Kamis, 13 Agustus 2020

Genmuda – Minum susu bukan cuma berhubungan erat sama kesehatan melainkan juga keluarga. Secara turun-temurun, orang-orangtua di Indonesia selalu ngingetin anaknya minum susu sebelum memulai aktivitas pagi. Melalui waktu kumpul itu, orangtua juga bisa ngasih wejangan yang diinget terus hingga anaknya dewasa.

Kebiasaan warga itulah yang menginspirasi Frisian Flag, atau yang dikenal juga dengan nama warung Susu Bendera, rayain ulangtahun 95 dengan tema keluarga. Acara yang berlangsung di Jakarta, Selasa (1/8) itu juga jadi titik awal penyanyi folk-pop Nugie ngumpulin wejangan keluarga-keluarga di seluruh Indonesia.

Di situ, pasangan suami-istri Alan Budikusuma dan Susi Susanti dateng sebagai pembicara. Ada juga Sosiolog UI Prof Dr Paulus Wirutomo dan perwakilan para peternak Lembang, Jawa Barat, pilihan Frisian Flag Indonesia. Dalam pembicaraan tentang keluarga itu, susu berperan penting karena jadi sumber nutrisi yang baik.

Ketika Genmuda.com ngobrol sama Brand Manager Frisian Flag, Refa, doi ngerasa masih banyak mitos salah yang bikin orang Indonesia gak mau minum susu. Nah, di bawah ini adalah beberapa contohnya, gaes.

1. Minum susu bikin gendats

©Genmuda.com/2017 TIM
Ki-ka: Susi Susanti dan Alan Budikusuma, pasangan suami istri pebulutangkis ini juga rajin minum susu. ©Genmuda.com/2017 TIM

BIG NO! Minum susu sama sekali bukan penyebab berat badan naik tak terkontrol. “Berat badan ini naik dan turun kan tergantung pola makan. Kalau kalori yang masuk lebih banyak dari yang dikeluarkan, berat badan jelas naik,” kata Refa.

Sementara itu, susu sangat penting buat merangsang pertumbuhan. “Tanpa susu, anak-anak Indonesia sulit tumbuh hingga 170 atau 180 cm meski gennya punya potensi tinggi,” tambah Refa.

2. Susu bisa ganti porsi makan

Salah kaprahnya anak muda tuh gini. Pagi-pagi cuma sarapan susu, padahal susu sama sekali gak bisa gantiin menu sarapan lengkap. “Meski nutrisinya beraneka jenis, ada vitamin, mineral, kalsium, dan protein, susu hanyalah menu pelengkap yang penting,” kata Refa. Katanya, susu cuma mengandung sekitar 100 kalori sementara rata-rata satu orang butuh mengonsumsi 2.000 kalori tiap hari.

3. Harus diminum sehari sekali

©Genmuda.com/2017 TIM
Prof Paulus Wirutomo, sosiolog dari UI. ©Genmuda.com/2017 TIM

Gak juga. Diminum dua kali pun gak masalah asalkan jangan terlalu banyak. Selain bikin kantong jebol, kelebihan kalori juga bikin berat badan naik. Katanya mau langsing dan sehat.

4. Harus diminum pagi

Iklan, sinetron, dan film Indonesia selalu nampilin susu sebagai menu sarapan. Itu kebiasaan aja tapi bukan kewajiban. “Diminumnya pagi karena memberikan energi dan rasa kenyang di perut hingga siang. Tapi, tak ada yang melarang susu diminum siang-siang. Sah-sah saja,” kata Refa.

5. Gak boleh diminum sebelum tidur

Bukan cuma susu, semua orang emang gak boleh langsung tidur setelah mengonsumsi apapun. Karena itu, perbaiki pola hidup kamu kalo pengen dapet badan sehat. Jangan nyalah-nyalahin susu.

6. Diminum cuma saat butuh aja

©Genmuda.com/2017 TIM
Andrew F Saputro, Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia. ©Genmuda.com/2017 TIM

Di sinilah salah kaprah orang Indonesia. Karena percaya susu bikin gendut, lalu orang cuma minum susu saat pengen naikin berat badan. Padahal, tiap hari tuh orang butuh minimal segelas susu. Anak-anak kecil membutuhkannya supaya bisa tinggi, sementara orang dewasa butuh untuk nambah energi.

7. Orang overweight dilarang minum susu

Kecuali dilarang dokternya, orang yang berat badannya berlebih pun tetep butuh susu. “Sekali lagi saya terangkan. Menyatakan susu sebagai makanan yang bikin gendut sama saja menyalahkan kerupuk sebagai makanan yang nambahin berat badan,” tutur Refa. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.