Minggu, 22 September 2019

Genmuda – Kontrak pembalap Moto GP Valentino Rossi di tim Yamaha Movistar habis 2018. Johann Zarco, pembalap Moto GP tim Monster Yamaha Tech 3 diincar gabung bila Rossi mutusin pensiun atau pindah tim.

“Zarco membuat saya terkesan di dalam dan luar trek. Zarco mungkin bukan opsi pertama semua tim, tapi saat ini ada beberapa tim yang menginginkannya,,” kata Direktur Pelaksana Yamaha Movistar Lin Jarvis, dikutip CNNIndonesia.com, Senin (27/11).

Cowok asal Prancis itu emang mencuri perhatian banyak tim musim ini. Usianya emang gak muda, tapi belum bisa dibilang tua juga. Yang jelas, doi bikin bibir banyak orang berdecak kagum. Emang siapa sih Johann Zarco? Inilah dia.

1. Sebelas tahun lebih muda dari Rossi

via motorsport.com
Zarco (5) didepan Marc Marquez (93) dan Valentino Rossi (46). (Sumber: motorsport.com)

Usia cowok kelahiran 16 Juli 1990, sekitar 11 tahun lebih muda daripada Valentino Rossi. Namun demikian, awal kariernya di MotoGP engga lebih cepat daripada pembalap yang bakal doi gantiin. Rossi masuk MotoGP ketika usia 21 tahun pada 2000 sementara Zarco di usia 27 tahun pada 2017.

2. Rookie of the Year

Namun demikian, prestasi debut MotoGP-nya terbilang gemilang. Ketika Rossi cuma peroleh dua podium saat debut dengan tim Honda, Zarco berhasil rebut tiga podium.

Doi pun menyelesaikan musim balapan di posisi 6, dengan perolehan 174 poin. Jorge Lorenzo yang lebih senior dan berpengalaman ada di posisi 7 dengan perolehan 137 poin.

3. Dianggap membahayakan juara

via autosport.com
Johann Zarco ungguli Marc Marquez di Sirkuit Valencia. (Sumber: Autosport.com)

Inget jatuhnya Marc Marquez di balapan terakhir MotoGP Sirkuit Valencia? Coba perhatiin rekam ulangnya, deh. Si jawara MotoGP 2017 itu kan jatuh saat beradu tikungan dengan motor hitam bernomor 5. Ya itulah motornya Zarco.

Meski doi keliatan balapan dengan ngotot, doi menganggap itu biasa aja. “Saya santai kok balapannya. Nyokap Marquez bilang saya santai aja biar anaknya gak kecelakaan. Jadi, ya saya santai,” kata Zarco, dikutip AutoSport.com, 13 November lalu.

4. Dua kali juara 250cc

Pada MotoGP 250cc, Johann Zarco butuh setahun buat masuk podium dan satu tahun lagi buat finish pertama. Selama 2012-2016, cowok kelahiran Cannes itu bawa pulang dua trofi juara dunia.

5. Tunggangi enam motor

via autoevolution.com
Johann Zarco jaman di Moto2. (Sumber: autoevolution.com)

Sepanjang kariernya di balapan MotoGP, Zarco udah coba enam jenis motor yang berbeda. Misalnya, motor Aprillia dan Derbi saat menggeluti kelas 125cc periode 2009-2011. Lalu, motor Motobi, Suter, dan Kalex di kelas 250cc. Sekarang, doi pakai Yamaha.

6. Juara banyak balapan amatir

Sebelum masuk seri MotoGP, Zarco bisa dibilang keliling Eropa dalam kontes motor amatir. Salah satunya, menangin Red Bull Rookies Cup 2007 yang kemudian membawa doi ke akademi balapan Red Bull MotoGP.

7. Direbutin KTM Red Bull juga

via motorsport.com
Johann Zarco. (Sumber: motorsport.com)

Selain Yamaha, KTM Red Bull juga udah bukan ngelirik lagi, tapi udah perhatiin Zarco. Stefan Pierer selaku petinggi KTM Red Bull bahkan rela mendepak Bradley Smith, dikutip Okezone.com, Minggu (26/11).

Prestasi Zarco di MotoGP bakal keliatan bila doi milih tim yang tepat. Kalo salah milih cuma karena kepincut uang yang gede, sih, bisa-bisa potensi terpendam doi bakal selamanya terpendam. Gimana menurut Kawan Muda? Share pendapat lo di bawah ini, ya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.