Minggu, 22 September 2019

Genmuda – Perjalanan Gerard Butler sebagai paspampres Amerika Serikat kembali berlanjut dalam film “Angel has Fallen”. Trilogi film ini terasa lebih segar dari dua film sebelumnya, “Olympus has Fallen” dan “London has Fallen”.

Disutradarai oleh Ric Roman Waugh film ini cukup rapih mengemas jalan cerita dan konflik yang ditawarkan buat penonton. Penasaran? Baca dulu aja review lengkapnya berikut ini!

Pelarian Mike Banning

©Lionsgate/2019

Identik dengan agen paling handal di kesatuan Paspampers, Mike Banning (Butler) dihadapi sama perasaan dilematis antara mengabdi sebagai kepala keamanan paspampres atau harus menjalani pengobatan penyakit gegar otak ringan yang ia derita selama ini.

Setelah bertahun-tahun menjadi pengawal sekaligus orang kepercayaan Presiden Allan Trumbull (Martin Freeman), Banning malah dijadikan ‘kambing hitam’ atas dugaan percobaan pembunuhan presiden.

Ketika Presiden Trumbull mengalami koma, Banning pun harus berurusan dengan FBI, kepolisian, hingga anggota militer AS. Sadar bahwa dirinya tengah dijebak ia lantas melarikan diri sambil berusaha mengungkap siapa otak dari rencana pembunuhan presiden.

Pelarian Banning sebagai buronan negara jadi sajian menarik selama dua jam durasi film. Aksi kejar-kejaran dengan bumbu baku hantam juga jadi nilai plus yang bakal lo temukan dalam film ini.

Cerita lebih rapih meski gampang ketebak

©Lionsgate/2019

Harus penulis akui bahwa cerita “Angel has Fallen” terbilang cukup rapih meski premisnya terkesan klise banget. Walau tipikal filmnya emang berjalan lambat, namun aksi one man show Banning engga se-ngebosen-in film keduanya “London has Fallen”.

Pendekatan pada kondisi Banning yang udah begitu prima karena faktor umur juga jadi alasan kenapa film ini lebih masuk akal. Penonton dikasih lihat adegan demi adegan yang runtun dalam pelarian sang jagoan hingga berhasil memberikan plot twist di akhir cerita.

Meski berhasil bikin penontonnya gregetan bukan berarti cerita filmnya ‘wah’ banget, gengs. Penulis ngerasa jebakan hingga penetapan Banning sebagai tersangka agak terkesan konyol. Alih-alih pengen bikin ngejebak penonton, kamu pasti udah bisa menduga musuh utama Banning di film ini tanpa perlu dibikin twist.

Catatan lain yang agak kurang buat penulis adalah penggunaan efek CGI di scene akhir yang terkesan kurang nge-feel sama ceritanya. Padahal di awal-awal aksi tembak-tembakan dan ledakan yang ditawarkan cukup bikin mata penonton melongo.

Kesimpulan

©Lionsgate/2019

Tipikal cerita ‘one man show‘ dan film-film Gerard Butler lainnya, sang aktor berhasil memainkan kesan family man yang sayang keluarga, tapi tetap macho dan sangar. Kehadiran sejumlah karakter baru dalam film ini juga menjadi bumbu segar sehingga filmnya gak terasa serius banget.

Last but not least, “Angel Has Fallen” jadi salah satu film yang cukup seru ketimbang dua film sebelumnya. Padat dan fokus pada pendekatan karakter utama. Sedangkan chemistry aktor Martin Freeman dengan Butler sukses menghidupkan cerita akan kesetiaan atasan dengan bawahannya.

Di Indonesia film ini mulai tayang sejak hari Rabu, (21/8). Kepo? Langsung aja lo simak dulu trailernya di bawah!

 

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.