Sabtu, 20 April 2019

Genmuda – Dalam peribaratan teknologi, otak merupakan prosesor yang jauh lebih luas daripada kerja chip komputer tercanggih sekalipun. Lain dari prosesor atau kecerdasan buatan (AI) yang fungsinya terbatas buat tugas-tugas tertentu, otak manusia bisa berpikir bebas, berkhayal, dan berlogika sekaligus.

Salah satu organ penting ini sayangnya suka ‘koslet’ yang bikin orang suka telat mikir alias telmi atau gagal paham. Penyebabnya bukan karena bawaan lahir melainkan dari pola hidup yang engga sehat.

Terus pola hidup gimana ya yang bermanfaat buat nambah kemampuan otak seseorang? Berikut ini merupakan tips yang Genmuda.com himpun dari beberapa sumber. Semoga aja bermanfaat buat bikin kamu makin smart karena ‘smart is the new sexy.’

1. Rutin makan makanan laut

via wikipedia.com
(Sumber: wikimedia common)

Salmon, tuna, kod, dan halibut (ikan pecak) merupakan jenis ikan yang banyak mengandung asam lemak Omega-3. Riset Pusat Kesehatan Universitas Maryland Amerika Serikat, Jumat (12/8) bilang kalo asam lemak itu sangat bermanfaat buat meningkatkan kemampuan kognitif otak, alias kemampuan mengingat dan performa otak secara keseluruhan.

2. Rajin mengonsumsi B6, B12, dan Asam Folat

via blendcentralmn.org
(Sumber: blendcentralmn.org)

Selain berfungsi mencegah penyakit beri-beri, Vitamin B juga bermanfaat besar buat mencegah penyusutan dan perubahan fungsi otak atau dementia. Pakar nutrisi AS Mercola lewat situsnya, Maret lalu bilang kalo Asam Folat (bentuk sintetis Vitamin B9), Vitamin B6, dan B12 sangat dibutuhin.

“Gangguan mental tertentu dan sulit mengingat bisa jadi indikasi seseorang kekurangan Vitamin B12,” tulis Mercola di situsnya.

Dokter seleb itu juga bilang kalo Omega-3 dan Vitamin B merupakan kombinasi makanan yang paling bagus buat otak. Sayuran hijauh, kacang-kacangan, ikan, ayam, telur, dan susu merupakan jenis makanan yang kaya vitamin ini.

3. Olahraga minimal 20 menit sehari

via AP
(Sumber: AP Photo/Elaine Thompson)

Desember 2015 lalu, Genmuda.com pernah bilang kalo rajin berlari bisa bikin otak lebih berkualitas. Olahraga selama 20 menit pun cukup kalo kamu emang engga banyak waktu senggang. Kalo engga mau rugi, kamu bisa ngelakuin yang namanya high intensity training macam sprint, push up, pull up, sit up dengan cepet banget.

Berolahraga fisik pun bikin kamu secara engga langsung udah senam otak. Soalnya anggota tubuh kamu kan digerakin oleh organ di dalam tengkorak kamu. Intinya, olahraga bikin kamu kuat, berbadan seksi, dan punya otak encer.

4. Cukup tidur

tragedi anak kos di bulan puasa_7
(Sumber: katib75.wordpress.com)

Russel Foster, ilmuwan yang meneliti soal tidur bilang kalo manusia pada dasarnya butuh 6 hingga 9 jam buat tidur tiap hari. Dalam video yang dipublikasiin lewat situs Brain Facts.org, September 2015, Foster nyaranin anak muda buat cukup istirahat dan mengurangi kehidupan malamnya. Yah, meski demikian tetep aja banyak anak muda yang memilih buat begadang atau ngerasa cukup tidur 4 jam sehari. Iya kan?

5. Ikut volunteer

via Merdeka.com
Relawan ganteng dan cantik lagi beraksi. (Sumber: merdeka.com)

Depresi punya efek bola salju yang bikin otak tertekan dan akhirnya rusak. Selain ikut terapi atau konseling, depresi bisa dilawan dengan jadi relawan. Situs Prevention, November 2011 bilang kalo itu bisa ngebuat orang nemuin arti hidupnya. Ketika itulah, perasaan depresi bakal terganti dengan bahagia.

6. Nyobain hal baru

(Sumber: Tumbrl)
(Sumber: Tumbrl)

Ketika kamu ngelakuin hal yang belom pernah kamu lakuin sebelumnya, tubuh secara otomatis bakal ngebuat hubungan antar syaraf-syaraf otak yang sebelumnya engga pernah terhubung. Makin banyak hubungan antar syaraf, makin berkualitas pula otak kamu menurut situs Prevention kala itu.

Menghubungkan syaraf itu butuh energi yang luar biasa loh, gaes. Karena itu lah kamu secara alami bakal ngerasa kesulitan hingga kelelahan ketika belajar hal baru. Meski begitu, efek jangka panjangnya bakal sangat baik buat otak.

7. Rajin baca

baca buku dong 2
(Sumber: bustle.com)

Keterhubungan antar syaraf otak itu juga bisa kamu rangsang dengan banyak membaca loh, gaes. Situs Open Education Data Base (OEDB), Januari 2013 bilang kalo jenis buku yang beda bakal bikin otak bekerja dengan cara beda pula.

Buku novel atau bacaan ringan lain misalnya bisa bikin darah mengalir lancar ke bagian-bagian otak. Sementara baca buku penelitian, literatur, atau ‘buku berat’ bisa mengasah kemampuan kognitif otak di bagian tertentu, sesuai dengan subjek yang dibacanya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.