Minggu, 22 Oktober 2017
Gaya HidupPiknik

Selain Rumah Hantu Pengabdi Setan, Ini Wisata Mistis Lainnya yang Harus Kamu Kunjungi

via Istimewa(Sumber: Istimewa)

Genmuda – Netijen tanpa ragu “menyelewengkan” poster “Pengabdi Setan” (2017) dari seram jadi kocak parah. Meme yang bikin perasaan antara takut dan ngakak itu mendadak rame layaknya hantu yang meneror Tara Basro dan para cast film.

Pada saat bersamaan, sebuah agen perjalanan Bandung bareng komunitas fotografi makhluk gaib bikin open trip ke rumah angker yang Sutradara Joko Anwar jadiin lokasi syuting itu. Dengan biaya 475 ribu, sebanyak 20 peserta diajak jelajahi angkernya kawasan terebut dari siang sampe jam 2 dini hari.

Dengan keterlibatan penggila mitos, urban legend, dan “pemburu hantu,” acaranya udah pasti pecah. Namun, harga dan kuota pesertanya  yang dipermasalahkan. Biaya keikutsertaannya terbilang gede dan kuota pesertanya terbilang dikit mengingat Pengabdi Setan lagi hype banget.

Kamu yang gak kebagian trip itu gak usah sedih. Soalnya, banyak banget lokasi angker di Indonesia yang gak kalah nyeremin dari rumah yang terletak di Pangalengan, Bandung itu. Misalnya aja, beberapa tempat ini.

6. Menara Air Universitas Indonesia, Depok

via Istimewa
Bangunan dasar Menara Air UI. (Sumber: Istimewa)

Setiap mahasiswa Universitas Indonesia di Depok paham betul sama urban legend ini. Sebagian besar bahkan sampe mengadakan ekspedisi kecil-kecilan tengah malam (bukan berdasarkan pengalaman pribadi).

Hawa tempat itu emang beda banget, sih. Meski ada penerangan pun, lokasinya bikin anak-anak berotot jadi sekut. Sebagian bahkan sampe dikunjungi penghuni area yang kemudian gak mau pergi. Bye!

5. Gunung Salak, Bogor

via inisayadanhidupsaya.wordpress.com
Anak-anak Mapala lagi naik Gunung Salak. (Sumber: inisayadanhidupsaya.wordpress.com)

Gunung Salak aneh banget. Sebagai area yang gak terlalu tinggi di Pulau Jawa, gunung ini menelan banyak korban. Sejak 2003, senggaknya, ada enam kecelakaan udara terjadi karena nabrak gunung. Jadi, marilah kita mendaki Gunung Salak saat Malam Jumat dan bersiaplah bertemu dengan kejadian mistis.

4. Tana Toraja, Sulawesi Selatan

via istimewa
Lereng pemakaman di Tana Toraja. (Sumber: Istimewa)

Jangan banyak mikir. Siapin bujet, mental, dan temen jalan, lalu cus ke Tana Toraja Sulawesi Selatan. Masyarakat adatnya punya ritual pemakaman yang megah selama 11 hari dengan mengurbankan lusinan kerbau. Persiapannya bisa sampai bertahun-tahun.

Selama menunggu prosesi pemakaman, jasad orang meninggal dibiarkan tinggal di dalam rumah. Kebudayaan sana percaya kalo seseorang baru benar-benar meninggal setelah dimakamkan.

Jadi, jasad yang di rumah diperlakukan layaknya masih hidup. Yang bersangkutan diberi makan, didandani, dan kadang diajak jalan ke luar rumah.

3. SMA 1, 3, dan 4 di Kompleks Tugu Malang

via kaskus.id
(Sumber: kaskus.id)

Tentara-tentara penjajah Jepang membangun sebuah lorong yang menghubungkan beberapa titik di kawasan Malang dengan stasiun kereta api dan kantor gubernur. Entah berapa banyak budak dan tentara pelarian tewas di lokasi tersebut.

Kejadian angkernya berimbas sampe sekarang, ketika kawasan tersebut dibangun hingga jadi Kompleks Tugu. Beberapa titik di lantai SMA 1, 3, dan 4, tiga sekolah yang berdiri di lokasi tersebut, selalu dikotori noda bekas darah. Meski lantainya diganti, noda itu tetap ada.

Jangankan malem-malem. Penampakan bahkan sering terjadi saat matahari masih ganas di atas langit.

2. Desa Trunyan di Bali

via flickr.com
Ini tempat “pemakaman” jasad di Desa Trunyan, Bali. (Sumber: flickr.com)

Peringatan keras buat siapapun yang berjiwa lemah. Desa Trunyan bukanlah tempat untuk kamu para penakut. Bahkan orang-orang yang adem-adem aja saat nonton Pengabdi Setan mungkin merinding saat berkunjung ke Trunyan.

Di desa itu, jasad warga desa yang meninggal gak dikremasi atau dikubur. Melainkan, dibiarin membusuk dalam sekat-sekat bambu yang terpasang di sekitar pohon trunyan. Aroma busuknya gak tercium karena terhalang wangi Trunyan.

1. Rumah Gurita di Bandung

via grya.co.id
(Sumber: grya.co.id)

Lokasi yang paling cocok gantiin “Rumah Ibu di Pangalengan” sih udah pasti Rumah Gurita di Bandung. Kondisinya yang tak terawat di tambah ada patung gurita raksasa di atasnya memunculkan bermacam spekulasi.

Rumornya, rumah itu merupakan tempat para pengabdi setan, sebuah tempat yang jadi saksi bisu berbagai ritual asusila sekte menyimpang tersebut. Gedung yang dikelilingi rumah itu kabarnya cuma bisa diakses dari Rumah Nomor 6 yang ada di dekatnya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.