Senin, 20 Mei 2019

Genmuda – Gemilang gelar juara kembali diraih pasangan bulutangkis ganda campuran Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir (Owi/Butet) di BWF World Championship Glasglow, Skotlandia, Senin (28/8) WIB. Indonesia menang atas pasangan Tiongkok Zheng Siwei/Chen Qingchen dengan skor 15-21, 21-16, dan 21-15.

Babak pertama berlangsung menyeramkan. Owi/Butet kayak kebanyakan nunggu sehingga tempo permainan dikuasai Siwei/Qingchen dengan skor 15-21. Strategi Owi-Butet berubah di babak kedua. Seperti kata Zheng Siwei, “Mereka bermain jauh lebih cepat dan perguliran shuttlecocknya lebih tinggi dari biasanya.”

Kewalahan, Tiongkok harus akui keunggulan Indonesia dengan skor 21-16. Babak ketiga sepenuhnya dipegang Indonesia. Saat istirahat tengah pertandingan, Indonesia unggul 11-1. Usaha keras Siwei/Qingchen memutar balik keadaan gak berbuah hasil. Tiongkok gak pernah unggul hingga pertandingan berakhir 21-15.

Kemenangan itu jadi satu-satunya momen lagu Indonesia Raya diperdengarkan di Emirates Arena Galsglow. Pada nomor selain ganda campuran, nasib Indonesia gak begitu beruntung. Inilah cerita mereka.

1. Praveen Jordan – Debby Susanto (Rank 6)

via badmintonindonesia.org
(Sumber: badmintonindonesia.org)

Pasangan peraih medali emas di SEA Games 2015 ini melaju hingga babak perempat final. Lawan mereka saat itu adalah pasangan yang dikalahin Owi/Butet di final, yaitu Zheng Siwei – Chen Qingchen.

2. Lukhi Apri Nugroho – Ririn Amelia (Rank 53)

via pbdjarum.org
(Sumber: pbdjarum.org)

Kesialan menimpa pasangan Lukhi – Ririn di BWF World Championship. Pada laga 32 besar, doi udah harus ngelawan rekan sama-sama dari Indonesia, yaitu pasangan Praveen-Debby.

3. Irfan Fadhilah – Weni Anggraini (Rank 40)

via zimbio.com
(Sumber: zimbio.com)

Irfan – Weni gak bisa melangkah lebih jauh dari babak penyisihan awal. Ketika itu, mereka tunduk di hadapan Ronan Labar dan Audrey Fontaine dari Prancis.

4. Minnion Duo (Rank 3 BWF)

via cnnindonesia.com
(Sumber: cnnindonesia.com)

Langkah Kevin Sanjaya Sukamuljo – Marcus Gideon harus berhenti di perempat final karena pasangan Tiongkok, Chai Biao-Hong Wei. Pasangan ganda putra ini sebelumnya menyabet tiga jawara Super Series 2017, yaitu All England, India Open, dan Malaysia Open.

5. Mohammad Ahsan – Rian Agung Saputro (Rank 30)

via bola.com
(Sumber: bola.com)

Terjangan Mohammad Ahsan – Rian Agung hingga babak final ibarat kuda hitam. Rank mereka di BWF masih 30 besar, tapi mampu melewati langkah Minnion Duo yang diunggulin. Tapi, sayang mereka gak bisa mencetak sejarah karena terhalang Liu Cheng – Zhang Nan dari Tiongkok di final.

6 Ricky Karandasuwardi – Angga Pratama (Rank 10)

via badmintonindonesia.org
(Sumber: badmintonindonesia.org)

Karier Ricky-Angga melejit sejak 2015, hingga akhirnya masuk peringkat 10 besar ganda putra BWF. Akan tetapi, perjuangan doi berhenti di babak 16 besar karena kesandung Takeshi Kamura dan Keigo Sonoda dari Jepang.

7. Tommy Sugiarto (Rank 32)

via bwfbadminton.com
(Sumber: bwfbadminton.com)

Anak dari legenda badminton Icuk Siguiarto ini terbilang unggulan Indonesia di cabang tunggal putra. Doi merupakan peraih perak di BWF World Junior Championship 2006 dan perunggu di BWF World Championship 2014. Namun sayang, langkah doi kali ini terhenti di 32 besar oleh Anders Antonsen dari Denmark.

8. Anthony Sinisuka Ginting (Rank 24)

via bwfbadminton.com
(Sumber: bwfbadminton.com)

Cowok kelahiran Cimahi yang merupakan keturunan Batak-Karo ini pernah peroleh medali emas SEA Games 2015 juga Asia Team Championships 2016. Kemudian, medali perak saat Thomas Cup 2016. Pada World Championship tahun ini, doi pun tumbang di 32 besar karena pemain India, Sai Praneeth B.

9. SDK (Rank 59)

via bwfbadminton.com
(Sumber: bwfbadminton.com)

Langkah Sony Dwi Kuncoro juga berhenti di 32 besar. Kini berusia 33 tahun, peraih medali emas Thomas Cup 2002 itu dikalahkan Chen Long, perwakilan Tiongkok yang melaju terus hingga semi final melawan Viktor Axelsen dari Denmark.

10. Lyanny Alessandra Mainaky (Rank 58)

via majalahouch.com
(Sumber: majalahouch.com)

Putri sulung pebulutangkis Rionny Mainaky, pelatih bulutangkis Jepang ini harus mengakui kehebatan Sun Yu, perwailan Tiongkok di 32 besar. Lawan yang mengalahkan jagoan tunggal putri Indonesia itu kemudian kalah sama Pusarla Sindhu, perwailan India yang kemudian dapet medali perak.

Yup. Emang kondisi Bulu Tangkis Indonesia lagi minim atlet cewek penerus yang bisa lolos ke BWF World Championship. Makanya, Yuk kamu bangkitin lagi semangat bulutangkisnya kayak masa Susi Susanti dulu. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.