Selasa, 14 Juli 2020

Genmuda – Setelah tiga tahun hiatus, akhirnya Justin Bieber resmi ngerilis album terbarunya, ‘Purpose’ pada 13 November kemarin. Sebelum album ini diluncurin, Bieber udah pemanasan lewat lagu ‘What Do You Mean?’ dan’Sorry’ yang duluan dilempar ke publik. So, gimana nih album comebacknya Bieber?

Akhirnya, penyanyi berusia 22 tahun yang sangat fenomenal dan punya banyak banget fans di seluruh dunia, Justin Bieber ngerilis album keempatnya, ‘Purpose’. Album ini dibikin Bieber dengan bantuan dari para musisi, pencipta lagu, dan produser-produser papan atas kayak Skrillex dan Ed Sheeran. And guess what, Kawan Muda? Albumnya ternyata: BAGUS BANGET!

Justin Bieber pertama kali muncul di industri musik sebagai sosok remaja cowok yang lucu, imut, dan berbakat. Sayangnya setelah mengecap popularitas dan kekayaan, Bieber berubah jadi anak baru gede yang banyak bikin masalah. Engga kehitung skandal yang udah dibikin Bieber, dari mulai masalah seks, drugs, sampe kriminalitas.

Kelakuan Bieber yang engga banget itu bikin banyak orang gerah, termasuk para fansnya. Akhirnya, Bieber mutusin buat hiatus atau istirahat sejenak dari dunia musik. Dan setelah tiga tahun vakum, now he’s back…. and stronger than ever!

Sebelumnya, Justin Bieber emang berkali-kali ngejelasin kalau album ‘Purpose’ nya ini bukan sekedar album biasa. Lewat 19 lagu di ‘Purpose’, Bieber sekaligus membuka dirinya, dan pengen orang-orang diuar sana, baik fans maupun para haters buat nyoba ngertiin dia. Kata Bieber, ‘Purpose’ bercerita tentang kepercayaan, cinta, dan juga patah hati. Tapi yang paling penting, di album ini, Bieber mengingat dan mengakui kesalahan-kesalahan yang selama ini udah dia perbuat. And it’s reminding us, that he is not perfect.

So, let’s start! ‘Purpose’ dibuka dengan lagu ballad berjudul ‘The Most’. Perhatian, jangan dengerin lagu ini kalau kamu lagi inget-inget mantan ya, Kawan Muda. Lagunya sedih banget, liriknya gini nih, “Where are you now that I need you? Need you the most, When you broke down I didn’t leave you, I stayed by your side, So where are you now that I need you?” Duh, bawaannya pengen nge-puk-puk Bieber!

Selanjutnya ada lagu ‘Mark My Words’ yang juga masih ballad tapi dengan sentuhan R&B. Lagu ini, kata Bieber, ditujuin buat mantannya, Selena Gomez. ‘Purpose’ beda banget dari album-album Bieber sebelumnya, kayak ‘Believe’ (2012) atau ‘Journals’ (2013). Album ini kerasa banget perubahannya yang udah jadi cowok dewasa.

Makanya, lagu-lagu di ‘Purpose’ lebih laid-back, banyak ballad, walaupun masih tetep berbau R&B. Yang jadi kekuatan album ini juga adalah karena besarnya arti dari lirik-lirik lagu yang ditulis Justin Bieber. So, kamu yang ngedengerin, walaupun bukan fansnya, bakalan ngerasa “ngertiin” dan jadi (seenggaknya sedikit) respek sama doi deh.

Di lagu ‘I’ll Show You’, Bieber bilang, “It’s like they want me to be perfect, When they don’t even know that I’m hurting.” Tuh, kebukti kalau popularitas dan ketenaran yang selama ini didapetin Bieber justru bikin doi down dan hilang arah. Tapi dalam lagu tersebut, Bieber juga pengen ngebuktiin ke seluruh dunia kalau dia udah berubah dan terus menjalani proses pendewasaan dari setiap masalah yang pernah ada.

Track-track selanjutnya diisi sama lagu-lagu upbeat Justin Bieber yang sebelumnya udah dirilis, yaitu ‘What Do You Mean?’ dan ‘Sorry’. Lagu yang diproduseri Skrillex ini emang khasnya ‘house track’, dengan beat yang asik dan easy-listening, bikin kita yang ngedengerin bawaannya pengen joget aja. Bahkan kalaupun kamu engga suka Justin Bieber, tapi ngaku deh, saking seringnya lagu ini diputar di radio-radio, jadi terngiang-ngiang di kepala kan?

Salah satu lagu yang juga menarik perhatian di album ‘Purpose’ adalah lagu ‘Love Yourself’ yang ditulis Bieber barengan sama Ed Sheeran. Lagu akustik yang cuma diiringi gitar sederhana ini makin berasa dalem banget gaes! Yuk nyanyi bareng-bareng, “If you like the way you look that much, Baby, you should go and love yourself”.

Terlepas dari banyaknya musisi dan kolaborasi yang ikut berkontribusi di album ini, sayangnya, vokal Justin Bieber masih so-so aja. Bahkan, engga jarang dalam beberapa lagu, musiknya udah galau, liriknya udah dalem abis, tapi suara Bieber malah datar dan kerasa emotionless. Mungkin kalau Kawan Muda nyari coverannya di Youtube, kamu bakalan nemuin orang yang nyanyiinnya lebih bagus dari doi.

Kita juga engga boleh lupa ngebahas lagu ‘Purpose’, yang jadi tujuan utamanya Justin Bieber di album keempatnya tersebut. Mungkin ini adalah lagu terberat, terdalem, dan terserius yang pernah dinyanyiin oleh seorang Bieber. Lagi-lagi, tepuk tangan deh sama liriknya. Ditambah alunan piano di ‘Purpose’, asli, merinding abis! Bieber juga mengakhiri lagu ini dengan ngomong saat outro, dia bilang, dia cuma manusia biasa dan berusaha yang terbaik yang dia biasa, tapi engga semua keputusan benar bisa dibuat dengan mudah.

Setelah curhat lewat 19 lagu di album deluxe ini, Justin Bieber mengakhirinya dengan ‘All In’. Pesan Bieber, jangan sampe kita ngelakuin sesuatu kalau kita engga 100 persen yakin dan pengen ngelakuin hal tersebut. Sekali lagi, Justin Bieber menutup lagu ‘All In’ dengan suara outro dan bilang kalau *lagi-lagi*, engga ada manusia yang sempurna, dan yang bisa menilai kita semua cuma Tuhan.

Dan berakhirlah sudah cerita kita bareng Justin Bieber di ‘Purpose’. After taste setelah ngedengerin album ini? Nyessssshh, hati kamu bakalan kayak tertusuk-tusuk. Pengen bawaannya sms Justin dan bilang, “It’s okay Tin. Gue ngertiin lo kok.”

(sds)

Comments

comments

Ratu Rima
Forever needs: Foods. Cafe latte. Holiday. Writing. BIGBANG. and... You ♥