Minggu, 26 Mei 2019

Genmuda – Jadi seri kelima, “Transformers: The Last Knight” seolah gak pernah bosan menyajikan jalan cerita para alien dengan umat manusia. Sosok Michael Bay sebagai sutradara juga terlihat sangat ambius dalam film kelima franchise “Transformers.”

Buat kamu yang udah ngefans banget sama jalan cerita Optimus Prime cs. pasti udah gak sabar menikmati aksi kejar-kejaran dan ledakan sepanjang film “Transformers.” Pun pada seri kelima yang menghabiskan budjet sebesar 260 juta dolar Amerika (Sekitar 3,4 triliun rupiah).

“Awal sebuah legenda”

©Paramount Pictures/Hansbro Studios
©Paramount Pictures/Hansbro Studios

Film ini dibuka oleh narasi Anthony Hopkins dengan latar cerita perang di masa kegelapan di Inggris. King Arthur dengan para kesatrianya diceritakan dalam kondisi terdesak dan hanya bisa mengantungkan harapan mereka pada penyihir bernama Marlin yang diketahui memiliki tongkat magis—yang juga menjadi incaran para Decepticon.

Melalui tongkat itulah, King Arthur mendapatkan bantuan para robot. Bahkan semua robot ini kemudian menjadi saksi penobatan King Arthur di atas meja bundar. Ribuan tahun berlalu cerita pun berlajut dari seri “Age of Extinction” dimana Optimus Prime diceritakan menghilang dan autobots dianggap alien jahat yang membahayakan bumi.

©Paramount Pictures/Hansbro Studios
©Paramount Pictures/Hansbro Studios

Di sinilah Cade Yeager (Mark Wahlberg) muncul kembali di hadapan penonton sebagai pihak yang masih percaya para autobots dan bertemu dengan bocah perempuan bernama Izzy (Isabella Moner) saat sedang meloloskan diri dari pasukan Transformers Reaction Force (TRF).

Sedangkan Optimus Prime yang sampai di Cybertron mengetahui bahwa planetnya telah hancur kemudian menemui penciptanya, Quintessa, yang kemudian mempengaruhi Optimus untuk menghancurkan bumi yang disebut (Unicorn) —yang kalo bisa dibilang jadi kelemahan film ini buat penulis.

Membosankan dan anti klimaks

©Paramount Pictures/Hansbro Studios
©Paramount Pictures/Hansbro Studios

Walau diawali oleh efek visual dan sound yang megah, penulis bisa bilang kalo 45-60 menit pertama film terasa sangat membosankan. Ya, dari 150 menit durasi film (bisa dibayangin gimana panjangnya), jujur cuma di bagian pertengahan aja film ini terasa sangat menarik.

Belum lagi peran Optimus dan Cade kali ini terasa sangat monoton sekaligus gampang ditebak. Kendati menjadi tokoh sentral, keduanya malah kurang dapet porsi lebih sehingga menghasilkan peran yang nanggung, atau malah lebih cocok disebut cameo.

Untungnya film terakhir Bay sebagai sutradara “Transformers” lumayan tertolong lewat peran Sir Edmund Burton (Anthony Hopkins) dan Vivian Wembley (Laura Haddoks). Sir Edmund dengan robotnya Cogman, terbukti mampu memberikan hiburan lewat celetukan dan aksi heroik keren, lengkap dengan adegan kejar-kejaran. Sedangkan, Vivian mampu menyegarkan mata penonton di sela-sela dialog yang super ribet sepanjang film.

Kalo pun masih ada yang keren dari film ini buat para fans mungkin ada dalam pertarungan antara Bummble Bee dengan Optimus Prime. Sisanya pertarungan autobots dengan decepticons cendrung sama dari yang udah-udah, atau bahkan gampang ditebak siapa yang menang dan siapa yang kabur.

Singkatnya, Michael Bay —yang memutuskan hengkang menggarap franchise “Transformers,” terlihat ingin (maksa) memadatkan semua jalan cerita dari keempat film yang udah doi garap. Sialnya, saking pengen dibuat panjang doi malah lupa menjawab penyebab konflik —Unicorn, sehingga menjadikan film terasa anti klimaks.

Akan tetapi, kalo Kawan Muda gak setuju sama review yang udah Genmuda.com jabarin, silakan aja nonton filmnya yang udah mulai tayang 21 Juni 2017. Siapa tau bisa jadi referensi mengisi waktu liburan kamu.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.