Jum'at, 4 Desember 2020
Kekinian

Apa Sih Good France? Ini 5 Hal yang Perlu Kamu Tahu

Kiri-Kanan: Chef Zulkarnain Dahlan, Chef Gilles Marx, Chef Martin, Chef Yoppy Ruston, Corinne Breuzé, Chef Wahyudi Rahardja, Chef Cyril Calmet, dan Chef Nabil Jaghdour dalam peresmian Good France 2016 pada hari Selasa (15/3), di IFI Jakarta (Foto: Genmuda.com/2016 Liki)

Genmuda – Kedutaan Besar Prancis di Indonesia bekerja sama degan Kamar Dagang dan Industri Indonesia Prancis (IFCCI) kembali nyelenggarain rangkaian acara Goût de France/Good France nih, Kawan Muda. Kamu yang ngakunya pecinta kuliner harus banget loh datang ke acara tersebut.

Sebagian di antara kamu mungkin masih belum tahu apa itu Good France. FYI, Good France merupakan festival internasional kuliner Prancis yang ditandai dengan makan malam serentak di 1500 restoran yang tersebar di 150 negara di 5 benua. Ini merupakan tahun kedua Good France diadain di musim semi.

Tapi, apa sebenarnya latar belakang penyelenggaraan Good France? Apa aja yang bisa didapat dari acara tersebut? Well, biar kamu punya lebih banyak gambaran soal Good France, berikut ini Genmuda.com rangkumin 5 hal yang perlu kamu tahu sebelum kamu datang ke acara tersebut:

1. Siapa pelopor dan apa tujuan Good France?

Good France dipelopori oleh chef ternama Prancis, Alain Ducasse, bersama dengan Kementerian Luar Negeri dan Pembangunan Internasional Republik Prancis. Acara itu pun turut diadain buat ngerayain masuknya tradisi gastronomi Prancis dalam daftar Warisan Dunia UNESCO.

2. Apa itu tradisi gastronomi?

Tradisi gastronomi atau makan-makan (kenduri) merupakan identitas sekaligus ritual khas dan warisan budaya orang Prancis. Kayak kata Chef Martin dari restoran The Edge, “Makanan adalah hal yang nyatuin orang-orang Prancis.” Tradisi tersebut biasanya dilakuin buat ngerayain momen-momen penting dalam hidup, kayak misalnya pernikahan dan ulang tahun.

Meski begitu, tradisi gastronomi engga cuma seputar kegiatan menyantap makanan doang. Tradisi tersebut justru terdiri pula dari proses persiapan makannya, mulai dari pemilihan resep, pembelian bahan-bahannya, proses masak, sampai ke penataan meja dan pemadupadanan hidangan dengan wine yang disajiin.

Duta Bersar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Corinne Breuzé yang meresmikan Good France 2016 pada hari Selasa (15/3) di Auditorium IFI Jakarta (Foto: Genmuda.com/2016 Liki)
Duta Bersar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Corinne Breuzé yang meresmikan Good France 2016 pada hari Selasa (15/3) di Auditorium IFI Jakarta (Foto: Genmuda.com/2016 Liki)

Lebih tepatnya, Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Corinne Breuzé ngejelasin kalau yang mau ditekanin di sini adalah nilai-nilai yang terkandung dalam resep-resep khas Prancis, kayak “semangat berbagi, kebersamaan, serta kebahagiaan berkumpul dan menyantap hidangan yang sehat.” Sekitar 99% orang Prancis bahkan mau agar tradisi gastronomi bisa diturunin ke anak dan cucu mereka loh, Kawan Muda.

3. Apa yang bisa kamu peroleh dari Good France?

Menurut Chef Gilles Marx dari restoran Amuz, “Hal utama dari masakan Prancis adalah tentang berbagi dan terbuka terhadap hal baru”. Oleh karena itu, kalau kamu sama sekali engga pernah nyobain dan penasaran sama makanan Prancis, Good France jelas bakal jadi momen yang tepat buat kamu.

Lewat Good France, kamu bisa ngerasain kayak gimana seutuhnya nikmatin saat-saat makan kamu, yang mungkin udah jarang kamu lakuin di tengah jaman yang serba cepat kayak sekarang ini. Ibarat kata Chef Nabil Jaghdour dari restoran Le Monde au Balcon, “Makanan Prancis itu tentang ngeluangin waktu buat makan”.

