Minggu, 7 Maret 2021

Genmuda – Sebelumnya, udah banyak kasus-kasus kalimat engga pantas atau seronok yang ada di buku pelajaran siswa di Indonesia. Kali ini, perdebatan kembali terjadi di Malang, Jawa Timur. Ada apakah, Kawan Muda?

Di beragam media sosial lagi heboh nih gara-gara sebuah buku Lembar Kerja Siswa (LKS) terbitan Dinas Pendidikan Kota Malang, Jawa Timur. Sebenarnya, materi yang dipermasalahkan ini ngajarin anak-anak tentang salah satu sikap positif, yaitu tanggung jawab. Dalam bukunya, tanggung jawab yang tercantum dibagi jadi tiga, yaitu tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap keluarha, masyarakat, dan bangsa negara.

Engga ada yang aneh dan sama aja kayak pelajaran kita waktu SD dulu kan? Tapi masalahnya ada di contoh yang diberikan buku tersebut tentang sikap tanggung jawab. Di poin kedua, yaitu tanggung jawab terhadap keluarga, buku itu mengatakan bahwa seorang ibu “diperbolehkan” jadi pelacur.

Kalimat dalam LKS Insan Bermartabat tersebut tertulis gini nih, “Contoh: Seorang ibu hidup dengan tiga anak, karena suaminya meninggal, ia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup anak-anaknya, walaupun harus menjadi pelacur sekalipun, karena demi memberikan kehidupan dan bertanggung hawab atas ketiga anaknya.”

Shock kan lo? Begitu juga dengan para orang tua, sampai guru yang menerima LKS di sekolah. Untungnya, menurut salah seorang Kepala Sekolah di SD Ahmad Yani, Malang, yang bernama Ibu Mutini, bilang sebelum sempet dibagiin ke siswa, Dinas Pendidikan ngasih pemberitahuan ke sekolah, yang kemudian ngelakuin pemeriksaan di halaman yang dimaksud.

Menindaklanjuti penemuan ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang rencananya akan memanggil penulis, penyusun, dan penerbit LKS tersebut. Semua pihak tersebut harus bertanggung jawab atas kejadian ini.

Mungkin maksudnya kalimat itu adalah pengen nunjukkin ke para siswa kalau yang namanya seorang Ibu rela ngelakuin apa aja demi anak-anaknya, bahkan sampai ngorbanin dirinya sendiri. Tapi seharusnya, engga pakai contoh PSK kan, apalagi buku ini ditujukan buat anak SD yang masih di bawah umur.

Sadar engga sih, Kawan Muda, kalau masalah ini tuh bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Dari mulai ditemuin buku-buku berisi kalimat yang kasar, menghina, sampai terdapat unsur pornografi. Sebenarnya, apa sih motif dan tujuan si penulis?

Padahal, buku pelajaran adalah wadah buat anak-anak Indonesia menggali pelajaran dan ilmu pengetahuan. Dari buku lah kita bisa belajar dan tau banyak hal. Buku juga bisa membentuk akhlak dan pribadi manusia. Kalau di buku pelajaran aja, kita udah diajarin yang engga benar, gimana nantinya kalau kita udah besar?

So, masalah kayak gini engga boleh dianggap enteng. Karena anak-anak harus dibentengi sama pengetahuan yang positif sedini mungkin. Apalagi dengan semakin luas dan mudahnya sarana informasi, yang bisa mereka dapetin dari mana aja dan engga bisa disaring baik buruknya.

Dan kalau lo, Kawan Muda, nemuin hal-hal yang aneh dalam buku pelajaran adik lo di rumah, jangan segan-segan buat ngelaporin ke Dinas Pendidikan ya. Supaya para pelaku (baik sengaja ataupun engga sengaja), bisa nerima ganjaran yang setimpal dan jadi jera. Semoga juga, kejadian kayak gini engga keulang lagi, dan adik-adik kita bisa ngedapetin pelajaran yang sesuai dengan standar yang udah diberlakukan oleh pemerintah.

 

Bonus: Kalimat di buku LKS adek gue sendiri. Perhatiin cara pembuatannya deh, “cari tanah liat yang baik, kalau tidak punya, curi saja”. Haduh!

20140815_173855(sds)

Comments

comments

Ratu Rima
Forever needs: Foods. Cafe latte. Holiday. Writing. BIGBANG. and... You ♥