Senin, 18 Februari 2019

Genmuda – Belakangan ini, para cowok kayaknya lagi pada senang melihara bewok nih, Kawan Muda. Dari yang tadinya berwajah mulus, sebagian mulai numbuhin kumis, jenggot, dan akhirnya keterusan deh sampai bewokan.

Kalau para cewek jaman sekarang lagi keranjingan bikin alis tebal nan cetar membahana kayak Cara Delevingne atau Lily Collins, para cowok justru lagi banyak yang susah payah buat numbuhin dan melihara bewok mereka biar hot kayak Aa Adam Levine. Inti kedua hal itu pun pada dasarnya sama, yaitu karena trennya memang lagi kayak gitu.

FYI, tren bewok mulai digandrungi para cowok di Tanah Air kira-kira mulai tahun 2014 yang lalu. Tren tersebut sebenarnya udah lama ada di negara lain, khususnya Amerika Serikat. Buktinya bahkan bisa kamu lihat lewat para model di sejumlah majalah pria.

Tapi, sebenarnya para cowok ngerasa penting engga sih buat punya wajah yang bewokan? Selain itu, benar engga sih para cowok melihara bewok murni karena penampilan doang? Well, dari pada tebak-tebak buah manggis, yuk kita #TanyaKawanMuda ke 10 cowok berikut ini:

  1. M. Zulfikar Pratama (Education consultant)
(Sumber: Dok. Ijul)
(Sumber: Dok. Ijul)

Cowok yang akrab disapa Ijul ini sebenarnya memang udah dari sananya (baca: faktor gen) bewokan. Tapi, doi ternyata risih dengan bewoknya itu dan lebih suka berwajah mulus tanpa bewok. Doi pun dalam sebulan biasa cukuran sekitar 3 sampai 4 kali.

Engga ketinggalan, Ijul nambahin pula kalau kemungkinan kayaknya cuma doi doang yang engga mau bewokan di keluarganya. “Saudara-saudara gue pengen [bewokan] sih. Mereka pengen kelihatan lebih macho dan cowok banget,” kata Ijul.

  1. Bagus Priyo Amanto (Mahasiswa)
(Sumber: Dok. Bagus)
(Sumber: Dok. Bagus)

Walau engga kayak Ijul yang memang udah punya bakat bewokan, Bagus sependapat sama Ijul soal lebih suka punya wajah yang “bersih dari bewok”. Menurut doi, penting atau engga melihara bewok ya balik lagi ke orangnya. Doi sih ngerasa engga penting, tapi doi ngelihat teman-temannya banyak yang mulai melihara bewok gara-gara lagi ngetren.

Meski begitu, Bagus sebenarnya udah pernah nyoba melihara bewok juga, Kawan Muda. “Susah tapi. Soalnya, lama kalo engga pakai obat bewok. Terus, pas udah mulai lebat gue ngerasa engga cocok gitu, makanya engga nyoba lagi,” ujar Bagus.

  1. Viddy Ranawijaya (Jomblo lulusan HI Unpad)
(Sumber: Dok. Vijay)
(Sumber: Dok. Vijay)

Kalau menurut cowok yang biasa dipanggil Vijay ini, yang namanya bewokan itu penting banget. “Buat gue sebagai orang yang agak overwhelmed (over-size), [bewokan] bisa jadi shading buat mengkamuflasekan wajah yang lebar dan nutupin double chin,” ungkap Vijay.

Vijay pun sekarang udah sekitar 9 bulanan melihara bewok, setelah sebelumnya sempat hampir setahun di 2012 sampai 2013. Soal berniat buat engga bewokan lagi, menurut doi kemungkinan itu ada, tapi masih lama. “Muka gue tuh yang paling cepet mengembang, tapi paling lama mengecil. Padahal, perut sama badan udah lumayan, jadi ya mungkin dalam beberapa bulan.”

  1. Fickry Zoelfisyahrin (Chef)
1456808550579
(Sumber: Dok. Fickry)

Lain halnya sama Fickry nih, Kawan Muda. Selain ngerasa kalau bewokan itu engga penting, doi juga ngerasa kalau bewokan itu justru nyusahin. “Kerja dihotel engga boleh ada bewok, engga rapi. Daripada cukuran mulu tiap hari, mending engga usah ada,” ujar Fickry.

Tapi, kalau misalnya di luar kerjaan, Fickry kepikiran engga sih buat bewokan? “Kalau dipikir-pikir lagi, gue engga mau bewokan, soalnya ribet. Gue juga engga ada gen bewokan.”

  1. Agnar Indra. P (Karyawan yang nyambi jualan baju)
(Sumber: Dok. Agnar)
(Sumber: Dok. Agnar)

Ditanya soal penting atau engga, Agnar ngerasa kalau bewokan itu engga penting-penting banget dan kembali lagi ke faktor gen. “Soalnya ‘kan ada cowok yang gennya engga banyak bulu, mau gimana coba? Kalau cowok yang gennya memang buluan, ya tergantung dia juga dia ngerasa cocok atau engga? Kalau cocok ya tumbuhin terus aja, kalau engga ya cukur,” jelas Agnar.

