Selasa, 23 April 2019

Genmuda – Jelang akhir pekan Kawan Muda akan dihibur sama film baru berjudul “Five Feet Apart”. Film drama romantis ini merupakan film panjang pertama yang digarap oleh aktor, Justin Baldoni.

Dalam pemutaran perdana di Indonesia, Kamis (14/3) malam, sejumlah penonton remaja terutama para cewek sukses dibikin baper sama cerita di film ini. Kalo Kawan Muda penasaran seperti apa romantisnya film ini, langsung aja baca reviewnya di bawah.

Cinta terhalang jarak

©CBS Films/2019
©CBS Films/2019

Seperti judulnya film ini menceritakan dua remaja yang mengidap penyakit fibrosis sistik (CF), radang akibat gangguan pada kanal klorida yang terletak di lapisan epitelial. Penyakitnya hampir menyerang di setiap saluran pernafasan dan pencernaan.

Gak cuma itu, orang yang mengidap CF gak boleh saling berdekatan dan bersentuhan karena bisa menyebabkan penularan bakteri secara masif hingga ancaman kematian. Jarak amannya pun gak boleh lebih dari 1,8 meter (6 kaki).

Stella (Haley Lu Richardson) adalah karakter cewek yang optimis dan cerita meski menderita CF. Ia banyak menghabiskan masa kecilnya di rumah sakit untuk perawatan sekaligus membagikan cerita hidupnya di Youtube.

Rasa optimis Stella berusaha ditunjukan dari caranya menghias tiap detil di kamar, mengatur obat-obatannya secara rapih, dan menyusun daftar pekerjaan yang harus dikerjakan setiap harinya. Sambil menunggu donor paru-paru yang pas ia juga sering merancang aplikasi digital lewat coding.

Di rumah sakit khusus tersebut Stella berteman baik dengan Poe (Moises Arias). Sesama penginap CF mereka udah saling mengenal sejak kecil hingga dewasa.

©CBS Films/2019
©CBS Films/2019

Gak lama setelahnya, rumah sakit itu kembali kedatangan seorang pasien bernama Will (Cole Sprouse). Berbanding terbalik dengan Stella, cowok ini cenderung ‘bodo amat’ dan pesimis bisa sembuh ketika harus menjalani rangkaian percobaan uji klinis.

Seperti bisa ditebak, dua remaja berbeda kepribadian ini bakal diplot buat saling mendukung, melengkapi, hingga mulai saling jatuh cinta. Akan tetapi hubungan mereka juga ditentang oleh kepala perawat rumah sakit, Barb (Kimberly Hebert Gregory).

Alasan Barb cukup simple, gengs. Dia cuma gak mau Stella dan Will harus meninggal lantaran saling bersentuhan seperti dua pasien yang pernah dia urus sebelumnya. Jangankan buat ciuman, pegangan tangan pun engga boleh, gengs!

Stella dan Will pun kini harus memutar otak agar penyakit CF gak menjadi penghalang cinta mereka berdua. Apakah kekuatan cinta bisa memangkas ‘jarak aman’ antara keduanya? You can see it on this movie!

Kurang konsisten

©CBS Films/2019
©CBS Films/2019

Awal cerita film ini sejujurnya sangat fresh buat diikutin karena kita diajak buat ikut terlibat mencari tau apa sih ‘CF’, gimana penularannya, bahayanya, dan penanganannya. Seiring berjalannya waktu sisi cerita teenlit ini pun makin keluar dari konteks ilmiah yang berusaha disajiin di awal.

Terlepas ceritanya EMANG harus romantis, penulis ngerasa banyak cerita yang terasa kurang konsisten jelang tengah ke endingnya. Stella dan Will bisa pergi ke berbagai tempat tanpa ada pengawalan yang ketat, hingga fokus dari ancaman CF cuma jadi pelengkap dan terasa gak seekstrim yang digambarin di awal.

Entah emang disengaja atau ngepasin sama judul filmnya, jarak 6 kaki ternyata masih bisa dipangkas menjadi 5 kali (1,5 m) dengan bantuan gimmick tongkat billiard. Romatis sih, tapi secara logika mungkin terkesan maksa.

Namun demikian, hal ini masih bisa dimaklumin oleh akting dari kedua pemeran utamanya. Chemistry Haley dan Cole sukses bikin emosi penonton naik turun. Sederhananya sih kayak ‘mereka yang pacaran penonton yang dibikin gemes’.

Akting Haley sebagai Stella sukses ngebawain peran cewek tangguh tapi juga punya sisi manis remaja yang baru ngerasain jatuh cinta. Penonton cewek pun seolah satu aliran dan bilang, “Iya, dulu gue juga kayak gitu pas jatuh cinta.”

Kesimpulan

Sebagai film drama romantis “Five Feet Apart” berhasil menawarkan sisi cinta remaja yang manis dan engga ngebosenin. Meski gak bisa dibilang sempurna banget, Genmuda.com bisa memakluminya karena film ini emang cocok buat anak SMA sampe kulihan.

Pemilihan scoring dan soundtracknya juga pas buat ngegambarin emosi Stella dan Will di tiap adegan. Wajar deh kalo gak sedikit penonton cewek yang dibikin baper sampe ‘berkaca-kaca’ saat menonton film ini.

Di Indonesia filmnya tayang mulai hari ini, Jumat (15/3). PS: Buat yang jomblo sebaiknya jangan nonton filmnya sendirian. Kenapa gitu? Biar gak baper sendirian, kan gak ada yang bisa dipeluk kalo nangis. *canda.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.