Selasa, 19 Maret 2019
Hiburan

Sebelum Nonton ‘Wonderful Life,’ Simak Dulu 10 Fakta Menarik Ini

©Genmuda.com/2016 TIMki-ka: Atiqah Hasiholan, Sinyo, dan sutradara Agus Makkie sedang menjawab pertanyaan wartawan sambil bercanda waktu konferensi pers film 'Wonderful Life' di Jakarta Pusat, Senin (10/10). ©Genmuda.com/2016 TIM

Genmuda – Film ‘Wonderful Life’ telah selesai tahap produksi dan kini siap diputer di sekitar 90-an layar sinema seluruh Indonesia. Film ini merupakan satu lagi karya adaptasi dari sebuah buku best seller karya penulis Tanah Air.

Film ini rencananya rilis ke publik pada 13 Oktober 2016. Salah satu produser filmnya, Handoko Hendroyono optimis filmnya bisa ditonton 600 ribu – 800 ribu penonton dalam waktu sebulan. Kini, timnya sedang fokus menambah layar pemutarannya.

Sementara itu, Amalia Prabowo yang menulis novelnya bilang kalo doi bahagia dengan hasil garapan sutradara Agus Makkie. “Baru mulai filmnya saja mataku sudah berlinang air mata,” kata dia kepada wartawan yang hadir di pemutaran dan konferensi pers film ‘Wonderful Life’ di Senayan City, Senin (10/10).

Film ini juga dapet respon positif dari perwakilan penerbit KPG dan Sari Ayu yang jadi sponsor loh, gaes. Kenapa film ini bisa segitu berkesan? Berikut inilah fakta-fakta yang jadi alesannya:

1. Pemeran utamanya dipilih penulis dan produsernya

©Genmuda.com/2016 TIM
Ki-ka: penulis Amalia Prabowo, produser Handoko Hendroyono, dan penulis naskah Jenny Jusuf sewaktu konferensi pers. ©Genmuda.com/2016 TIM

Film dan buku ‘Wonderful Life’ berasal dari kisah nyata yang terjadi di kehidupan Amalia Prabowo berdamai dengan kondisi anaknya, Aqil yang mengalami disleksia dan autisme ringan.

Kondisi keluarga Amalia makin rumit ketika Aqil hanya baik dalam pelajaran menggambar dan olahraga di sekolah. Aqil pun dikisahkan lebih suka menggambar daripada membaca. Untuk memerankan sosoknya, Amalia dan Handoko yakin Atiqah Hasiholan merupakan artis yang cocok.

2. Mirip banget sama umi-nya Akil

©Genmuda.com/2016 TIM
Ki-ka: Handoko Hendroyono, Amalia Prabowo, penulis naskah Jenny Jusuf, Atiqah Hasiholan, Sinyo, Agus Makkie, dan Rio Dewanto. ©Genmuda.com/2016 TIM

“Dia punya pembawaan yang pas dan perannya di dalam film sangat menggambarkan perilaku orangtua anak yang berkebutuhan khusus,” kata Amalia kepada Genmuda.com sebelum konferensi pers.

Aqil juga bilang kayak gitu. “Akting mbak Atiqah di film mirip sekali dengan umi waktu masih suka marah-marah dulu,” kata Aqil kepada Genmuda.com setelah koferensi pers. Mantaplah pilihannya tepat.

3. Casting mencari pemeran Aqil

Sementara itu, pemeran Aqil di film itu baru bisa terpilih setelah tim produksi mengadakan casting dan hunting ke sejumlah daerah. “Castingnya cukup lama dan cukup berat juga hingga akhirnya kami memilih Sinyo sebagai artis cilik yang cocok,” kata Rio Dewanto, salah satu produser film ini.

4. Film perdana Rio Dewanto sebagai produser

©Genmuda.com/2016 TIM
ki-ka: Handoko Hendroyono dan Rio Dewanto berfoto sebelum memulai konferensi pers. ©Genmuda.com/2016 TIM

Rio Dewanto udah cukup lama nampil di layar lebar sebagai pemeran, namum baru kali ini doi jadi produser yang kerjanya di balik layar. “Saya bergabung jadi salah satu produser setelah mas Handoko dan Angga Dwimas Sasongko. Bisa dibilang, saya produser yang paling terakhir masuk tim,” ujar doi.

Doi juga bilang kalo keputusannya merupakan tonggak baru kariernya di dunia film. “Saya ga mau begitu-begitu saja. Butuh memutar otak untuk cari pengalaman baru dan mengembangkan karir di dunia entertainment,” ujar doi.

5. Film panjang perdananya Agus Makkie

Bagi sutradara Agus Makkie, ‘Wonderful Life’ juga jadi kali pertamanya terlibat produksi film panjang. Sebelum ini, nama Makkie telah dikenal sebagai sutradara iklan atau video klip.

“Saya merasa tertantang untuk membuat film panjang dengan tema keluarga yang jarang ada di Tanah Air seperti ini,” katanya. Doi juga bilang kalo filmnya dibuat ringkas dan ga bertele-tele seperti halnya doi bikin video-video marketing.

6. Cuma ngambil satu bagian dalam novel

©Genmuda.com/2016 TIM
Angga Dwimas Sasongko sedang menjawab pertanyaan wartawan. ©Genmuda.com/2016 TIM

Film panjang ini ternyata cuma diadaptasi dari satu bagian kecil dalam novel noh, gaes. Yaitu, bagian ketika Amalia dan Aqil traveling ke daerah-daerah sebagai bentuk terapi psikologis bagi Aqil yang berkebutuhan khusus.

“Jadi, film ini bukannya copy-paste novel yang difilmkan. Melainkan, sebuah interpretasi baru berdasarkan kisah yang ditulis Amalia,” kata Produser Angga Dwimas Sasongko.

7. Target utamanya adalah ibu-ibu

Berhubung film ini full nyeritain suka-duka dan intrik hubungan ibu-anak, Produser Handoko ga memungkiri kalo target penontonnya merupakan ibu-ibu. “Saya optimis film ini bisa diminati karena ibu-ibu punya kemampuan mengajak yang baik,” ujar Handoko.

Doi berharap, alur cerita dan akting pemeran filmnya bisa terasa natural sehingga penontonnya ngerasa deket sama film ini. “Saya yakin. Hingga kini optimisme saya masih besar sekali,” ujarnya.

8. Filmnya akan diputer di Belanda

Optimisme Handoko itu juga didasari fakta lain. Doi dan timnya diundang Kedutaan Besar RI di Belanda buat muterin film itu di sana. Menurut dia, KBRI berminat memutar filmnya karena ada pesan dan isu nyata yang diangkat di film ini.

9. Semua gambarnya bakal dipamerin

Terakhir, Amalia berencana kembali memamerkan gambar-gambar anaknya yang baru dan yang diliatin dalam film setelah promosi filmnya kelar. Sejak kecil, Aqil sering menggambar entah itu di tembok, kertas, atau di manapun dia bisa.

“Rencananya pamerannya diadakan 2017 nanti. Tahun ini kami tidak bisa membuat pameran seperti 2015 lalu karena sedang fokus produksi dan promosi film,” kata Amalia. Semangat, mbak! Ditunggu banget pamerannya.

10. Aqil mau bikin studio sendiri

©Genmuda.com/2016 TIM
Aqil (kanan) lagi nunjukin teknik menggambarnya di tangan kepada undangan konferensi pers. ©Genmuda.com/2016 TIM

Waktu ditanyai soal pamerannya tahun depan, Aqil bilang doi belum bisa ngomong banyak. “Aku hanya fokus menggambar saja. Pameran itu biasanya diurus umi dan tim yang lain,” ujar Aqil.

“Aku punya rencana lain. Aku sekarang sedang fokus menjadikan kamarku sebagai studio sendiri. Kalau udah jadi, studionya mau ku namai ‘kandang ayam.’ Soalnya, kamarku berantakan terus kayak kandang ayam,” pungkas Aqil. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.