Senin, 11 Desember 2017
HubunganCinta

Perdebatan yang Gak Pernah Selesai: “Lama Menjomblo Itu Baik atau Buruk, Sih?”

via Twitter.comKali aja dia jomblo yekan. (Sumber: Twitter.com)

Genmuda – Meski bukan penyakit menular atau endemik berbahaya, menjomblo adalah sesuatu yang dihindari. Penderitanya selalu dipandang dengan tatapan iba, apalagi kalo doi sebenernya high quality jomblo.

Makin lama jomblonya, makin kasihan doi. Tapi, ada juga golongan sesama jomblo yang menganggap menjomblo adalah hal biasa. Gak masalah gak punya pacar, meski belum pernah pacaran seumur hidupnya.

Kalo berdasarkan fakta, kelompok yang memandang iba penderita jomblo dan kelompok yang membela kejombloan sama-sama benar. Soalnya, menjomblo punya dampak positif dan negatif seperti di bawah ini.

POSITIFNYA

1. Gak setres karena masalah sepele

via makeagif.com

Makin menikmati jomblo, makin seseorang bisa bebas ekspresiin dirinya. Gak ada pacar yang merecoki soal cara berpakaian, udah mandi atau belum, atau soal hobi yang dilakuin berjam-jam tiap hari. Dengan kata lain, berkurang satu orang yang berpotensi bikin stres.

2. Makin banyak temen

Kebebasannya itu akhirnya mendorong orang jomblo nongkrong di banyak tempat. Meski tujuannya buat mencari jodoh, jumlah teman dan kenalan pun makin banyak. Makin luas pergaulan, makin terlatih lah kemampuan komunikasi yang berguna buat ngembangin karier.

3. Banyak aktivitas

via mashable.com

Selain itu, orang jomblo punya lebih banyak waktu beraktivitas fisik daripada orang pacaran. Saat para couple cuma duduk-duduk berkencan di cafe, orang single mengolah badan biar makin kece badai. Bentuk badan pun membaik seiring dengan membaiknya kesehatan.

4. Makin mandiri

Hidup sendiri gak ada yang nanya “udah makan belum?” pada akhirnya melatih seseorang mandiri. Sakit ya sembuhin sendiri. Putus semangat, ya semangatin diri sendiri. Mau jalan, ya jalan sendiri. Kecuali, ada temen yang mau ikut.

5. Punya kesempatan nabung

via digitalspy.co.uk

Kesempatan nabung akan terbuka lebar buat mereka yang jomblo. Karena ga perlu ngeluarin biaya makan di cafe, transportasi ngapel, atau tiket nonton film yang gak disuka di bioskop, ketebalan dompet harusnya terjaga. Namun, engga semua orang mau melakukannya.

NEGATIFNYA

1. Dicengin terus

via pinterest.com

Enggak itu sama Ridwan Kamil, sama stand up komedian, atau sama temen, orang jomblo harus terima dicengin. Yah, biar aja lah mereka yang udah punya pacar berkoar-koar. Toh belum tentu pacar itu bakalan naik ke pelaminan.

2. Pola makan berantakan

Sebuah riset di Health.com, 2014, bilang, orang jomblo lebih susah naikin berat badan daripada orang yang punya pacar apalagi udah menikah. Bahkan, berat timbangan bisa turun drastis karena gak ada yang ngingetin.

3. Gampang baper

via istimewa

Orang yang kelamaan jomblo pun bisa salah mengartikan ucapan dan tindakan teman lawan jenis. Doi ngomong dalam konteks normal, tapi kamu kira itu kode-kode flirting. Itu justru bahaya karena kamu bisa dibilang freak dan gede rasa.

4. Gampang sakit

Sebuah riset lain di Health.com juga bilang kalo orang yang jomblo lebih sulit sembuh dari sakit. Pada penelitian lain di psychologytoday.com, 2010, orang jomblo lebih banyak izin sakit dari kantor daripada orang yang udah nikah.

Kalo yang udah punya soul-mate izin sakit sekitar 6 hari dalam setahun, orang single izin antara 7-8 hari tiap tahun. Sementara itu, efeknya terasa makin parah bagi orang yang bercerai. Soalnya, mereka bisa izin sakit antara 9-10 hari tiap tahun.

5. “Terbunuh sepi”

Dikutip Kompas.com, Kamis (30/11), kasus kodokushi terjadi hingga 30 ribu kasus tiap tahun. Itu adalah momen ketika seseorang tewas kesepian. Dia menghembuskan napas terakhir tanpa ada yang menemani. Serem banget.

Genmuda.com berdoa dengan ikhlas dan tulus, semoga kejadian kayak di Jepang itu gak menimpa kamu dan orang yang kamu kenal. Amiin. Menurut kamu, lama menjomblo itu baik, buruk, atau biasa aja sih, gaes? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas

Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.