Jum'at, 19 Juli 2019

Genmuda – Setelah lebih dari 10 tahun berlalu dari film pertamanya, kisah petualangan Lightning McQueen kembali lagi dalam film “Cars 3”. Meski tayang di Indonesia agak telat beberapa bulan dari perilisan perdananya, namun petualangan mobil balap karya Pixar Studio dan Walt Disney ini selalu menarik buat ditonton.

Usai merilis trailer kecelakaan hebat di area balapan, banyak orang penasaran gimana akhir cerita McQueen. Kira-kira filmnya seru gak ya buat kamu tonton? Langsung aja baca review Genmuda.com berikut ini.

Balik ke titik nol

via: Google
(Sumber: Istimewa)

Brian Fee sebagai sutradara menghadirkan jalan cerita Lightning McQueen (Owen Wilson) yang sedang berada di ujung tanduk. Ibarat seorang atlet senior, McQueen harus bersaing dengan para pembalap generasi muda, yaitu Jakson Storm (Armie Hammer).

Sebagai pendatang baru, Storm digambarin sebagai mobil balap kekinian dengan desain body aerodinamis, teknologi serba canggih, hingga menjadi pendatang baru yang mencatatkan namanya sebagai pembalap tercepat di turnamen Piston Cup.  Takut kalah saing dengan pembalap muda, McQueen malah mengambil tindakan ekstrim yang justru mengakibatkan kecelakaan dramatis dalam kariernya.

Usai kecelakaan, McQueen memutuskan beristirahat sejenak di Radiator Spring. Di tengah rasa putus asa akhirnya mobil balap nomor 95 itu dibantu oleh Cruz Ramirez (Cristela Alonzo), sebuah mobil perempuan yang juga fans berat McQueen sejak kecil.

Lewat bantuan Cruz inilah McQueen diberikan latihan simulasi layaknya mobil balap masa kini. Sayang, usaha tersebut sia-sia karena McQueen merasa semua itu gak sesuai dengan gaya latihannya selama ini. Setelah itu keduanya justru bertemu bekas pelatih Doc Huston, bernama Smokey (Chris Cooper). Di sinilah perjuangan sebenarnya dimulai dari titik nol.

Dejavu sama film pertama

©Pixar/Disney 2017
©Pixar/Disney 2017

JSYK, film “Cars” (2006) ngasih tau penonton gimana Doc Huston melatih McQueen selama di Radiator Spring. Nah, kali ini suasana serupa kembali tercipta. Walau posisinya bukan Doc lagi yang menjadi mentor, namun Pixar keliatan belajar dari kritik “Cars 2” supaya gak terlalu keluar dari kekuatan utama film di sosok McQueen.

Biarpun keliatan agak mirip, tapi terasa banget kalo jalan cerita “Cars 3” dibuat lebih berkesan dan menyentuh. Kehadiran sejumlah karakter lama, lengkap dengan jokesnya, turut pula menjadi bumbu nostalgia yang emosional khas film-film Pixar.

Tapi filmnya agak serius

©Pixar/Disney 2017
©Pixar/Disney 2017

Ya, kalo penulis boleh berpendapat, secara jelas “Cars 3” menawarkan pesan moral tentang persahabatan. Catatan positif lainnya ada pada keberhasilan film ini mengangkat isu kesetaraan gender lewat karakter Cruz.

Sayang sih, pesan tersirat dari kebangkitan moral McQueen yang pernah ada di puncak popularitas, dan sekarang harus memulai semua dari nol terkesan agak serius. Mungkin isu tersebut juga terasa cukup berat aja buat penonton anak-anak.

Terlepas dari itu semua, secara keseluruhan Genmuda.com bisa nilai bahwa “Cars 3” menjadi film Cars paling baik dibandingkan dua film sebelumnya. Dan rasanya agak sayang aja sih kalo kamu ngelewatin warisan terakhir dari Lightning McQueen yang mulai tayang Rabu (16/8) di Indonesia ini. “Kaa-chow!”

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.