Rabu, 29 Juni 2022

Genmuda – Obat-obatan terlarang apapun jenisnya memang bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Kokain misalnya, jenis narkoba tersebut udah terbukti punya segudang pengaruh yang berbahaya banget bagi tubuh kamu.

Baru-baru ini, masyarakat di Tanah Air udah dibuat geger gara-gara kasus penangkapan aktor Restu Sinaga. Artis berusia 41 tahun itu ditangkap pada hari Kamis (2/6) yang lalu gara-gara ngekonsumsi kokain selama tiga tahun terakhir dan udah ditetapin sebagai tersangka.

Nah, belajar dari kasus Restu tersebut, ada baiknya kamu juga terus berusaha buat ngehindarin diri dari yang namanya kokain, Kawan Muda. Kalau kamu engga mau ngalamin hal yang sama dan masih perlu bukti soal dampak kokain bagi kesehatan jiwa dan raga kamu, berikut ini adalah penjelasannya.

Jangka pendek

(Sumber: rehabcocaine.com)

Dikenal sebagai barang yang engga murni, kokain pada dasarnya punya beragam efek samping jangka pendek. Mulai dari pupil yang melebar, peningkatan denyut jantung dan pernapasan, sampai ledakan energi dan kepercayaan diri, semuanya itu bisa muncul dari penggunaan kokain jangka pendek.

Di samping itu, kokain juga diketahui bisa ngacauin pola tidur dan nekan nafsu makan. Kokain bahkan bisa nyebabin sakit kepala, mual, dan kadang perasaan agresif. Sebagian besar pengguna biasa bakal ngalamin high-nya sebagai euforia, sedangkan down-nya justru cenderung suram dan datar dengan perasaan depresi.

Namun demikian, sebagian alasan kenapa kokain jadi narkoba yang populer di jalanan engga lain dan engga bukan adalah karena dampaknya terhadap otak. Singkatnya, kokain merupakan obat-obatan terlarang yang paling adiktif secara psikologis karena bisa ngerangsang dan ngeganggu sinyal kesenangan dan penghargaan yang dikirimin oleh otak.

Jangka panjang

(Sumber: cocainerehab-vip.com)

Masih berkaitan dengan dampak dari penggunaan jangka pendek, penggunaan kokain jangka panjang pun bisa nyebabin peningkatan tekanan darah, stroke, serangan jantung, serta kerusakan pada hati, ginjal, dan paru-paru. Bahkan, pembuluh darah jantung dan otak bisa ngalamin kerusakan secara permanen gara-gara penggunaan kokain jangka panjang.

Sementara itu, terkait dengan sifatnya yang bisa nekan nafsu makan, penggunaan kokain jangka panjang bisa berujung pada penurunan berat badan dan kekurangan gizi. Di sisi lain, mengingat kokain biasanya dikonsumsi dengan cara dihirup, narkoba tersebut otomatis juga bisa ngerusak jaringan lubang hidung, septum, dan kolumela.

Belum usai sampai di situ, ada pula dampak buruk penggunaan kokain jangka panjang bagi kesehatan jiwa, yaitu komplikasi kesehatan mental. Sebut aja depresi, kecemasan, serangan panik, paranoid, kerusakan otak yang engga bisa dipulihin, dan bertambah buruknya masalah kesehatan mental yang udah lebih dulu dialamin oleh si pemakai. Penggunaan dengan dosis tinggi bahkan bisa mengarah pada halusinasi dan pikiran buat bunuh diri.

Yang lebih buruknya lagi, seiring berjalannya waktu kokain ternyata bisa ngurangin kesenangan otak terhadap kesenangan sehari-hari. Contohnya adalah dalam hal kehidupan seksual. Hal itu pun nantinya bisa berujung pada komplikasi kesuburan. So, kalau kamu masih mau hidup lebih lama dan pengen punya penerus silsilah keluarga kamu, jauhin kokain maupun jenis narkoba lainnya ya, Kawan Muda! (sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer