Kamis, 18 Juli 2019

Genmuda – Cerita cinta di bulan Februari masih belum kelar gaes. Soalnya masih ada film romcom garapan Angga Dwimas Sasongko yang siap menghibur kamu, “Buka’an 8.”

‘Bukaan 8’ merupakan kolabrasi dari tiga rumah produksi yakni Visinema Pictures, Chanex Ridhall Pictures, dan Kaninga Pictures. Bukan cuma itu, fim yang akan dirilis Kamis (23/2) ini juga diproduseri oleh Chicco Jerikho dan istri Angga, Anggia Kharisma.

Untuk urusan naskah Angga masih mempercayakan sosok Salman Aristo, yang pernah menulis skenario “Ayat-ayat Cinta” dan “Laskar Pelangi.” Jadi engga heran kalo film romcom perdana Angga ini siap menyajikan jalan cerita yang bikin kamu nyengir dan haru.

Kisah pasangan millennial yang sering dialami oleh banyak orang

©Visinema Picture
Lala Karmela dan Chicco Jerikho sebagai Mia dan Alam di film “Buka’an 8” ©Visinema Picture

Alam (Chicco Jerikho) dan Mia (Lala Karmela) adalah pasangan suami istri millennial tengah bimbang memikirkan biaya persalinan sang buah hati. Kondisi keuangan yang sulit diperparah dengan gagalnya mereka mendapatkan diskon dari rumah sakit. Bukan lantaran gengsi, keduanya cuma berusaha ngasih yang terbaik bagi anak pertama mereka.

Engga cukup dengan urusan duit aja, Alam sebagai seleb Twit terancam kena somasi akan ciutannya di dunia maya. Belum lagi restu kedua mertua, Abah (Tio Pakusadewo) dan Ambu (Sarah Sechan) kepada Alam masih terlihat sentimen. Keduanya merasa jika sang menantu kurang bisa bertanggung jawab sebagai suami yang baik. Di sinilah Alam berusaha menjadi sosok sentral sepanjang film demi menjadi sosok suami idaman bagi keluarga kecilnya.

Selalu ada jalan keluar di balik masalah

©Visinema Picture
Chicco Jerikho di film “Buka’an 8” ©Visinema Picture

Cobaan demi cobaan seolah engga berhenti menghampiri Alam dan Mia. Di sini Salman Aristo cukup berhasil memberikan tensi emosi yang cukup naik-turun buat penonton. Sesekali ada humor, sesekali juga penonton dibuat terharu. Mata pun akhirnya berkaca-kaca.

Bukan menyerah akan keadaan pasangan millennial ini pun berusaha bangkit dan mencari jalan keluar dari masalah yang sedang mereka hadapi. Dalam waktu 24 jam, Alam pun berusaha mati-matian mencari tambahan biaya persalinan, salah satunya adalah menjadi operator alat berat di proyek pembangunan gedung cuma bermodalkan tutorial di YouTube.

Meski kenyataan hidup emang engga segampang jalan cerita film, tapi “Buka’an 8” mampu mengemas pesan yang sangat berharga yaitu selalu ada jalan keluar bagi setiap masalah. Sebagai sutradara Angga cukup jeli menyelipkan beberapa kondisi politik di jaman sekarang yang juga punya pengaruh dalam kehidupan paling kecil, yaitu keluarga.

Segala intrik kehidupan rumah tangga seolah menjadi bumbu yang pas untuk jalan ceritanya. Wajar kalo akhirnya para anak muda yang udah berumah tangga bakalan ngena sama masalah-masalah yang ditampilin. Tapi bukan berarti yang belum nikah engga bisa nonton ya, banyak pesan menarik lainnya kok yang bisa kamu ambil dari film ini.

Pengalaman Angga dan Anggia

©Genmuda.com/2017 Fanny
Angga Dwimas Sasongko dalam Konfrensi Pers ‘Bukaan 8’ Senin 20/2) di Epicentrum, Jakarta ©Genmuda.com/2017 Fanny

Kepada Genmuda.com, Angga sebagai sutradara engga menampik kalo film ini mewakilkan pengalaman pribadinya dengan Anggia saat menunggu kehadiran sosok buah hati. Bahkan cowok kacamata itu ngaku kalo kondisinya sempet sama dengan Alam. “Waktu anak gue lahiran, keuangan gue lagi serba ngepas. Uang gue banyak abis di film “Surat dari Praha” pusing sih itu.”

Berangkat dari situ, Angga udah berhasil menumbuhkan nyawa dalam “Buka’an 8.” Emosi setiap karakternya bener-bener ngena buat penonton. Padahal baik Chicco dan Lala belum pernah menikah apalagi punya anak. Tapi chemistry keduanya memerankan sosok Alam dan Mia oke banget loh. Kalo engga percaya tonton aja filmnya di bioskop-bioskop kesayangan kamu! “Selamat menonton dan tertawa bahagia!”

 

Comments

comments

Al Fanny Panestika
Wannables, penyuka ice cream dan colak colek Nutela