Selasa, 16 Juli 2019

Genmuda – Konser Warpaint Parkir Selatan Senayan, Jumat malam (17/2) berlangsung meriah. Tata suara yang geterin badan, pencahayaan yang pas, dan aksi panggung enerjik Theresa, Emily, Jenny, dan Stella bikin penonton minta nambah.

Konser perdana mereka di Indonesia emang udah ditunggu fans selama bertahun-tahun. Saking pengen nontonnya, seorang fans dari Bandung, Ficky (27), Maria (27), dan teman-temannya udah tongkrongin gate konser Warpaint dari sore hari.

Mereka dan penonton yang Genmuda.com wawancarai udah suka Warpaint sejak EP “Exquisite Corpse” tahun 2008, atau dua tahun sebelum album perdana “The Fool” meluncur. Begitu gate dibuka sekitar 18.30 WIB mereka berangsur-angsur memadati depan panggung.

Digeber dari awal

Penampilan Diocreatura sebagai band pembuka di konser Warpaint ©Genmuda.com/2017 TIM

Setelah lagu Indonesia Raya berkumandang, Trou, Diocreatura, dan Kimokal langsung panasin suasana. Belum main event aja udah banyak penonton yang keliatan enjoy bergoyang dalam irama tiga band itu.

Jelang akhir penampilannya, vokalis Kimokal Kallula Harsynta bilang, “Gue engga mau menyiksa kalian lebih lama. Langsung aja ke lagu terakhir biar Warpaint cepet-cepet naik.” Penonton langsung teriak manggilin Warpaint ketika Kimokal turun.

Warpaint naik panggung dengan santai

Selang sepuluh menit, siluet empat personel Warpaint bergiliran keluar panggung. Suasananya langsung pecah. Penampilan keempat cewek itu keliatan unik dan bebas banget kayak musik mereka.

Theresa di gitar pakai kaos Alien dengan rok kotak-kotak yang dari jauh keliatan seperti kilt, –celana-rok cowok Skotlandia. Stella dengan kaos lengan pendenk siap menggebuk drum. Jenny yang naik panggung dengan kaos barong Bali udah senyum sendiri sambil nenteng bassnya. Sedangkan Emily malah keliatan yang paling nyantai karena naik panggungnya pakai sendal berbahan beludru.

Musiknya gokil

via Istimewa
Stella ngegebuk drum dengan sepenuh hati tanpa miss tempo sama sekali. (Sumber: Istimewa)

Setelah mainin intro, mereka ngegeber suasana pakai lagu “Keep It Healthy.” Penonton langsung nyanyi teriak-teriak tanpa disuruh. Meski begitu, Warpaint keliatan masih belum panas. Semangat mereka baru meledak ketika Jenny teriak untuk ngambil nada tinggi di lagu keempat, “Krimson.” Disusul Emily yang joget tanpa henti dan melepas jaket pinknya di lagu keenam, “No Way Out.”

Pada lagu itu, penonton diajak cooling down dan bergoyang santai disusul dua lagu lainnya “The Stall” dan “Beetles.” Setelah dirasa cukup santai lewat tiga lagu tersebut, keempat cewek itu kembali ngegeber fans mereka di Jakarta lewat lagu “Whiteout.”

Encore dari penonton

Istimewa
Jenny main bass sambil nyanyi suara tinggi. Penonton doyan banget manggilin doi. (Sumber: Istimewa)

Di lagu kedua belas, penonton kembali nyanyi bareng saat Warpaint ngebawain “New Song,” –lagu mereka yang hits banget. Akhirnya, Theresa bilang “This is our last song” terus bawain “Disco//Very” dan mereka turun sesudahnya.

Tak ayal teriakan kompak “we want more” pun berkumandang dari penonton. Dan seperti konser kebanyakan, Warpaint naik lagi ke atas panggung dengan lagu “So Good.” Di sini Jenny dan Theresa sengaja bertukar posisi pada gitar dan bass.

Baru deh di lagu kelima belas, “Bees” keempat rocker ini beneran turun panggung. Biar udah dikasih encore, masih ada aja penonton yang nagih lagi. Salah satunya, Lidya (21), anak Hukum Universitas Pelita Harapan.

“Pengennya Warpaint manggung lagi ke Indonesia,” tutur cewek asal Tangerang itu. Hal senada juga diutarakan oleh dua temennya Epril (22) dan Alvian (22) yang mengaku engga bakalan nolak kalo Warpaint dateng lagi ke Indonesia.

Singkatnya malam itu menjadi malam yang berkesan bagi para fans Warpaint di Asia Tenggara, khusus Indonesia. Lewat penampilan epik yang bikin ‘petjah,’ band asal negeri Paman Sam itu berhasil mengobati kerinduan para fansnya. Cool gaes! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.