Rabu, 14 November 2018

Genmuda – Tahun lalu pakar teknologi percaya pekerjaan kreatif enggak bakal bisa digantiin robot. Pendapat itu mendadak jadi berita basi sejak meluncurnya kecerdasan buatan khusus pembuat naskah iklan, sekitar Juli 2018.

Perusahaan e-dagang Tiongkok, Alibaba luncurin AI penulis itu lewat divisi digital marketing mereka, Alimama. Setelah dites, kecerdasan buatan itu mampu ciptain 20.000 baris naskah iklan dalam 1 detik.

Memperhitungkan proses kreatif, waktu pengetikan, dan proses penyuntingan, satu tim kreatif divisi marketing communication (manusia semua) belum tentu sanggup ciptain segitu banyak baris naskah iklan dalam waktu satu detik.

Alimama: AI membantu kerjaan pedagang

via istimewa
(Sumber: Istimewa)

“Sejak detik ini, AI akan membantu mengerjakan tugas pembuatan naskah iklan yang biasanya menyulitkan para pedagang,” terang Christina Lu, General Manager Alimama dikutip thejakartapost.com, 6 Juli lalu.

AI itu juga bakal mengubah cara pembuatan naskah iklan. Pedagang tinggal memilih rangkaian kata atau kalimat yang disarankan AI supaya cocok dalam promosiin dagangan.

“Sebelum ada mesin itu, naskah iklan harus dipikirkan masak-masak tiap barisnya. Kini, pedagang tinggal memilih rangkaian kata yang cocok saja,” tambah Alimama.

Lebih menyeramkannya lagi buat para pekerja marketing communication, hasil naskah tersebut udah lolos Tes Turing. Tes tersebut dibuat Alan Turing sekitar 1950 buat membedakan interaksi yang dibuat manusia dari AI.

Lolosnya AI buatan Alimama menandakan mesin zaman sekarang bisa ciptain karya persuasif dan informatif dengan kualitas layaknya manusia.

Mesinnya belajar dari mana?

via written.com
(Sumber: written.com)

Naskah yang disarankan AI itu diperoleh berdasarkan “ilmu” yang dipelajari dari Tmall dan Taobao, anak perusahaan Alibaba dan Alimama. Di situs edagang itu, sudah terdapat jutaan contoh naskah iklan buatan manusia untuk dipelajari AI.

“Semua karya AI Copywriter adalah hasil dari deep learning terhadap banyak karya buatan manusia,” tambah Christina Lu. “Jadi, manusia memiliki ruang untuk lebih mengeksplorasi kreativitasnya,” imbuhnya.

Bukan cuma tahap demo, AI Copywriter udah dipakai brand garmen, seperti Esprit dan Dickies. Kedua perusahaan itu mampu mengubah nuansa naskah iklan hanya dengan memerintahkan AI supaya lebih “berpromosi, terdengar menyenangkan, atau puitis.”

Apakah para penulis “aman”

via Istimewa

Dari omongan Christina Lu, bisa disimpulin bahwa mesin buatannya cuma bisa menciptakan naskah iklan berdasarkan teknik, kata, dan frasa yang telah diciptain manusia.

Misalnya kamu berniat jadi penulis naskah iklan atau mendalami dunia marketing communication, artinya kamu HARUS menghasilkan teknik baru atau naskah yang benar-benar asli kalo gak mau dikalahin mesin tersebut.

FYI aja, dalam konteks dagang, naskah iklan (copywriting) tuh bukan sebatas dialog yang biasa kamu tonton di iklan televisi. Deskripsi produk, caption instagram, atau konten infografis juga bisa termasuk kategori copywriting. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.