Selasa, 1 Desember 2020

Genmuda – Dampak media sosial di jaman modern emang susah dibendung. Salah-salah sedikit, karir hingga nyawa bisa jadi taruhannya. Hal inilah yang dialami sama gamer 22 tahun asal Belanda, Tony Kok yang baru aja bergabung sama esports (tim game) PSV.

Awalnya peraih tiga gelar FIFA online secara beruntun di Negeri Kincir Angin ini diperkenalkan secara resmi oleh pihak klub, Kamis (14/7) lengkap dengan video promosi di channel Youtube PSV. Sayang, kontraknya sebagai pemain esports bagi PSV cuma berumur dua hari doang.

Pasalnya pada hari Minggu (16/7), pihak klub langsung memutuskan kontrak Kok. Dalam situs resmi PSV dijelasin bahwa klub menemukan Kok dan Manajemennya telah gagal memberikan ‘informasi’ dan track record si gamer di masa lalu secara lengkap.

(via: Giphy)

Informasi masa lalu yang dimaksud adalah sejumlah ciutannya di Twitter. Dalam tweet, —yang udah dihapus, itu ternyata ditemukan kontroversial dan pernah diangkat oleh SoccerNews. Lebih lanjut ditemukan bahwa Kok pernah memberikan komentar berbau seksisme yang menghina kamu wanita. Parahnya, si gamer ternyata adalah penggemar tim rival, yaitu Ajax Amsterdam dan pernah menyebut penggemar PSV “gay”.

Gak pikir panjang, Manajer Utama PSV,  Toon Gerbrands langsung memutus kontrak Kok. “Sikap yang ditunjukan Kok secara online jauh dari nilai-nilai dasar PSV sehingga kerja sama kita tidak mungkin dilakukan. Ini adalah situasi yang sia-sia dan memalukan baginya dan kami.” terang doi.

Melalu juru bicara klub, PSV berharap kalo kasus ini dapat dijadikan pelajaran akan pentingnya melihat background seseorang di masa lalu. Sementara itu manajemen Kok mengatakan kepada media lokal bahwa pada akhirnya klien mereka bertanggung jawab atas tindakan konyolnya di masa lalu.

 

Sumber: Kotaku

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.