Sejumlah Chef dari beberapa restoran yang berpartisipasi dalam acara Good France 2016 (Foto: Genmuda.com/2016 Liki)
Sejumlah Chef dari beberapa restoran yang berpartisipasi dalam acara Good France 2016 (Foto: Genmuda.com/2016 Liki)

Engga ketinggalan, Chef Zulkarnain Dahlan dari restoran Colonial Cuisine & Molecular pun nambahin bahwa Good France bisa jadi semacam ajang pembuktian kalau makanan Prancis itu sebenarnya bisa dinikmatin sama orang Indonesia. Makanan Prancis selama ini masih dianggap berada di level yang tinggi oleh sebagian masyarakat di Tanah Air.

“Makanan Prancis di Colonial cukup berbeda dalam hal pengolahan, tidak terlalu klasik dan sedikit modern. Kami [Colonial] mau menghapus stigma bahwa masakan Prancis itu sangat-sangat mahal. Intinya, tak kenal maka tak sayang,” katanya ketika ditemui Genmuda.com. 

4. Kapan dan di mana Good France 2016 diadain?

Good France tahun ini bakal diadain di tanggal 21 Maret mendatang, bertepatan dengan dimulainya musim semi. Di Indonesia, total ada 22 restoran yang bakal berpartisipasi dalam acara tersebut, dengan 11 restoran berlokasi di Jakarta dan sisanya di Yogyakarta, Bali, dan Surabaya. Acara itu pun engga cuma berlangsung sehari, tapi seminggu dan bahkan ada restoran yang ngadain sampai sebulan penuh.

5. Siapa aja chef yang terlibat di Good France 2016?

Selain Chef Martin, Chef Gilles, Chef Nabil, dan Chef Zul, ada pula 7 chef lainnya yang bakal terlibat di Good France 2016 yang berlangsung di Jakarta. Mereka adalah Chef Cyril Calmet dari restoran Lyon, Chef Romano Ting dari Avec Moi Restaurant and Bar, Chef Yoppy Ruston dari restoran Eric Kayser, Chef Wahjudi Rahardja dari Restaurant Emilie, Chef Stephane Galibert dari Immigrants Dining Room, serta Chef Camille Benedetto-Flosse yang masak buat 2 restoran sekaligus, Garçon dan Olivier.

FYI, sebagian dari 10 chef beserta restoran yang diwakili mereka itu baru pertama kalinya terlibat di Good France, salah satunya adalah Chef Zul. “Ini tahun pertama Colonial ikut serta dalam Good France. Kami sangat senang bisa berkolaborasi di dalamnya karena kami bisa memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Meski begitu, persiapan para chef tersebut memakan waktu yang engga sebentar loh, Kawan Muda. Kayak Chef Yoppy misalnya, doi ngungkapin ke Genmuda.com kalau doi udah nyiapin menunya dari bulan Desember yang lalu. Kesulitan juga pasti ada, khususnya dari segi bahan yang engga semuanya bisa gampang diimpor.

Sebaliknya, Chef Nabil, yang juga baru pertama kalinya berpartisipasi di Good France, justru ngabisin waktu selama sekitar sebulan buat persiapan. Kesulitan yang dialami pihaknya pun lebih kepada ukuran restoran yang terbilang kecil. “Pertama-tama, kami membuat menu yang mencerminkan Prancis, tapi terinspirasi sedikit dari bahan makanan Indonesia. Kami kemudian melihat apa yang ingin kami lakukan dan juga berapa harga yang ingin kami terapkan,” paparnya.

So, tunggu apa lagi, Kawan Muda? Kapan lagi coba kamu bisa ngerasain sensasi makan ala Prancis kalau bukan lewat Good France? Soal harga mah masih sebanding dan sesuai kok sama menunya. Buat kamu para pelajar SMA/SMK dan mahasiswa, jangan lupa juga ya buat hadir di acara pemutaran film dokumenter dan talkshow bersama Chef Alain di tanggal 21 Maret. Kamu buka aja situs Institut Français d’Indonésie (IFI) buat info lebih lanjut. (sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer