Jum'at, 17 November 2017
Gaya HidupKesehatan

Sering Pake 3 Filter Kayak Gini di Instagram? Bisa Jadi Kamu Butuh Bantuan Psikolog

via: Twitter(Sumber: Twitter)

Genmuda – Dikit-dikit selfie, dikit-dikit fotonya diedit, dikit-dikit diupload, dikit-dikit followers dan likes ikutan nambah. Gitu deh ritual rutin pengguna media sosial Instagram.

Sebagai salah satu sosial media kekinian yang lekat sama anak muda, Instagram emang berubah dari media sosial menjadi media kreatif yang berguna untuk cari temen dan cari duit. Otomatis goals kayak tadi perlu ditunjang sama hasil foto yang ciamik.

Kawan Muda udah tau dong kalo Instagram juga udah menyediakan filter-filter yang pas dengan kebutuhan kita. Biarpun bisa kasih efek kece, ternyata filter di Instagram juga bisa mengungkapkan kesehatan jika kamu.

Tunggu, gimana deh maksudnya?

via: Giphy

Iya, sebuah studi dari EPJ Data Science bulan Agustus lalu menunjukan bahwa semakin banyak postingan foto berwarna gelap di akun Instagram menunjukan seberapa depresinya seseorang.

Foto dengan efek gelap yang dimaksud dalam penelitian tersebut juga merujuk pada penggunaan 3 filter Instagram, yaitu Slumber, Lo-Fi, dan Inkwell.

Lebih rinci, penelitian ini melibatkan 43.950 foto Instagram dari 166 orang yang bersedia menceritakan riwayat kesehatan mereka. Hasilnya, setengah dari peserta mengaku pernah mengalami gangguan kesehatan mental mereka.

Akurasinya mencapai 70 persen, loh!

via: tumblr

Guna mendapatkan data lebih lengkap, foto-foto Instagram peserta kemudian dimasukan pada suatu program komputer. Peserta yang pernah mengalami depresi lebih cenderung memposting gambar yang lebih gelap, lebih biru, dan cendrung memilih filter hitam-putih.

Sebaliknya orang-orang tanpa depresi lebih cenderung memposting gambar yang lebih cerah dengan warna filter lebih hangat dan terang. Lewat cara ini pula para peneliti mampu mengidentifikasi seseorang dengan diagnosis depresi sebelumnya, dengan nilai akurasi 70 persen.

“Cara ini bisa menjadi metode baru untuk mengetahui gejala depresi dan penyakit mental lainnya secara lebih dini,” terang Chris Danforth dalam laporan studinya itu.

Sebelumnya, sebuah studi juga menunjukan kalo Instagram menjadi media sosial nomor satu yang mengancam kesehatan mental penggunanya. Studi itu menyebutkan kalo keseringan main Instagram menghasilkan dampak depresi, karena adanya risiko bullying dan kecemasan dari fenomena panjat sosial.

Saran dari Genmuda.com sih, mendingan mulai sekarang batasi deh diri kamu sama medsos. Tapi kalo kamu kerja sebagai social media specialist atau semacamnya ya gak apa-apa juga sih. Kalo kebanyakan protes nanti gak digaji lagi. *sedih.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.