Kamis, 29 Oktober 2020

Genmuda – Hall B Jakarta Convention Center (JCC) Senayan kembali diramein acara skala besar. Meski akses jalan di Senayan berkurang akibat persiapan jelang Asian Games tahun depan, Popcon Asia 2017 tetep rame pas gerbang dibuka sekitar pukul 11.00 WIB, Sabtu (5/8). Antreannya bahkan masih ada tiga jam kemudian.

Di lobby, segerombolan cewek-cowok sibuk benerin dandanan cosplay. Sebagian berdandan menyerupai karakter komik luar negeri, tapi lebih banyak yang berkostum karakter khas Indonesia. Misalnya, Gundala Putra Petir, Godam Manusia Besi, Kalong, dan pastinya Wiro Sableng.

Pengunjung yang puas ngeliatin pemandangan seru itu langsung masuk area pameran untuk window-shopping di booth para seniman. Ada juga yang langsung main ke booth seni-budaya negara Prancis, Belanda, Australia, dan pastinya Korea Selatan. Sisanya ngumpul di depan panggung.

Di antara meriahnya festival, panitia menyisipkan beberapa talkshow bareng pegiat seni Indonesia juga mancanegara. Dari obrolan itu, Genmuda.com dapet beberapa informasi penting yang wajib banget kamu ketahui, terutama buat kamu yang pengen berkecimpung di dunia kreatif. Simak, yuk.

1. Anak badung juga bisa sukses

©Genmuda.com/2017 TIM
Ki-ka: Hendry Prasetya dan Tohru Fujisawa. ©Genmuda.com/2017 TIM

Sensei Tohru Fujisawa yang ciptain komik “Great Teacher Onizuka” (GTO) mengakui kalo semua kebadungan murid Onizuka tuh terinspirasi dari kelakuan doi masa SMA. “Saya sudah lupa-lupa ingat seperti apa badungnya saya ketika sekolah dulu. Tapi, Anda selalu bisa baca komik-komik GTO untuk mengetahuinya,” tuturnya.

Sensei Fujisawa juga berpesan kalo remaja-remaja yang waktu sekolah termasuk golongan murid yang bikin guru kerepotan tuh sebaiknya gak patah semangat. Kalo doi dan Onizuka aja bisa berubah lebih baik, kenapa kamu enggak.

2. Bingung sama masa depan? Lakuin hobi kamu aja!

©Genmuda.com/2017 TIM
Kalo hobi foto, ya tekuni fotografi. ©Genmuda.com/2017 TIM

Hendry Prasetya naik panggung barengan Sensei Fujisawa. Komikus Power Ranger itu bilang kalo doi bisa dapet kerjaan itu karena suka karakternya sejak kecil. “Lama-lama, saya tertarik menggambar karakternya lebih detil. Sekarang, senang sekali bisa dipercaya jadi komikus karakter idola saya,” cerita komikus yang lagi ngegarap kisah-kisah yang gak diceritain di serial Power Rangers.

3. Bareng-bareng pasti lebih keren!

©Genmuda.com/2017 TIM
Tim produksi film “Wiro Sableng” rame di atas panggung. ©Genmuda.com/2017 TIM

Film “Wiro Sableng” yang digarap Lifelike Pictures bareng Fox Sudio ini digarap gede-gedean banget. Angga Dwimas Sasongko, sutradaranya, aja sampai shock ketika tau jumlah krunya ada sekitar 250 orang. “Sepanjang aku bikin film, ini kali pertama melihat kru sebanyak itu. Tunggu kejutan lainnya ketika filmnya tayang nanti,” tutur Sutradara yang diminta syuting cuma dalam 3,5 bulan itu.

4. Berbeda aliran tapi tetep nyatu

©Genmuda.com/2017 TIM
Kang Yayan peragain sekelebat koreografi Wiro Sableng. ©Genmuda.com/2017 TIM

Yayan Ruhian sebagai koreografer laganya bilang kalo doi udah ngajakin beberapa pesilat untuk ikut serta. “Meski begitu, gerakan yang terlihat di film nantinya merupakan gerakan sableng khas Wiro, bukan gerakan aliran pencak silat yang berbeda-beda,” kata Kang Yayan.

5. Dari cosplayer jadi pemain film

©Genmuda.com/2017 TIM
Ini Lukman, pemenang cosplay Wiro Sableng. ©Genmuda.com/2017 TIM

Ketika talkshow, tim produksi juga nyari seorang cosplayer Wiro Sableng yang paling mendalami karakter. Setelah masing-masing pamerin satu jurus Wiro di atas panggung, terpilihlah Lukman (27) sebagai pemenang. Doi dapet hadiah uang 3 juta rupiah dan kesempatan nampil di film. “Meski hanya sebagai figuran yang muncul sebentar, saya tetap senang,” tutur Lukman.

6. Jangan jalan-jalan doang

©Genmuda.com/2017 TIM
Faza Meonk, nih!
©Genmuda.com/2017 TIM

Faza Meonk punya hobi yang sama seperti anak-anak muda pada umumnya. Yaitu, jalan-jalan. Bedanya, jalan-jalan Faza ke Korea Selatan tuh membuahkan komik terbaru Si Juki. “Awalnya, saya mau ceritakan perbandingan kehidupan di Korea dengan di Indonesia. Namun, saya ubah jadi tentang tempat-tempat wisata,” kata Faza yang dinobatkan jadi duta pariwisata Kota Seoul bersama Gita Gutawa.

7. Yang penting original dan jangan SARA

©Genmuda.com/2017 TIM
Ki-ka: Bagus Syumanjaya (Elex Media Komputindo), Faza Meonk, dan Ical (perwakilan Korea Tourism Organization). ©Genmuda.com/2017 TIM

Sementara itu, Bagus Syumanjaya selaku Managing Director PT Elex Media Komputindo bilang kalo kriteria penerbit sebenernya gak banyak. “Semua naskah ataupun komik yang ingin diterbitkan sebaiknya original dan sama sekali tidak mengandung SARA,” kata dia.

Lalu, genre yang diangkat juga harus sesuai tren. “Cara mengetahui trennya gampang banget. Datang saja ke toko buku lalu perhatikan judul-judulnya. Sekarang ini, genre fiksi-romantis sedang ngetren di novel sementara genre action sedang populer di komik,” ungkap Bagus.

8. “Kami mau anisong!”

©Genmuda.com/2017 TIM
Ini nih Kiki dan Tika (ki-ka) yang lagi berburu anisong. ©Genmuda.com/2017 TIM

Meski Popcon Asia 2017 terbilang seru, penonton masih ngerasa ada yang kurang. “Apabila ada karaoke anisong (soundtrack anime) yang dinyanyiin satu penonton di panggung utama, pasti acaranya ramai sampai malam,” kata Tika (22) dan Kiki (22) kompakan kepada Genmuda.com. Menurut mereka, karaoke massal anisong tuh lagi tren banget di festival yang ada Jepang-Jepangannya.

©Genmuda.com/2017 TIM
Ki-ka: Mira dan Cindy lagi istirahat biar bisa keliling Popcon Asia lagi. ©Genmuda.com/2017 TIM

Tapi, ya tetep aja. Tanpa karaoke anisong pun acaranya rame, terutama pas siang. Cindy (20) dan Mira (20) aja bilang kalo mereka suka sulit gerak saking penuhnya orang. “Kami sampai tidak kebagian mencoba game-game yang dipamerin di sini,” tutur Cindy yang hobinya cosplay jadi Rem di anime “RE:Zero.” (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.