Minggu, 22 Oktober 2017
National[IS]me

Walau Masuk Kriteria Menantu Idaman, Ini Sejumlah Cobaan Berat Menjadi PNS

(Sumber: Instagram)

Genmuda – Cung! Siapa yang lagi ragu-ragu buat ikutan Tes CPNS? Kamu ya? Iya kamu yang sekarang lagi baca informasi ini di Genmuda.com. Hayo, udah dapet departemen yang diincer belum? Seperti yang udah diinfoin sama Genmuda.com, Pemerintah Resmi membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) gelombag kedua. Seenggaknya ada 17.978 lowongan pada 61 Kementrian/Lembaga (K/L).

Gak heran kalo dibukanya tes CPNS bikin para pencari kerja, maupun yang udah kerja rela mengikuti rangkaian tahap seleksi yang super ketat dan panjang demi menjadi seorang abdi negara. Namun demikian, semua itu tentunya gak bakalan jadi percuma gengs, apalagi dari jaman orde baru, PNS selalu dipercaya sebagai profesi paling menjanjikan buat para orang tua hingga calon mertua.

Bukan maksudnya ngebedain profesi di luar PNS loh, biarpun gaji PNS gak sebesar karyawan swasta, PNS justru punya banyak tunjangan sampe jaminan hari tua yang mungkin aja berguna buat anak cucu kamu nanti. Itu pula sebabnya saat perkenalkan diri kamu sebagai PNS ada gengsi tersendiri di mata masyarakat.

Eits, hal-hal enak barusan mungkin sama seimbangnya dengan beberapa cobaan berat yang harus PNS hadapi selama mereka kerja. Jadi kamu jangan anggap profesinya cuma ongkang-ongkang kaki terus terima gaji dan tunjangan doang gengs. Plis gak kayak gitu! Soalnya, sebagai aparat negara kamu bakal diuji sama sejumlah cobaan berat kayak gini.

1. Tesnya panjang, saingannya banyak

Ini cobaan pertama menjadi PNS idaman calon mertua. Sama seperti tes-tes masuk Perguruan Tinggi Negeri, kamu harus menjalani proses panjang, dari mulai tahap pendaftaran, tes kemampuan dasar, tes kemampuan khusus, hingga wawancara. Tentunya orang yang pengen jadi PNS bukan kamu doang, jadi persaingan jelas gak cuma satu kelas atau satu kampus doang, melainkan satu Indonesia dari 34 provinsi. Karena bimbel gak buka kursus intensif tes CPNS, kalo kamu pengen lulus kuncinya bener-bener belajar dengan serius. Gak pake becanda, ya.

2. Gak boleh poligami atau jadi istri kedua, ketiga, dan seterusnya *tapi syarat dan ketentuan juga berlaku

via: Make a GIF

Para cowok yang udah ada niatan mau melakukan poligami sebaiknya harus mikir dua kali sebelum daftar PNS. Sebaliknya yang cewek juga gak boleh jadi istri kedua apalagi istri siri. (amit-amit).

Aturan itu udah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 45 tahun 1990 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1983 tentang Izin Perkawinan dan Perceraian bagi PNS, khususnya pasal 4 PP 45/1990 yang berbunyi:

  1. Pegawai Negeri Sipil pria yang akan beristri lebih dari seorang, wajib memperoleh izin lebih dahulu dari Pejabat.
  2. Pegawai Negeri Sipil wanita tidak diizinkan untuk menjadi istri kedua/ketiga/keempat.
  3. Permintaan izin sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diajukan secara tertulis.
  4. Dalam surat permintaan izin sebagaimana dimaksud dalam ayat (3), harus dicantumkan alasan yang lengkap yang mendasari permintaan izin untuk beristri lebih dari seorang.

Kalo pun ada situasi dimana kamu harus bercerai (ini amit-amit lagi) maka pangkatnya akan diturunkan. Sebaliknya jika ingin menikah lagi para PNS harus mengajukan perizinan super ribet dari tahap persetujuan Menteri hingga Jaksa Agung.

3. Mau pake baju bebas? Jangan harap

Mulai jaman kamu SD, SMP, dan SMA pasti udah identik sama seragam. Dan saat kamu mantap memilih jadi seorang PNS jangan ngarep bisa pake celana jeans sama kaos buat ke kantor. BIG NO! Selama masih masuk jam kerja silakan mengenakan kaos seragam kamu dari pergi hingga pulang ke rumah atau kostan.

Belum lagi ada sejumlah instansi memberlakukan aturan khusus sebagai standart penampilan PNS, kayak gak boleh tatoan, gak boleh gondrong dan ada tindikan buat yang cowok. Kalo mau colongan sih bisa-bisa aja, tapi profesi kamu jadi taruhannya. Emangnya rela? Kalo penulis sih gak rela.

4. Kerjanya gak segampang yang kamu pikir

Mindset PNS gak produktif dan sering makan gaji buta kayaknya udah berkurang di masyarakat, apalagi di jaman serba internet kayak sekarang seorang PNS lebih gampang dipantau oleh banyak orang. Sama seperti anak sekolah yang ada rangking dan skor, sistem kayak gitu juga berlaku buat seorang PNS. Oleh sebab itu, yang namanya kerja jadi PNS sama beratnya seperti kerjaan orang kantoran pada umumnya.

5. Diharamkan terima hadiah

via: Tumblr

Korupsi emang musuh terbesar dari semua bangsa, tapi percayalah kalo budaya tersebut lebih besar risikonya pada orang-orang pemerintahan, termasuk PNS. Jangankan menerima hadiah dari masyarakat, menerima parcel saat hari raya juga ikutan dilarang, loh. Soalnya hal ini bisa dianggap sebagai penerimaan gratifikasi, dan harus dilaporkan ke KPK paling lambat 30 hari kerja. Aturannya udah ada dalam Undang-undang No.20 tahun 2001 jo.UU No 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.

6. Gak boleh masuk parpol

via: Tumblr

Kamu bercita-cita jadi anggota DPR/MPR, Walikota, Gubernur, sampe Presiden dengan bergabung sama parpol otomatis gak diperbolehkan jadi PNS. Saat menjadi PNS pun mereka dilarang untuk bergabung dalam parpol karena udah diatur pada Pasal 7 ayat 1 dalam Undang-undang No.5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menyatakan ASN dilarang menjadi anggota dan/atau pengurus partai politik.

Sanksinya gak main-main, yaitu diberhentikan secara tidak terhormat. Kamu gak mau dipecat secara tidak terhormat? Ya, mendingan mengundurkan diri sebelum kamu tercyduk saat ketawan masuk parpol.

7. Mau yang rajin sama yang gak rajin gajinya sama aja

via: Tumblr

Satu fakta menarik kenapa banyak PNS males-malesan adalah di saat lo rajin, yang gak rajin juga bakal tetep sama. Sembisius kamu ngejar reward, semuanya tetep butuh usaha lebih ditambah koneksi kenalan. Kalo kamu tahan sama sistem seperti itu, silakan aja dilanjutin sampe jenjang karir kamu melejit.

Semoga semangat kamu ikutan tes CPNS gak kendor setelah baca tulisan ini, soalnya masih banyak keuntungan menjadi seorang PNS yang bikin kamu iri! Mau tau apa aja? Pantengin aja terus Genmuda.com.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.