Senin, 18 Maret 2019

Genmuda – Hoax atau berita bohong kayaknya jadi sesuatu yang harus kita lawan selain teroris atau ajakan mantan untuk balikan. Isu politik dan sara jadi satu komuditas berita hoax yang paling santer disebar sama banyak orang.

Gak cuma di Indonesia aja gengs, di negara maju kayak Amerika Serikat aja hoax bisa aja terjadi. Lebih lanjut sebuah penelitian di negeri Paman Sam itu bilang kalo fenomena hoax gampang banget disebar dan dipercayai sama orang tua, bukan sama anak milenial.

Penelitian yang dilakuin sama firma bernama YouGov pada tahun 2016 setelah pemilu presiden. Mereka ngumpulin 3.500 orang yang berisi pengguna Facebook dan yang bukan pengguna tepat setelah pemilu selesai, yakni 16 November.

Kemudian YouGov meminta setiap peserta untuk mengisi data terkait pandangan agama dan politik, halaman yang mereka ikuti, dan hal-hal apa yang sering mereka posting di media sosial. Hasilnya cuma 8,5 persen dari mereka yang sering ngebagiin satu atau lebih, link, gambar, atau video berita hoax.

Terlepas dari latar belakang pendidikan, agama, dan sudut pandang politik, penelitian ini membuktikan kalo pihak yang gampang banget ‘kemakan’ sama berita hoax adalah orang tua. Usia di atas 65 tahun merupakan usia yang paling hobi ngeshare berita hoax entah itu lewat Facebook maupun aplikasi media sosial lainnya dengan total 76 persen.

Kategoria usia selanjutnya yang gampang percaya sama berita bohong berada di usia orang tua kita, yakni usia 45 hingga 65 tahun sebanyak 21 persen. Sedangkan pada usia 18-29 tahun hanya ada 3 persen yang percaya sama berita hoax.

“Ketika kami mengemukakan temuan usia berbanding lurus dengan penyebaran hoax, banyak orang berkata, ‘oh yeah, itu sudah jelas,'” kata Andrew Guess, salah satu peneliti yang juga seorang ilmuwan politik di Universitas Princeton.

Hipotesanya?

via: giphy

Studi ini emang gak menyelidiki alasan kenapa orang tua rentan banget percaya sama berita hoax dan nge-sharenya lagi. Tapi para peneliti punya hipotesa bahwa kurangnya literasi digital menjadi akar masalah kenapa banyak orang tua gampang percaya sama hoax tanpa melakukan proses kroscek lebih dulu.

Meski gak ada anjuran dari Guess, Genmuda.com percaya kalo hoax bisa dilawan selama Kawan Muda juga bisa ikut berperan serta memberikan literasi digital kepada orang tua. Bukan terkesan sotoy atau menggurui ya, cukup lawan berita hoax di Facebook atau grup WA keluarga dengan berita yang lebih valid dan bisa dipercayai kebenarannya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.