Rabu, 20 Maret 2019
Hiburan

Tepat Hari Kebangkitan Nasional, Film Pendek Indonesia ‘Prenjak’ Berhasil Menang di Festival Film Cannes!

Wregas Bharuneja bersama pemain dan tim memegang sertifikat penghargaan (Foto: Twitter)

Genmuda – Sineas muda asal Indonesia, Wregas Bhatuneja, berhasil mengantongi film pendek terbaik di Semaine de la Critique Festival de Cannes 2016 di Prancis. Film pendek miliknya berjudul ‘Prenjak/In The Year of Monkey’ dianugerahi gelar The Leica Cine Discovery Prize hari ini, Jumat (20/5), waktu setempat.

Kategori tersebut merupakan gelar tertinggi dari Cinema de la Critic atau Critic’s Week Cannes untuk film pendek. Setelah ditayangkan sebanyak tiga kali sejak tanggal 15 Mei kemarin, hari ini pengumuman berlangsung dan Wregas beserta timnya berhasil mengharumkan nama Indonesia.

Kabar ini turun langsung dari Twitter pribadi Wregas yang kini masih berada di Prancis. “Prenjak mendapat penghargaan film pendek terbaik di Semaine de la Critique Festival de Cannes 2016,” tulisnya. “Teruntuk semua saudara, sahabat, dan keluarga kami di Indonesia. KAMI MENANG! Penghargaan ini untuk kalian semua”

Sebelumnya, Wregas bersama timnya, yaitu Ersya Ruswandono, Henricus Pria Adi Setiawan, Yohannes Budyambara, Rosa Putranti Winenggar tiba di Prancis pada 11 Mei lalu. Keesokan harinya, mereka langsung menghadiri malam pembukaan Cannes Film Festival yang telah terselenggara selama 55 tahun tersebut. Diputar pada tanggal 15 dan 16 Mei kemarin, dan di kritik langsung oleh sineas dunia, Prenjak berhasil menarik perhatian 300 penonton.

Menanggapi kabar ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan yang menerima laporan langsung dari delegasi Indonesia, turut menyambut kemenangan ini. “Penghargaan terbaik untuk film pendek ‘Prenjak’ di Prancis sangat membanggakan. Selain pertama kalinya Indonesia meraih penghargaan terbaik di Cannes, momentumnya juga bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei,” ujar Mendikbud Anies Baswedan, seperti diberitakan detik, Jumat (20/5).

“Semoga ini benar-benar menjadi sprit kebangkitan film dan kreatifitas Bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Prenjak sendiri mengisahkan sorang wanita bernama Diah yang membutuhkan uang dalam waktu yang cepat. Kemudian Diah menawarkan rekan kerjanya bernama Jarwo untuk membeli sebatang korek api dengan harga Rp 10.000. Dengan korek api yang dibelinya, Jarwo diperbolehkan melihat salah satu bagian dari tubuh Diah.

Dengan kemenangan ini, tentunya kepulangan Wregas dan tim akan menjadi satu hal yang harus dimeriahkan. Karena di balik sebuah kemenangan, tentunya ada perjuangan dan kerja keras yang telah dilewati Wregas dan tim. Selamat untuk Wregas Bhatuneja! Mari kita tunggu film selanjutnya dari sutradara asal Jogjakarta itu, Kawan Muda.

(sds)

Comments

comments

Bobi Brilyan Bastenjar
Valar Morghulis