-benar cocok sebagai The Major,” kata sutradara asal Inggris itu, seperti dikutip theverge.com, Minggu (13/11).

Rupert juga bilang kalo Johansson tersanjung bisa main bareng Jo yang menurutnya adalah aktris terbaik di generasi ini. Produser filmya, Steven Paul juga ikut ngebelain Jo sebagai pemeran utama.

“GITS adalah kisah yang sangat internasional. Tidak fokus ke Jepang saja. Cerita The Major bisa jadi terjadi di seluruh bagian dunia,” katanya. Oleh karena itu, sah-sah aja orang kulit putih meranin tokoh yang namanya Kusanagi.

Anime Banget

Meski begitu, trailer filmnya emang terasa Jepang banget. Pertama, jelas banget karena ada geisha cyborg yang muncul di salah satu adegan. Selain itu, ada juga neon-neon berhuruf kanji bertebaran di salah satu adegan jalanan.

Intinya sih, trailer film itu tetep terasa animenya. Terlepas dari kritik tadi, Scar Jo emang sukses banget jadi cyborg dingin yang bad ass layaknya The Major. Keliatan banget deh pengalamannya main film action.

Animenya emang keren abis

via mindreels.com
Poster GITS 1995. (Sumber: mindreels.com)

Sebelum diadaptasi jadi film live-action, anime GITS juga pernah masuk layar lebar sekitar 1995. Situs Internet Movie Database (IMDb) ngasih skor filmnya 8.0 dari 10 menurut 81 ribu orang yang disurvei.

Anime era 90-an itu juga menangin beberapa penghargaan, misalnya Special Mention di International Fantasy Film Award, Special Mention Gerardmer Film Festival, Best Theatrical Feature Film World Animation Celebration (WAC), Best Director of Animation WAC. Semuanya diperoleh pada tahun 1997.

Tahun sebelumnya, GITS juga menang Best Screenplay Yokohama Film Festival. Semoga aja akting secara keseluruhannya emang beneran bagus di film yang rilis 31 Maret 2017. Kalo penasaran, liat aja deh trailer filmnya di bawah ini:

(sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.