Minggu, 4 Desember 2022

Genmuda – Hype soal Beauty and The Beast sejak berminggu-minggu lalu bakal memuncak 17 Maret mendatang, waktu filmnya diluncurin di Amerika Serikat. Tinggal menghitung hari, para fans Disney Princess lagi harap-harap cemas sama live-action remake animasi tahun 1991 ini.

Jalan cerita yang katanya agak beda dikhawatirkan bikin ingatan soal salah satu masterpiece ini rusak. Dilema emang, tapi kalo jalan cerita live-action ini dibuat sama kayak animasi jadulnya, ngapain juga dibikin film baru? Tenang gaes, Disney engga bakal ngecewain kamu kok, karena perbedaan-perbedaan di bawah ini justru bikin filmnya makin kece.

Info dikit nih, ada beberapa karakter di animasi lama yang tetap muncul selain Belle dan Beast/Prince, di antaranya Mrs Potts si teko, Cogsworth si jam, Chips si cangkir, Babette si kemoceng, Lumiere si lilin, dan Garderobe si lemari. Terus ada apa aja ya yang menarik di Beauty and The Beast versi kekinian ini? Yuk kita simak!

1. Ada karakter baru

via variety.com
Ini Stanley Tucci yang bakal jadi piano. (Sumber: variety.com)

Selain mereka, ada satu karakter baru yang diperkenalkan di live-action ini. Dialah Cadenza si piano yang diperanin Stanley Tucci dan bakal jatuh cinta sama Garderobe si lemari yang diperanin Audra McDonald.

2. Banyak lagu baru juga

Kayaknya lagu hits yang bakal terngiang di gendang telinga bukan cuma “Beauty and The Beast” yang dinyanyiin Ariana Grande – John Legend. Ada juga loh lagu solonya Audra McDonald di awal film.

Selain itu “How Does a Moment Last Forever,” yang dibawain Celine Dion juga nongol beberapa kali dalam film ini. Kevin Kline juga bakal nyanyi sebuah lagu yang bikin penonton ikut baper.

“Days in the Sun” yang diciptain Alan Menken bakal dinyanyiin seluruh pegawai kastil waktu mengenang masa lalunya sebagai manusia. Dan, ada lagi “Evermore,” lagu patah hati yang dinyanyiin Beast waktu doi ngelepas Belle dari kastilnya. Dijamin bakal ikutan nyanyi deh ntar!

3. Ada benda sihir baru

via Istimewa
Ini mawar sihir yang jadi ikon “Beauty and the Beast” sepanjang jaman. Benda sihir apa lagi yang mampu menandinginya? (Sumber: Istimewa)

Bukan cuma mawar sakti, kastil sang Pangeran bakal menyimpan benda-benda sihir lain. Salah satu benda sihir itu bakal membawa Belle melihat berbagai tempat dan mengetahui masa lalu yang penting dalam hidupnya.

4. Penyihir jahatnya diceritain lebih detil

Penyihir jahat yang jadi penyebab Pangeran dan seluruh kastilnya dikutuk hingga berubah bentuk bakal dijelasin lebih detil. Engga cuma nongol di awal film doang, doi juga muncul di berbagai kejadian penting sepanjang film. Kayaknya bakal keren juga nih kalo ada satu film khusus buat doi.

5. The Prince sebelum jadi buas ada di film

via Elle.com
Sosoknya sebelum jadi buas. (Sumber: Elle.com)

Wujud sang pangeran sebelum jadi hewan buas juga muncul di film. Kamu bisa ngeliat sosok yang diperanin Dan Stevens dengan rambut panjang yang digulung khas kerajaan, lengkap dengan pakaian dan perhiasannya, sedang menikmati pesta dansa sambil ngeliatin gadis-gadis menari untuknya.

6. Kisah masa kecilnya juga diceritain

Menceritakan masa lalu sang pangeran di dalam film bisa dibilang salah satu tambahan penting. Flashback itu yang bakal nyeritain alasan kenapa doi berubah dari seorang anak laki-laki yang ramah dan baik, menjadi remaja sombong, dan akhirnya jadi kasar ketika tumbuh dewasa.

7. Gaston juga memiliki kisah masa lalu

via Istimewa
Gaston yang lebih elegan dan brutal pastinya. (Sumber: Istimewa)

Gaston si pemburu hewan buas juga bakal diceritain masa lalunya. Kamu bisa tau alasan sebenernya karakter antagonis yang diperanin Luke Evans ini pengen banget berburu Beast.

8. Engga ada pernikahan kejutan

Di film lama, Gaston terkesan begitu bodohnya karena udah nyiapin resepsi pernikahan SEBELUM doi ngelamar Belle. Di film baru, doi engga bakal sebodoh itu dan punya cara lain untuk memaksa Belle jatuh cinta padanya.

9. Masa lalunya Belle juga diceritain

Nah, masa lalu Disney Princess yang diperanin Emma Watson ini juga bakal diceritain dalam bentuk flashback. Buat pertama kalinya, Disney bakal ngenalin sosok ibu Belle yang selama ini engga ketauan nasib dan keberadaannya.

10. Makanya filmnya hampir dua kali lipat lebih lama

Karena banyak tambahan background story, live-action “Beauty and The Beast” hampir dua kali lebih lama. Kalo film lamanya berlangsung 1 jam 24 menit, film barunya sampai 2 jam 9 menit.

11. Ada kesamaan antara Belle dan Beast

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Animasi lamanya agak kurang memuaskan karena Bella cuma diceritain sebagai cewek baik yang jatuh cinta sama sifat baiknya Beast. Di film ini, keduanya sama-sama suka sastra, terlebih karyanya William Shakespeare. Kesamaan itulah yang akhirnya bikin mereka berdua deket. Terasa lebih realistis kan ceritanya?

12. Belle juga kreatif abis

Disney bakal bikin doi sebagai cewek penyuka sastra yang juga punya kreativitas seperti insinyur. Kemampuannya bikin sebuah mesin juga keliatan di adegan doi bantuin bokap bikin mesin-mesin kerja.

13. Bokap Belle berubah karakter

Sementara itu, sosok Maurice, bokap Belle bakal tampil lebih sebagai seorang seniman daripada insinyur seperti di film lama. Perubahan karakter yang diperanin Kevin Kline ini juga bakal bikin perkembangan plotnya berubah loh.

14. Belle tau duluan soal kutukannya

Di film lama, Belle baru tau soal kutukan setelah Beast berubah jadi pangeran tampan. Di film baru, doi bakal tau duluan soal kutukan yang menimpa seluruh kastil sebelum menyatakan cintanya.

15. Lebih banyak yang hancur

via vomzi.com

Film live-action yang disutradarai Bill Condon ini juga bakal tampilin lebih banyak kehancuran, selain hati Beast yang hancur lebur waktu doi ngelepas Belle.

Intinya gaes, kamu ga bakalan kecewa deh dengan film satu ini, selain dibuat lebih artistik dan didukung efek grafis masa kini, kamu juga bisa dibuat bernostalgia dengan tontonan favorit kamu semasa kecil. Siapa tau kamu nantinya punya cerita bareng pasangan kamu yang sedramatis film ini. Tungguin aja deh filmnya di bioskop favorit kamu! (sm)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.