Selasa, 19 Maret 2019
HiburanMusik

Tercyduk! Album Baru Isyana, ‘Paradox’ Mau Diluncurin ke Pasar Asia Pasifik (Ini Para Produser di Baliknya)

©Genmuda.com/2017 TIMEkspresi girang Isyana saat luncurin album kedua di Jakarta, Rabu sore (27/9). ©Genmuda.com/2017 TIM.

Genmuda – Penyanyi pop tanah air, Isyana Sarasvati ngerilis album “Paradox,” Rabu (27/9). Album yang targetnya “GO International” itu terbilang Isyana Banget. Lirik lagunya murni berasal dari pengalaman pribadi.

Engga kayak beberapa lagu di album “Explore!” (2015) yang berasal dari curhatan temen dan khayalan. Di album ini, Isyana juga merangkap sebagai sutradara video klip lagu duetnya dengan Gamaliel GAC, berjudul “Terpesona.” Video tersebut rilis secara online Rabu malam.

Album kedua Isyana itu sebenernya udah rilis sejak 1 September, namun peluncurannya baru dilaksanakan di Jakarta, Rabu sore. Isyana hadir bersama perwakilan Sony Music, KFC, dan Jagonya Music dan Sport Indonesia (JMSI) selaku para distributornya.

Selain “Terpesona,” album yang berisi 10 lagu itu juga punya dua single yang rilis sebelumnya. Lagu “Anganku Anganmu” yang Isyana bawain bareng Raisa udah diputer 4,7 juta kali di Spotify. Sementara itu, lagu “Sekali Lagi” yang jadi OST film “Critical Eleven” dimainkam sebanyak lebih dari 2 juta kali di Spotify.

Go Internasional

©Genmuda.com/2017 TIM
Para Isyanation ngasih plakat ke Isyana sebagai ucapan selamat atas perilisan album kedua. ©Genmuda.com/2017 TIM.

Mahavira Wisnu Wardhana selaku Artist & Repertoir Sony Music Indonesia, di sela showcase singkat Isyana, bilang kepada Genmuda.com kalo album kedua Isyana targetnya dilambungkan hingga menembus pasar Asia Pasifik.

“Rencananya, dilakukan tahun 2018 untuk menembus beberapa negara Asia. Tahun ini, fokus pemasaran di Indonesia dulu,” kata cowok yang akrab disapa Inu itu. Namun demikian, albumnya engga ditargetin sampe Australia lantaran genre musik yang berkembang di sana beda.

Selain karena bakat dan prestasi Isyana, optimisme Sony Music di Asia itu muncul karena album kedua ini digarap dengan bantuan para produser The Kennel Music Swedia yang sempat lambungin sejumlah artis Korea Selatan.

Ngelibatin banyak musisi internasional

©Genmuda.com/2017 TIM
Isyana Sarasvati pamer CD album kedua doi bareng perwakilan Sony Music, KFC, dan JMSI. ©Genmuda.com/2017 TIM.

Sejumlah nama besar pun ikut terlibat projectnya, yaitu Hayden Bell yang merupakan Artist & Repertoir Sony Music Asia Pacific sekaligus dedengkot di The Kennel Music.

Ada pula multi-instrumentalist Olof Lindskog. Doi merupakan salah satu produser yang garap album Super Junior, Girls’ Generation, dan TVXQ. Dalam dunia musik, doi dikenal juga dengan nama panggung Olofpop.

Terus masih ada penyanyi Australia, Hayley Aitken yang pernah ngegarap project bareng Snoop Dogg, Ne-Yo, Adam Lambert, dan Solange. Lagu hits SNSD yang berjudul “All Night” adalah salah satu garapan doi.

Bromance Daniel Caesar & Ludwig Lindell (Caesar & Loui) juga bantu penggarapan album Isyana. Di Swedia, mereka merupakan duet multi talenta yang dikenal mengaransemen beberapa lagu hits Super Junior, Girl’s Generation, dan TVXQ.

Sosok Harry Sommerdahl juga ikutan. Doi juga dikenal di dunia musik sebagai penulis lagu “Ghost of Love” yang dibawain The Rasmus hingga lagu “Quincy” yang dibawain BoA.

Nama Internasional terakhir yang ikut penggarapan album “Paradox” adalah Cage & Oneye. Duo beat maker itu merupakan drummer sekaligus percussionist yang diandalkan Studio The Kennel untuk ngegarap musik pop biar nge-vibe.

Dari jajaran musisi lokal, adik kandung Rara Sekar ini berkolaborasi sama, Raisa Andriana, Andi Rianto, Alvin Witarsa, Brury Effendy, Rendy Pandugo, dan Gamaliel.

Sudut pandang Isyana

©Genmuda.com/2017 TIM
Ekspresi Isyana saat showcase singkat pada peluncuran album keduanya. ©Genmuda.com/2017 TIM

Isyana punya pesan yang terbilang filosofis di album barunya. Doi memandang kehidupan yang dia alami penuh sama paradoks (sebuah situasi yang berkebalikan .red).

“Semuanya tampak saling silang dan kontradiktif, baik secara global maupun lokal. Baik secara sosial maupun personal,” tutur Isyana. Situasi yang terbilang aneh itu sejatinya sulit dipahami secara utuh oleh kebanyakan orang.

Isyana lanjutin, “Kita sekarang hidup dalam globalisasi dengan prinsip universal, tapi juga fanatik terhadap identitas (lokal). Dua situasi yang saling bertentangan itu aku baca dengan kepribadian yang paradoks pula. Antara introvert dengan ekstrovert,” tutur Isyana.

Situasi paradoks itu pun doi rasain dalam perjalanan berkarya, terutama dalam repertoar di album ini. “Musiknya terdengar pop, tapi sekaligus klasik,” kata Isyana. Kebertolakbelakangan itu justru dipandang sebagai hal positif dengan menciptakan sebuah keseimbangan.

Liriknya pun demikian. “Ada bagian berbahasa Indonesia, tapi ada bagian yang berbahasa Inggris. Lagunya menuturkan emosi yang mewakili pengalaman dan karakterku. Namun, tetap sesuai selera penikmat musik beragam genre. Paradoks, kan?” kata Isyana.

Sebelumnya, album “Explore!” dirilis sekitar 2015 dan melahirkan lagu-lagu hits seperti “Tetap dalam Jiwa,” “Kau Adalah,” dan “Keep Being You.” (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.