Senin, 20 Mei 2019

Genmuda – PermataBank kembali ngadain acara Wealth Wisdom 2018, tanggal 5-6 September 2018 di The Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta. Jika tahun lalu banyak ngebahas soal ngatur uang dan berinvestasi, tahun ini PermataBank mengusung tema ‘Mind, Body, Soul + Tech’ yang lebih mengedepankan manfaat besar dari kemajuan teknologi.

Berdasarkan keterangan dari DR. IR Agus Nurudin MSE, selaku Managing Director of Nielsen Indonesia, kemajuan teknologi berdampak besar di setiap generasi di Indonesia. Mau itu baby boomers, generasi X, milenials, hingga generasi Z.

“Di Indonesia, saat ini banyak orang ingin eksis dan tampil. Semua orang butuh informasi karena didukung dengan akses internet yang meningkat dua kali lipat dalam lebih dalam emat tahun terakhir, dan semua orang sudah menggunakan internet.” kata Nurdin.

Hal inilah yang kemudian banyak berpengaruh dalam banyak bidang industri yang sering deket sama kehidupan lo sehari-hari, kayak akses informasi, hiburan, keuangan, logistik transportasi, hingga industri jasa.

Suka atau enggak, kenyataan ini yang kemudian bikin teknologi sangat berpengaruh buat memperkaya kualitas hidup lo. Dan kaya di sini juga gak melulu dalam bentuk materi, tapi juga kaya dalam pemikiran, inspirasi, dan jiwa yang kuat.

Manfaat itu pula yang dirasain sama tiga seniman muda yang mungkin udah familiar di telinga lo. Mereka adalah Lala Bohang, Lidia Puspita, dan Oom Leo.

Lala – Teknologi bikin gak males menggali ide

Penulis dan ilustrator yang pernah ngobrol bareng sama Genmuda.com beberapa waktu lalu ini ngaku kalo pemanfaatan teknologi buat karya-karyanya sangat berguna banget untuk penggalian ide. Dari sosial media pula Lala bisa tau reaksi para pembaca untuk karya-karya selanjutnya.

“Tanpa disadari kemajuan teknologi juga mendorong kita buat konsumtif, tapi dari situ gue justru ngejadiin teknologi sebagai media mengkomunikasikan karya.” ungkap Lala.

Selain bisa dapetin ide karya dan tentunya duit dari kemajuan teknologi, Lala ngaku kalo definisi ‘kaya’ adalah sesuatu yang relatif. “Buat gue uang adalah kendaraan aja, dan kaya itu adalah ketika gue bisa mengatur hari dan waktu gue sendiri.” jelas Lala.

Lidia – Teknologi sebagai ajang jualan

Karya seniman muda ini juga gak kalah hits, gengs. Dengan ribuan followers di akun Instagramnya, Lidia jadi salah satu orang yang ngerasain betul manfaat teknologi dalam ngembangin setiap karya ilustrasi yang dia buat.

“Awalnya dulu pameran offline, terus kenal sama DeviantArt. Dari situlah mulai banyak klien, dan sekarang Instagram bisa jadi porfolio saya ke klien.” kenang Lidia.

Biarpun demikian, dia juga nekanin ke semua anak muda bahwa gak ada sesuatu yang instan dalam hal apapaun, kendati teknologi udah semakin maju. “Semua butuh proses, dan buat saya kaya adalah saat karya saya bisa menginspirasi orang lain.” tambahnya.

Oom Leo – Teknologi adalah ‘Alat’

Sama dengan kedua cewek di atas, Oom Leo yang sering kita denger di Rururadio juga ngerasain manfaat teknologi dalam proses kreatifnya selama sepuluh tahun ke belakang. Namun personil Goodnight Electric ini justru menjadikan teknologi sebagai alat yang bisa menjadi pilihan.

“Apapun namanya teknologi adalah alat. Kalo berguna ya lo pake, dan kalo engga yaudah. Jangan lantas jadi ketergantungan.” Karena buat Oom Leo, jika disalahgunakan, banyak juga hal yang cuma buang-buang waktu dan uang karena kemajuan teknologi.

Terakhir, Oom Leo juga ngebagiin pesan positif buat Kawan Muda yang bergelut di bidang kreatif terkait menjadi orang kaya.

“Di level kreatif gue punya prinsip kosong-kosong. Dalam artian kosong di sini, kita gak perlu ngerasa rugi dengan apa yang kita lakukan buat berkarya. Karena dari situlah muncul kepuasan yang gak pernah bisa dibeli oleh uang sekalipun.” tutup Oom Leo.

Selain ketiga pembicara di atas, selama dua hari acara Wealth Wisdom 2018 seenggaknya ada 40 kelas dengan 70 pembicara yang ngebagiin berbagai pengalaman mereka berdasarkan passion masing-masing dan bisa berkesinambungan dengan pendapatan mereka juga tentunya. Mantul banget kan!

Oia, kalo definisi kaya buat lo gimana? Kasih tau kita dong di kolom komentar. Siapa tau cerita lo gak kalah seru dari para pembicara di Wealth Wisdom 2018.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.