Minggu, 24 Juni 2018
Hiburan

‘Surat dari Praha’ Dituduh Plagiat, Angga Dwimas Sasongko dkk. Angkat Bicara

Ahli dan Konsultan Hak Kekayaan Intelektual Prayudi Setiadharma, penulis naskah M. Irfan Ramli, sutradara Angga Dwimas Sasongko, Glenn Fredly, dan kuasa hukum Visinema Pictures M. Aris Marasabessy di acara jumpa pers klarifikasi film 'Surat dari Praha' di Filosofi Kopi, Senin (1/2) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Genmuda – Baru juga beberapa hari tayang di bioskop, film ‘Surat dari Praha’ ternyata udah menuai kontroversi aja nih, Kawan Muda. Film tersebut dituduh plagiat oleh Yusri Fajar, penulis buku kumpulan cerpen berjudul sama yang diterbitin di tahun 2012.

Menurut Yusri, film garapan sutradara Angga Dwimas Sasongko itu bukan cuma memiliki kesamaan judul, tapi juga kesamaan tema, ide cerita, dan poster dengan karyanya. Atas adanya berbagai kesamaan tersebut, dosen Universitas Brawijaya, Malang itu pun ingin agar dirinya memperoleh pengakuan dan apresiasi atas karyanya.

Angga nunjukin salah satu sertifikat hak cipta film 'Surat dari Praha' (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Angga nunjukin salah satu sertifikat hak cipta film ‘Surat dari Praha’ (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Namun demikian, pihak Visinema Pictures di sisi lain sangat nyayangin tuduhan plagiat yang dilayangin oleh Yusri. Mereka ngerasa sangat dirugiin atas pemberitaan secara sepihak tersebut, mengingat Yusri nyampein tuduhannya sebelum filmnya sempat dirilis di bioskop.

Seminggu lebih sebelum film dirilis di bioskop, saudara Yusri Fajar melontarkan tuduhan plagiasi. Klaim soal somasi yang dikirimkan kepada kami oleh saudara Yusri Fajar membuat kami merasa sangat dirugikan,” kata Angga di acara konferensi pers yang berlangsung di Filosofi Kopi, Senin (1/2).

FYI, masalah yang terdapat di antara film dan buku ‘Surat dari Praha’ tersebut sebenarnya udah sempat muncul ke publik sejak beberapa bulan yang lalu. Pihak Visinema Pictures bahkan udah pernah ngelakuin pertemuan sama Yusri di bulan Agustus 2015.

Terkait dengan pernyataan bahwa kami sudah melakukan pertemuan dengan saudara Yusri Fajar itu benar. Tapi, perlu digarisbawahi kalau pertemuan tersebut bukan untuk melakukan mediasi, bernegosiasi, atau meminta izin, tapi untuk mengklarifikasi bahwa film kami memiliki konten yang berbeda dengan buku saudara Yusri Fajar,” jelas Angga.

Aris Marasabessy selaku kuasa hukum pihak Visinema Pictures pun negasin kalau, “Pertama, kami hanya mengklarifikasi, bukan bernegosiasi. Kedua, saya juga sudah mengkonfirmasi kepada beliau [Yusri] pada bulan November atau Desember bahwa kami tidak dapat menerima permintaan beliau terkait apresiasi.”

Bukan cuma itu, pihak Visinema Pictures juga ngerasa kalau mereka punya legal standing yang kuat sesuai sama perundang-undangan Hak Cipta Republik Indonesia buat tetap ngelanjutin proyek film ‘Surat dari Praha’. Mereka udah dari jauh-jauh hari ngelakuin 3 pendaftaran merek ‘Surat dari Praha’.

Kami memiliki sertifikat hak cipta yang dikeluarkan oleh Ditjen HKI Kemenkumham dan telah mendaftarkan paten atas judul. Surat dari Praha di kelas 41 terkait dengan film Bioskop , kelas 9 terkait dengan Cakram Digital, dan kelas 16 terkait dengan Poster,” papar Angga.

Yang lebih menariknya lagi, sampai hari ini pihak Visinema Pictures ternyata sama sekali engga pernah nerima gugatan maupun somasi dari Yusri. Sebaliknya, justru merekalah yang udah nawarin mediasi, tapi ditolak oleh kuasa hukum Yusri. Mereka pun udah sampai ngirimin somasi balik ke Yusri dan kuasa hukumnya pada 22 dan 22 Januari yang lalu.

Glenn Fredly di acara jumpa pers klarifikasi film 'Surat dari Praha' di Filosofi Kopi, Senin (1/2) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Glenn Fredly di acara jumpa pers klarifikasi film ‘Surat dari Praha’ di Filosofi Kopi, Senin (1/2) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Sementara itu, Glenn Fredly selaku produser eksekutif dan produser musik film ‘Surat dari Praha’ sekaligus pihak yang namanya kerap disebut-sebut Yusri dalam tuduhannya bilang kalau dirinya sangat ingin berdiskusi sama Yusri. “Saya tidak kecewa, saya hanya menyayangkan kegegabahan beliau [Yusri]. Sampai hari ini saya belum bertemu beliau. Saya sangat berharap dapat duduk bersama dan berdiskusi dengan beliau.”

So, kira-kira bakal gimana ya kelanjutan masalah yang satu ini, Kawan Muda? Angga dan dkk. sih dalam beberapa hari ke depan katanya bakal ke Malang buat nobar ‘Surat dari Praha’ sekaligus nyoba buat diskusi sama Yusri. Kita doain aja deh semoga bakal ada win-win solution buat kedua belah pihak. (sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer