Rabu, 14 November 2018

Genmuda – Menyambut Natal dan tahun baru 2019, Disney baru aja melempar film petualangan fantasi berjudul “The Nutcracker and The Four Realms”. Ceritanya diadaptasi dari dongeng karangan E.T.A. Hoffman yang berjudul ‘The Nutcracker And The Mouse King’ di tahun 1816.

Namun bukan Disney namanya kalo engga bikin film ini terlihat lebih wah buat ditonton sama semua anggota keluarga kamu. Secara garis besar filmnya menceritakan kisah cewek 14 tahun bernama Clara. Kemudian ia berusaha mencari kunci buat membuka hadiah telur faberge dari ibunya, Marie.

Petualangan fantasi

©Disney/2018

Bukan tanpa alasan kenapa Clara (Mackenzie Foy) diwariskan telur faberge oleh Marie (Anna Madeley) di malam Natal. Clara adalah seorang anak pemberani dan pintar. Didorong oleh rasa penasaran ia kemudian meminta bantuan Drosselmeyer (Morgan Freeman) untuk menemukan kunci telur faberge pemberian ibunya,

Tanpa disadari oleh Clara, pencarian kunci di malam Natal mengantarnya masuk ke dunia pararel. Di dunia itu pula mendiang ibunya pernah menjadi seorang ratu bagi keempat negeri bernama ‘The Four Realms’.

Saat masuk ke dunia aneh tersebut Clara bertemu dengan seorang tentara Nutcracker bernama Phillip Hoffman (Jayden Fowora-Knight). Kedatangan Clara disambut meriah oleh tiga penguasa dari The Four Realms. Mereka adalah Sugar Plum (Keira Knightley) penguasa negeri manisan, Hawthrone (Eugenio Derbez) penguasa negeri bunga, dan Shiver (Richard E. Grant) penguasa negeri salju.

Di balik kedamaian dan keindahan The Four Realms, ada pula satu negeri yang terlupakan, yaitu negeri mainan yang dijaga oleh tentara tikus yang dikuasai oleh pemimpin tirani Mother Ginger (Helen Mirren). Clara dan Phillip pun harus berjuang merebut kunci telur faberge yang dicuri oleh tentara tikus sekaligus mengembalikan keseimbangan keempat dunia.

Cerita yang biasa dengan efek yang memanjakan mata

©Disney/2018
©Disney/2018

Secara garis besar jalan cerita yang ditawarkan oleh film”The Nutcracker and The Four Realms” mungkin sering kamu temui dalam film-film fantasi Disney lainnya, kayak “Alice in Wonderland”. Bedanya jalan cerita film ini (red. nampaknya) sengaja dibuat gak terlalu rumit, malah justru biasa banget.

Konfliknya berjalan maju dan gak sedikit pula dialog maupun adegan  yang tidak membangun benang merah cerita itu sendiri. Sebagai contoh, Clara dijelaskan terdapat empat dunia yang kacau, namun petualangannya hanya fokus di negeri mainan, tanpa ada gambaran sedikitpun mengenai kekacauan yang terjadi di ketiga negeri lainnya itu seperti apa.

Wajar jika petualangan fantasi ini terkesan cari aman, meski berisi aktor-aktor hebat. Beruntung Disney dapat menutup kekurangan cerita film ini lewat visual efek yang epik untuk menggambarkan keindahan dunia “The Four Realms”.

Kesimpulan

©Disney/2018
©Disney/2018

Sebagai film keluarga, “The Nutcracker and The Four Realms” menawarkan pesan positif supaya selalu sayang keluarga dan pentingnya menjadi diri sendiri. Selipan humor yang ditawarkan juga mampu menutupi segala kekurangan yang penulis rasakan dari film ini.

Terlepas dari penilaian di atas Genmuda.com merasa “The Nutcracker and The Four Realms” terbilang kurang greget untuk sebuah film garapan Disney. Bukan artian jelek ya, akan tetapi setelah kamu keluar dari studio bioskop cerita filmnya seolah kurang berkesan buat diingat lagi.

Kalo Kawan Muda masih penasaran sama petualangan fantasi Clara, langsung aja tonton film ini mulai tanggal 2 November 2018 di sejumlah bioskop Indonesia. Selamat menonton!

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.