Rabu, 18 September 2019

Genmuda – Ingin mengulang kesuksesan film pertamanya, Illumination Entertaiment dan Universal Pictures kembali menggarap sekuel kedua “The Secret Life of Pets” dan rilis di Indonesia pada 14 Juni 2019. Ceritanya masih fokus pada kehidupan para hewan peliharaan dengan para majikannya.

Namun kali ini studio animasi tersebut mencoba memformulasikan tiga cerita dalam satu film. Mulai dari anjing yang posesif sama majikannya, anjing yang belajar menjadi seekor kucing, hingga kelinci kecil yang berambisi menjadi superhero. Bagus atau engga ya? Baca aja dulu review lengkapnya di bawah ini!

Mengangkat ikatan manusia dengan hewan peliharaan

©Universal Studios/Illumination Entertainment 2019
©Universal Studios/Illumination Entertainment 2019

Berlanjut dari film pertama di tahun 2016, Max (Patton Oswalt) dan Duke (Eric Stonestreet) kini menjadi dua anjing peliharaan milik Katie (Ellie Kemper). Suatu hari Katie jatuh cinta dengan Chuck (Pete Holmes). Keduanya lantas menikah dan memiliki seorang bayi laki-laki bernama Liam.

Hari-hari Max pun mulai berbeda sejak kehadiran Liam. Max yang cuek sama anak kecil mendadak berubah jadi anjing yang posesif dan berusaha melindungi Liam dari segala ancaman. Anehnya lagi Max malah sering gatal-gatal jika dirinya berada jauh dari Liam. Hal inilah yang bikin Max harus menggunakan cone di lehernya sehingga bisa berhenti menggaruk.

Cerita lainnya berlanjut pada Gidget (Jenny Slate), anjing yang naksir Max di film pertamanya. Max memberikan Gidget kepercayaan buat menjaga mainan miliknya selama Max pergi ke luar kota bersama Duke dan keluarga Katie.

Didorong dengan rasa centil dan lebay, Gidget malah membuat mainan Max jatuh ke apartemen yang berisi banyak kucing. Mau gak mau anjing poodle itu harus belajar menjadi layaknya seekor kucing dari Chole (Lake Bell).

Terakhir penonton bakal dibikin gemes lewat aksi Snowball (Kevin Hart) yang masih tetap lincah, konyol, dan bawel. Setelah diadopsi oleh manusia Snowball kini punya daya imajinasi menjadi seorang superhero para binatang bernama Captain Snowball.

Snowball lalu bertemu dengan seekor anjing bernama, Daisy (Tiffany Haddish) yang ingin meminta bantuannya menyelamatkan seekor harimau putih dari sirkus binatang milik manusia kejam bernama, Sergei (Nick Kroll).

Ketiga cerita inilah yang akan menjadi benang merah dalam “The Secret Life Pets 2” yang akhirnya bisa saling berkaitan dan bikin penonton ngakak.

Cerita slebor dan gitu-gitu aja

©Universal Studios/Illumination Entertainment 2019
©Universal Studios/Illumination Entertainment 2019

Sebagai tokoh utama kehadiran Max nampaknya kurang kuat di film ini. Jika di film sebelumnya lebih banyak konflik antara Max dengan Duke dan aksi kejar-kejaran dari geng binatang liar pimpinan Snowball, kali ini kisah Max malah terkesan datar dan kurang kuat.

Sifat posesifnya seolah gampang pudar setelah pertemuannya dengan Rooster (Harrison Ford), anjing peternakan yang mengajarkan Max akan arti seorang pemimpin dan pandangan lain dari kehidupan hewan peliharaan. Menarik sih, namun sayang aja eksekusinya kurang bisa menyentuh penonton.

Kehadiran dua cerita lainnya dalam film ini emang jadi bumerang pada pada kekuatan cerita Max. Bahkan, tokoh Rooster yang plot sebagai mentor Max malah punya porsi yang kelihatan numpang lewat gitu aja di dalam cerita.

Tapi bukan Illumination Entertainment namanya kalo engga bikin cerita film yang slebor dan asal nabrak, — yang penting bisa lucu yakan?

Sayangnya formula tersebut kayak ‘diulang-ulang aja’ dari film pertamanya. Tetep bikin ketawa, tapi kalo penulis ditanya, “Apakah pesan pada film ini benar-benar bisa bekesan?” jawabannya mungkin ya gak jauh beda dari sekuel pertamanya.

Kesimpulan

©Universal Studios/Illumination Entertainment 2019

Secara keseluruhan “The Secret Life of Pets 2” emang belum bisa penulis bilang bagus banget. Konflik utama yang harusnya jadi pusat cerita malah menonjol di awal dan melemah di akhir. Gak ada yang salah sih, namanya juga film keluarga kan?

Kendati demikian, beberapa catatan positif justru masih bisa kamu temuin dalam cerita petualangan Snowball. Absennya pada geng hewan liar bekas bawahannya, gak bikin Snowball kehilangan kharismanya sebagai seorang pemimpin. Pemilihan soundtrack dalam film juga masih terbilang cukup oke untuk mendukung jalan ceritanya, loh.

FYI, di Indonesia kamu juga bisa nonton lebih dulu di tanggal 8 Juni 2019, pada jam pemutaran midnight. Penasaran seperti apa petualangan dari Max dan hewan-hewan lucu lainnya? Nih, tonton dulu trailernya di bawah!

Comments

comments