Agnar pun awalnya engga diniatin buat bewokan, cuma udah terlanjur dan kalau kata Raisa sama Kahitna ya “mau dikatakan apa lagi”. “Dulu tuh jaman SMA sampai awal kuliah gue cukuran mulu, tapi makin lama numbuhnya makin cepet. Terus, gue diemin aja dan kata temen cocok yaudah gue pelihara. Udah dari awal kerja ini disuruh cukur mulu, jadi mungkin potong rambut berikutnya gue akan cukur.”

  1. Engelbert Stefan (Mahasiswa)
(Sumber: Dok. Engel)
(Sumber: Dok. Engel)

Mirip sama Agnar, cowok bernama panggilan Engel ini ngerasa kalau bewokan itu engga penting dan ujung-ujungnya kembali ke faktor gen. “Setiap orang ‘kan gennya beda, ada yang bisa numbuh dan ada yang engga. Kecuali kalau engga punya bewok gue dikenakan pasal dan dihukum, itu baru penting,” ungkap Engel.

Selain itu, soal pengen bewokan atau engga, Engel juga ngakuin kalau doi engga pengen bewokan. Hal tersebut dipengaruhi sama faktor perawakannya. “Ngeri mungkin kalau gue kecil-kecil gini bewokan.”

  1. Adrian Riadi (Market researcher)

bulu

Wah, ternyata masih ada nih yang ngerasa kalau bewokan itu penting selain Vijay. Cowok yang biasa disapa Adri ini beranggapan kalau, “Cowok engga bisa pakai blush on, jadi [bewokan] buat contouring. Jadi, salah satu alasannya karena penampilan.”

Engga tanggung-tanggung, Adri ini udah sekitar 10 tahun loh melihara bewok. Saking udah lama dan jadi kebiasaan, doi malah jadi ngerasa aneh kalau engga bewokan. Doi bahkan engga pengen pisah dari bewoknya, “kecuali ada tuntutan pekerjaan yang memang engga memperbolehkan untuk bewokan”.

  1. Hebron (Ngakunya supir truk antarkota)
(Sumber: Dok. Ebon)
(Sumber: Dok. Ebon)

Menurut cowok yang biasa dipanggil Ebon ini, bewokan itu sebenarnya engga penting dan sekarang para cowok lagi demam bewok gara-gara pengaruh tren aja. “Kita kembali lagi ke masa lalu, kalau cowok bewokan tuh pokoknya laki banget dah, jantan banget kesannya. Kenapa cowok-cowok pengen bewokan? Karena kaum hawa jaman sekarang suka cowok bewokan lantaran artis favorit mereka bewokan,” kata Ebon.

Tapi, terlepas dari pendapat doi bahwa bewokan itu engga penting, Ebon sebenarnya masih pengen buat melihara bewok, Kawan Muda. “Sangat pengen, tapi engga bisa. Bulu di badan gue sedikit, jadi susah numbuhin bewok. Pengen beli obat penumbuh, tapi mahal.” (Curhat banget nih ceritanya?)

  1. Alvin Golfridson Sinaga (Mahasiswa)
(Foto: Dok. Alvin)
(Foto: Dok. Alvin)

Senada sama Ebon, Alvin juga ngelihat kalau bewokan itu engga terlalu penting. Cowok yang udah setahun melihara bewok ini beranggapan kalau, “Bewokan itu cuma buat penampilan aja, simpelnya sih supaya kelihatan ‘laki’.”

Alvin sendiri melihara bewok engga lain dan engga bukan ya demi penampilannya. “Biar kelihatan lebih jantan dan tua. Soalnya, kalau gue cukur gue kelihatan muda banget. Sama buat WIBAWA juga.”

  1. Dennis Destryawan (Jurnalis yang nyambi nge-band)
(Foto: Dok. Dennis)
(Foto: Dok. Dennis)

Engga jauh beda dari Bagus, cowok yang udah jadi dedengkotnya Bekasi ini juga ngerasa kalau melihara bewok itu bisa dibilang engga penting, “tapi tergantung selera orang”. Kayak [politikus] ‘kan macho tuh bewokan hahahaha,” kata Dennis.

Terlepas dari itu, Dennis sendiri sekarang ternyata lagi nyoba buat melihara bewok demi ngelepasin diri dari status jomblo loh. “Baru jenggot. Ini udah gue olesin Firdaus cuma belum numbuh. Bosen lihat muka gue sendiri hahaha. Barangkali bewokan jadi mirip [politikus]. Gue mau bereksperimen sama gaya, barangkali dapet cewek bondol.”

Nah, dari pengakuan kesepuluh cowok di atas, bisa disimpulin kalau melihara bewok itu sebenarnya engga begitu penting, tapi jadi kelihatan penting soalnya lagi ngetren. Tujuan utamanya pun memang buat penampilan, tapi lebih dari pada itu tujuannya adalah buat nunjukin sosok yang jauh lebih maskulin alias cowok banget.

Bukan cuma itu, sama kayak perasaan kamu ke mantan kamu yang engga bisa terus-terusan dipaksain, melihara bewok juga demikian. Kalau keluarga kamu memang engga punya bakat bewokan, mau engga mau kamu harus pakai obat khusus kalau kamu mau bewok kamu numbuh lebih cepat dan lebih lebat. So, gimana dengan kamu? (sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer