Jum'at, 20 September 2019

Genmuda – Setelah beradu akting dengan Mark Wahlberg di “Mille 22”, Iko Uwais kembali di-plot sebagai tokoh antagonis di film “Stuber”. Berbeda dari semua film Iko sebelumnya, kali ini ia dituntut menjadi sedikit konyol dan ‘gak lempeng-lempeng‘ doang.

Yup,  “Stuber” adalah film action komedi yang mempertemukan Iko dengan pemeran Drax di Guardian of The Galaxy, Dave Bautista. Lantas kira-kira apa yang menyebakan keduanya menjadi musuh bebuyutan di film ini? Berikut Genmuda.com bahas dalam review film kali ini!

Duet polisi gahar dan driver baik-baik

©20th Century Fox/2019

Stuber menceritakan kisah Vic (Dave Bautista), seorang detektif yang jago mecahin berbagai kasus kriminal bersama rekannya, Morris (Karen Gillan). Suatu hari keduanya sedang menyelidiki kasus narkoba yang dikomandoi oleh Tedjo (Iko Uwais).

Sebagai seorang kriminal Tedjo dikenal jeli dan licin dalam menjalankan aksinya. Kesempatan emas buat menangkap Tedjo gak disia-siakan oleh Vic. Sial karena mengalami rabun jauh Vic gagal menangkap Tedjo dan malah harus kehilangan nyawa rekannya.

Sembilan bulan berlalu kasus Tedjo telah dilimpahkan ke FBI dan CIA. Lantaran masih susah move on atas kematian Morris, Vic lantas melakukan operasi lasik dan diam-diam menyelidiki kasus kejahatan yang dilakukan Tedjo.

Baru setelah menjalani operasi lasik, tiba-tiba seorang informan dari Vic memberikan sejumlah informasi keberadaan Tedjo. Sadar gak bisa melihat dengan jelas polisi paruh baya ini kemudian memesan taksi Uber dengan driver bernama Stu (Kumail Nanjiani).

Bagaikan langit dan bumi, Stu adalah cowok kikuk, sopan, dan gak suka kekerasan lantaran sedang mencari uang tambahan dari kerja sambilan sebagai supir Uber. Pertemuannya dengan Vic inilah yang menjadi inti cerita konyol dari film “Stuber”. Mulai dari terlibat aksi kejar-kejaran sampai pembunuhan khas film-film action Hollywood.

Humor dewasa dan ngajak kamu jadi makin jantan

©20th Century Fox/2019

Penonton gak serta merta dikasih humor kocak yang langsung bisa dimengerti oleh banyak orang. Selingan humor jorok khas orang dewasa menjadi sajian lain dari film “Stuber”. Kendati demikian kamu tetep bisa enjoy kok menikmatinya.

Pertemuan Iko sebagai mantan atlet pencak silat dan Dave mantan pegulat WWE menawarkan aksi yang seru dan kocak di sepanjang film. Meski dalam satu-dua adegan ada juga musuh yang kalah dengan gampang, namun koreografi material arts yang dikerjakan Iko Uwais buat film ini layak diacungi jempol, gengs.

Buat urusan baku hantam peran Iko di film ini udah gak perlu diragukan, deh. Catatan positifnya adalah sosok Tedjo berhasil menggabungkan orang yang jago bela diri namun punya sedikit sisi konyol buat mengolok-olok lawannya. Jadi sosok Iko yang selalu serius dalam sedikit cair buat kita tonton.

Lebih lanjut, meski gaya penceritaan action komedi di film “Stuber” gak baru-baru banget buat penonton Indonesia, namun penulis sangat menyukai pengembangan karakter utama, Stu dan Vic. Di sini kamu bakal diajak melihat sisi-sisi lain di balik tingkah polah mereka berdua.

Penonton mungkin sedikit dibuat sebel oleh tingkah Vic yang urakan, selalu ngerasa paling benar, dan gak mau dengerin saran dari orang lain. Sedangkan Stu muncul sebagai cowok yang pura-pura sopan sekaligus kalem, tapi juga menyimpan penderitaan yang gak bisa ia ungkapkan. Plus minus kedua tokoh inilah yang bakal ngajarin kita, –khususnya cowok, buat berani lebih JANTAN.

Kesimpulan

©20th Century Fox/2019

Overall, “Stuber” menawarkan paket lengkap sebagai film action komedi. Kemasan actionnya pas, komedinya seimbang, dan drama keluarganya cukup nyentil banyak orang. Terlepas dari alur yang relatif standar film ini masih menyimpan pesan moral untuk berani menghadapi segala ketakutan dalam hidup kamu.

Di Indonesia filmnya baru akan mulai tayang pada 24 Juli 2019. Kalo kamu penasaran seperti apa keseruannya? Nih, simak dulu cuplikan trailernya di bawah!

 

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.