Rabu, 18 September 2019

Genmuda – “Peppermint” jadi salah satu film baru yang tayang bulan ini. Dibintangi oleh Jennifer Garner film ini menawarkan jalan cerita action thriller yang syarat aksi dan adegan menegangkan.

Hadirnya Pierre Morel, sutradara film “Taken”, turut membuat film ini semakin menarik untuk Genmuda.com ulik buat reverensi kamu. Biar gak penasaran langsung aja baca review ini sampe selesai ya!

Formula cerita anti-hero

©STX Entertainment/2018
©STX Entertainment/2018

Riley (Jennifer Garner) adalah seorang ibu rumah tangga dengan seorang putri bernama Carly (Cailey Fleming) dan suaminya Chris (Jeff Hephner). Mereka tinggal dalam kehidupan normal layaknya keluarga biasa.

Hingga suatu hari cerita keluarga kecil ini berubah saat Chris menolak ajakan temannya untuk merampok harta Diego Garcia (Juan Pablo Raba), salah satu gembong narkoba. Chris berubah pikiran lantaran dia ingin merayakan hari ulang tahun Carly bersama-sama dengan Riley.

Meski sudah menolak, ternyata ide perampokan itu udah dicium oleh Garcia dan anak buahnya. Perayaan hari ulang tahun itu pun berubah menjadi sebuah bencana.

Riley harus menyaksikan anak dan suaminya ‘dibrondong’ tembakan oleh anak buah Garcia. Hidupnya makin menderita setelah pihak kepolisian dan pengadilan justru membebaskan para tersangka karena kedua instansi tersebut telah disogok.

Gak terima atas putusan tersebut, Riley lantas melarikan diri dan berusaha membalaskan dendam atas kematian suami dan anak semata wayangnya.

‘The Power of Emak-emak’

©STX Entertainment/2018
©STX Entertainment/2018

Kepiawaian Pierre Morel dalam mengarahkan Liam Nesson dari seorang ayah yang kalem menjadi jagoan super gahar juga berhasil diterapkan ke Jennifer Garner. Bedanya ’emak-emak’ yang bukan siapa-siapa ini harus menunggu waktu selama 5 tahun untuk mengasah kemampuannya sebagai seorang jagoan.

Alur film yang maju mundur juga dibuat rapih dan gak terlalu terburu-buru. Morel emang gak menggambarkan semua aksi main hakim Riley dari A sampe Z, namun hal itu justru gak membuat esensi ceritanya malah berkurang.

Bahkan, kalo ada komentar yang bilang bahwa akting Garner mirip banget kayak Liam Nesson di “Taken”, penulis rasa komentar itu gak semuanya bener. Sebaliknya, akting mantan istri Ben Affleck ini berhasil menampilkan sisi lain dari anti-hero lewat sudut pandang seorang ibu.

Menariknya lagi nih, penonton juga dikasih cerita drama yang syarat akan emosi dan gak mengurangi nurani dari seorang ibu. Biarpun harus berdarah-darah atau membunuh orang, tokoh Riley teteplah ‘emak-emak’ yang hanya menuntut keadilan.

Kesimpulannnya

©STX Entertainment/2018
©STX Entertainment/2018

Secara keseluruhan premis cerita “Peppermint” mungkin udah terasa banal buat kamu tonton. Biarpun gak terlalu nampilin nama-nama beken, Garner boleh dibilang cukup berhasil memerankan ‘emak-emak badass’ yang bikin kamu kagum, sekaligus tersentuh.

Dengan durasi 1 jam 48 menit film “Peppermint” bisa dibilang cukup padat dalam segi cerita dan aksi laga. Kalo kamu termasuk orang yang suka nonton film action paket lengkap dengan aksi tembak-tembakan, ledakan, hingga pertarungan tangan kosong, film ini rasanya sayang buat kamu lewatkan gitu aja.

Kalo kamu masih penasaran setelah baca review di atas, tonton aja sendiri filmnya. Jika melihat referensi IMDb filmnya dijadwalkan tayang mulai minggu depan di Indonesia.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.