Jum'at, 7 Agustus 2020

Genmuda – ‘Gokil’, ‘Seru’, dan ‘Unpredictable’ jadi tiga kata paling sering keluar dari mulut penonton saat menyaksikan premier film “Avengers: Infinity War” di Indonesia, Selasa (24/4). Film superhero terbesar dalam memperingati 10 tahun MCU emang begitu ditunggu sama Marvel Fan Boy di seluruh dunia.

Setelah 18 film dibuat dalam satu dekade, ide pembuat “Infinity War” emang terbilang ambisius. Sejumlah bintang papan atas seperti Robert Downey Jr., Chris Hemsworth, Benedict Cumberbatch, Chris Evans, Chris Pratt, Scarlett Johansson, dan masih banyak lagi, sengaja dibuat putus asa buat menyelamatkan alam semesta dari ancaman musuh utama mereka, Thanos,– yang diperanin oleh Josh Brolin.

Cerita berimbang

©Marvel Studios
©Marvel Studios

Film garapan Anthony dan Joe Russo ini disajikan dengan cerita berimbang antara geng Avengers dengan pasukan Thanos. Jika dua film Avengers sebelumnya Titan raksasa itu cuma nongol sedikit atau hanya disinggung dalam dialog, kali ini Thanos punya alasan kuat buat menjelaskan ambisinya menggumpulkan Infinity Stone.

Di awal film, Thanos berhasil mengumpulkan dua Infinity Stone setelah mengalahkan bangsa Asgard berserta Thor, Loki, Heimdall, dan Hulk sebagaimana terjadi di after credit film “Thor: Ragnarok.” Batu terakhir yang doi dapatin adalah Batu Antariksa (Tesseract Stone) yang disimpan oleh Loki.

Thanos kemudian mengutus Black Order, –keempat pengikut setianya untuk mencari Infinity Stone yang tersisa, dimana dua di antaranya berada di bumi. Kedua batu tersebut adalah Batu Pikiran (Mind Stone) di dalam tubuh Vision dan Batu Waktu (Time Stone) yang dijaga oleh penyihir bumi, Dr. Strange.

Tau akan datangnya bahaya, para Avengers penjaga bumi Dr Strange, Iron Man, dan Spider-Man gak tinggal diam buat menghajar anak buah Thanos yang menyerang kota New York. Seperti yang disinggung di awal terkait porsi yang berimbang, dua anggota Black Order yang mengincar Batu Waktu juga gak kalah kuat dengan para Avengers bumi.

Berlanjut ke kubu lain, dua anggota Black Order lainnya memburu Vision dan Scarlett Witch yang memegang Batu Pikiran. Meski sempat terpojok oleh anak buah Thanos, keduanya kemudian dibantu oleh Captain America, Black Widow, dan Falon. Paham Vision tengah diburu, Captain America memutuskan membawanya ke Wakanda untuk memberikan perlindungan.

©Marvel Studios
©Marvel Studios

Gak habis sampe di situ, Thor yang tengah terombang-ambing di luar angkasa kemudian ditemukan oleh geng Guardian of Galaxy. Di sinilah mereka akhirnya menyadari jika memiliki lawan yang sama, yaitu Thanos.

Kelompok luar angkasa ini kemudian terpecah menjadi dua, pertama Thor, Rocket, dan Groot pergi membuat senjata baru untuk melawan Thanos. Sedangkan tim kedua Gamora, Star Lord, Drax, dan Mantis, berupaya memburu Thanos sebelum menemukan batu Infinity Stone lainnya.

Megah namun tetep punya kelemahan

©Marvel Studios
©Marvel Studios

Dengan perjalanan 10 tahun, wajar aja kalo film ini dianggap sangat ambius dan HARAM buat bocorin spoiler ke publik sebelum tayang serentak mulai hari ini, Rabu 25 April 2017. Namun kesuksesan Marvel menyambungkan setiap film superhero dalam franchise MCU emang layak di acungin jempol.

Gak perlu mengomentari lebih lanjut semputar karakter, jalan cerita, dan visualnya, karena semua itu keliatan mulus hingga akhir jalan cerita. Namun bukan berarti filmnya gak punya kelemahan, gengs. Harus kita akui kalo film dengan banyak karakter dan referensi cerita dari film sebelumnya akan membuat penonton sedikit gagal paham, terutama mereka yang gak ngikutin film-film MCU.

Kali ini Marvel pun cukup berani tampil lebih ‘gelap’ dari dua film Avengers sebelumnya. Walau begitu, justru penulis ngerasa jika tampilan sisi gelap itulah yang bikin filmnya terasa gak monoton selama 150 menit.

Overall, “Avengers: Infinity War” emang berhasil memberikan banyak kejutan baru di jagat MCU selanjutnya. Semuanya pas dan tetep menghibur. Pesan dari Genmuda.com, jangan buru-buru cabut dari bioskop ya, karena masih ada satu after credit untuk kelanjutan ”Avengers 4” dan film-film MCU selanjutnya.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.