Kamis, 2 Desember 2021

Genmuda – Memang banyak ungkapan yang bilang kalau seseorang menjalin satu hubungan yang berawal dari pertemanan biasanya usianya bakal panjang. Kalau ditarik dari jalinan keduanya yang dibina sejak lama kayaknya bisa juga diiyain.

Tapi, ungkapan itu hanya rasa manis yang ditawarkan. Di balik itu pasti tersembunyi berbagai risiko, kecemasan, dan tekanan yang jarang dibicarakan banyak orang. (Keputusan untuk memacari teman itu bukan hal yang mudah).

Teman dan persahabatan lebih dihargai di dunia ini. Engga semua hubungan bisa disepakati ke tahap yang lebih serius, ada beberapa yang memang sudah sepantasnya ada di zona pertemanan.

Beberapa hal ini mungkin bisa bikin kamu berpikir dua kali lagi sebelum memutuskan buat jadian sama teman atau engga. Simak baik-baik yah.

1. Entah kamu atau dia, atau bahkan keduanya, pasti menyimpan rasa takut. Rasa takut akan ditolak dan hadirnya situasi canggung.

Salah satu dari kamu pasti akan mendapatkan jawaban yang kurang enak, kalau berujung penolakan. Eh, misalnya benar terjadi nih, rasa canggung pasti mengelilingi, dan rasa pertemanan kamu pasti berubah drastis. Butuh waktu yang engga sebentar buat mencairkan semuanya lagi.

2. Pertengkaran terjadi, teman yang lain cenderung akan berpihak.

Ini hal umum yang biasanya ditemukan. Pertengkaran membuat beberapa teman kamu dihadapi dengan dua pilihan, membela kamu, atau doi. Situasi seperti ini seringkali disebut sebagai awal keretakan yang merambat bak tumbuhan jalar. Jika benar terjadi, pertemanan akhirnya terbagi menjadi dua kubu, kamulah yang pertama kali layak disalahkan.

3. Jomblo menahun bersama, akhirnya jadian. Bagaimana reaksi teman yang lain?

Misalnya predikat jomblo ngenes ada di tangan kamu, terus tiba-tiba kamu jadian, pasti ada saja yang iri atau engga suka. Bukan karena mereka jahat, tapi mereka hanya takut kehilangan kamu, waktu kamu, perhatian kamu. Kamu pasti takut, karena kamu engga tahu mereka bakal menerima atau engga.

4. Kamu takut perasaan yang sudah ada berubah.

Ikatan kamu dan dia udah terjalin sejak lama, semuanya pasti bakal berubah. Jelas. Hubungan pertemanan dan percintaan adalah dua hal yang berbeda. Seperti kutub utara dan selatan, keduanya engga akan pernah duduk bersama. Perlahan kamu dipaksa menjadi pribadi baru sebagai seorang kekasih, bukan lagi teman.

Pasti banyak hal yang bakal berubah. Seperti ucapan misalnya. Sewaktu berteman kamu bebas ngomong apa saja. Tapi setelah jadian? Belum tentu. Karena ada satu kata bernama hati yang masing-masing harus menjaganya.

5. Kamu terus menakar hubungan yang kamu jalankan, karena kamu dan dia sama-sama mengenal masa lalu masing-masing.

Cinta: “Kenapa kamu engga bisa luangin waktu buat aku lebih banyak? Seperti yang kamu kasih ke mantan-mantan kamu?”

Bobi: “Aku seperti ini, karena aku tau kamu lebih dewasa dalam berhubungan. Bukankah itu yang selalu kamu terapkan dalam hubungan sebelumnya?”

Akhirnya Bobi berangkat ke Amerika.

6. Kamu takut mengecewakan kedua keluarga.

Kalau kalian berteman sejak lama, secara engga langsung kedua orang tau kamu pun pasti saling mengenal. Inilah tekanan baru yang harus jadi pertimbangan, kamu pasti engga mau mengecewakan kedua pihak. Pilihan untuk menjalin sebuah hubungan dari pertemanan itu bukan cerita milik dua orang, tapi satu lingkup pertemanan dan dua buah keluarga.

7. Ketika putus, move on terasa sangat sulit.

Keadaan terburuk dari pilihan ini adalah, ‘kalian bertengkar dan akhirnya putus’. Namun berbeda dengan kebanyakan, kalau kamu berasal dari pertemanan yang sama, melupakannya itu seperti hal yang mustahil dan sangat sulit. Hampir setiap hari kamu bisa bertemu dengannya. Jikalau menghindar? Berarti kamu harus rela menjauhi pertemanan kamu. Atau bisa saja kamu dianggap loser karena akhirnya kamu memilih untuk mundur.

Walaupun engga sedikit cerita tentang sebuah hubungan awet yang berangkat dari pertemanan, tetapi lika-liku yang dilewatinya pasti dua kali lebih berat. Menurut Kawan Muda gimana? Susah engga sih jadian sama teman tuh? Tulis jawaban kamu di kolom komentar yah. (sds)

Comments

comments

Bobi Brilyan Bastenjar
Valar Morghulis