Kamis, 22 Agustus 2019

Genmuda – Nonton tv sebelum tidur kayaknya udah jadi kebiasaan banyak orang di kota-kota besar. Bahkan gak sedikit di antara kita yang sering ketiduran saat nonton tv di malah hari, apalagi kalo begadang nonton bola. Yakan?

Kalo misalnya Kawan Muda juga punya kebiasaan kayak gitu, sebaiknya kamu harus hati-hati gengs. Selain bisa bikin boros dan tagihan listrik ngebengkak, tidur dengan keadaan tv masih menyala ternyata punya efek samping bagi berat badan kamu.

Kok bisa gitu?

Orang-orang yang sering tidur dalam keadaan tv menyala cenderung memiliki resiko obesitas. Buat cewek paparan cahaya buatan di malam hari akan berakibat pada kenaikan berat badan hingga obesitas selama lima tahun ke depan, menurut sebuah penelitian yang melibatkan 44 ribu orang di dunia.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal JAMA Internal Medicine, AS, menunjukan bahwa tidur tanpa layar atau lampu di malam hari bisa menjadi cara lain untuk menurunkan berat badan hingga obesitas kritis, kata peneliti masalah tersebut.

Para peneliti dari National Institute of Environmental Health Sciences di AS melibatkan 43.722 wanita dalam penelitian ini yang berusia 35 – 74 tahun, selama limat tahun belakangan. Para wanita tersebut kemudian memberikan informasi terkait bahwa berat badan mereka, Indeks Massa Tubuh (IBM), dan setiap paparan cahaya buatan di malam hari.

Hasilnya, mereka yang lebih sering terkena paparan dari cahaya buatan di malam hari sangat berkaitan dengan peningkatan risiko berat badan dan obesitas, dibandingkan dengan mereka yang jarang terpapar cahaya buatan saat tidur.

Hasilnya mereka yang tidur dalam keadaan lampu dan tv di ruangan yang masih menyala punya kemungkinan 17 persen untuk kenaikan berat 5 kilogram atau lebih dalam lima tahun ke depan. Sedangkan, 22 persen dari mereka juga punya kecenderungan mengalami kelebihan berat badan dan 33 persen cendrung mengalami gejala awal obesitas.

“Hasil ini menunjukkan bahwa paparan cahaya buatan pada malam hari saat tidur dapat menjadi faktor risiko kenaikan berat badan dan pengembangan kelebihan berat badan atau obesitas.” kata peneliti.

Seolah memperkuat penelitian tersebut, Profesor Malcolm von Schantz, dari University of Surrey, mengatakan bahwa temuan ini sangat masuk akal secara biologis. Menurutnya cahaya buatan di malam hari akan menunda jam tidur di tubuh kita.

“Kita tahu dari penelitian ini bahwa cahaya pada malam hari memengaruhi metabolisme kita dengan cara yang konsisten dengan peningkatan risiko sindrom metabolik.” kata Malcolm.

Sama halnya dengan layar smartphone, layar tv juga punya resiko yang lebih besar dalam kenaikan berat badan karena mengganggu waktu tidur kita. Oleh sebab itu, dari temuan tersebut Malcolm menyarankan kita buat menjaga kebersihan tidur yang baik dan menghindari gangguan cahaya dari barang-barang elektronik di kamar tidur.

Eits, ini juga berlaku buat Kawan Muda yang cowok, ya!

Comments

comments

Fiany Intan Vandini
The youngest reporter on the 2nd floor of Gen Muda Office.