Jum'at, 21 Februari 2020

Genmuda – Udah tau belom kalo 27 Juli 2016 bakal ada peraturan ‘plat kendaraan ganjil-genap’ yang gantiin peraturan ‘three in one’? Lebih tepatnya, peraturan itu berlaku di Jalan Medan Merdeka Barat, Thamrin, Sudirman, Sisingamangaraja, dan sebagian Jalan Gatot Subroto (simpang Kuningan sampai Gerbang Pemuda), DKI Jakarta.

Dengan begitu, tiap kendaraan berplat ganjil engga boleh masuk jalan-jalan itu ketika tanggal ganjil. Giliran kendaraan berplat genap bakal berlaku ketika tanggal genap. Angka 0 dianggap sebagai angka genap dalam peraturan ini.

Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Andri Yansyah yakin kalo peraturan ini bisa mengurangi 50,05% kendaraan di tanggal ganjil dan 49,95% ketika tanggal genap. Kalo berhasil, peraturannya bakal dipatenkan dan berlaku pada 30 Agustus 2016. Kira-kira bakal efektif engga ya peraturan ini buat mengurai kemacetan? Kita #TanyaKawanMuda yuk.

1. Giestavia (recruiter)

Giestavia
(Sumber: dok. Giestavia)

Menurut Giesta peraturan plat ganjil genap belum cukup efektif buat mengatasi kemacetan secara keseluruhan. “Macetnya paling cuma pindah dari jalan protokol itu ke jalan altenatif,” kata doi. Soalnya, peraturan itu engga berlaku selain di tempat dan waktu yang ditentuin. Doi juga prihatin dengan polisi yang bertugas. “Bisa juling tuh mata polisinya merhatiin segitu banyak plat nomor kendaraan,” kata cewek berusia 24 tahun ini.

2. Camelia Jonathan (freelance musician)

camelia jonathan
(Sumber: dok. Camelia)

Kalo boleh jujur, cewek yang punya codename CJ ini belom bisa memprediksi peraturan itu bakal efektif atau gagal total. “Menurut aku, engga apa-apa dicoba dulu. Toh peraturannya udah diwacanain dari dulu,” katanya.

Doi pun berharap kalo peraturan ini diiringi optimalisasi lain seperti peremajaan angkutan umum, menambah armadanya, memastikan keamanan penumpang, serta perbaikan pelayanan. “Tujuan akhir peraturan seperti ini kan bukan cuma mengurai macet, tapi juga ngubah kebiasaan lalu-lintas warga dan mengurangi polusi,” pungkasnya.

3. Jessica (pegawai bank)

ica 3 jpeg
(Sumber: dok. Jessica)

Cewek yang akrab disapa Ica ini juga kurang paham soal teknis penerapan peraturan ganjil-genap di DKI Jakarta. Meski begitu, doi paham kalo kendaraan roda empat engga boleh melintas di jalan protokol itu pada waktu-waktu tertentu.

“Gue yakin peraturan ini bakal efektif dan bakal banyak orang yang naik kendaraan umum. Kalo ada orang yang niat pakai plat palsu demi masuk ke jalur di luar jadwalnya mah itu urusan doi,” ujar cewek berusia 24 tahun ini.

4. Fitria Damayanti (pegawai swasta)

ade
(Sumber: dok. Fitria)

Penulis naskah iklan yang satu ini optimis peraturan ganjil-genap bakal efektif di DKI Jakarta. “Menurut gue sih bakal jadi salah satu cara mengurai kemacetan dan maksa orang buat naik kendaraan umum. Apalagi waktu jam sibuk,” kata cewek 23 tahun ini. Namun, doi mengakui kalo detil peraturannya belum dipahami.

5. Ramzi Haris (pegawai bank yang menjadikan Pokemon dan wanita sebagai prioritasnya)

ramzi
(Sumber: dok. Ramzi)

“Gue aja engga tau detil peraturan ganjil-genap itu,” kata cowok berusia 24 tahun ini. Engga mau ketinggalan info, doi pun langsung diskusikan peraturan ini ke atasannya di kantor. “Setelah sekarang ngerti, gue yakin peraturan ini bakal efektif karena lebih susah diakali daripada peraturan 3 in 1,” doi bilang begitu.

Kalo punya kendaraan banyak pun pemiliknya bakal rugi karena kena pajak lebih besar. Meski begitu, doi berharap peraturan itu berlaku di seluruh wilayah Jakarta agar makin efektif.

6. Dhanu Rachmat (mahasiswa)

dhanu
(Sumber: dok. Dhanu)

Seperti halnya Giesta, Dhanu agak pesimis soal peraturan ini. “Kalo diterapkannya cuma di deretan Thamrin doang mah engga ngefek. Yang ada malah macetnya pindah ke tempat lain. Kalau Jakarta mau menerapkan peraturan Ganjil-Genap, seharusnya jangan di daerah tertentu doang,” kata lelaki berusia 23 tahun ini.

7. Kharisma Tauhid (peneliti kekinian)

si moy
(Sumber: dok. Kharisma Tauhid)

“Sesungguhnya, kemacetan di Jakarta terjadi karena faktor geografi, demografi, dan tata kota. Peraturan itu cuma bikin masyarakat beradaptasi dengan cara lain. Misalnya, beli dua mobil yang platnya ganjil dan genap,” kata cowok berusia 25 tahun ini.

Menurut doi, cara paling tepat bikin Jakarta engga macet adalah dengan ngebagusin kualitas transportasinya. “Sekarang aja anak-anak muda gaul pada males naik angkutan umum. Ih. Ngapain naik bus,” ujar doi berusaha ngikutin pola pikir anak muda.

Kalo dari kata Kawan Muda di atas peraturan ini bakal efektif mengurai kemacetan. Tapi, cuma di jalan utama aja. Padahal, kemacetan Jakarta tuh merata hampir di semua jalan. Selain itu, sosialisasi peraturannya juga perlu digembar-gemborin lagi berhubung masih ada pengguna jalan yang engga paham.

Kalo menurut kamu, peraturan ini bakal efektif engga? Jangan lupa kasih pendapat kalian di bawah ya. Nanti kita godain. He-he. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.