Senin, 11 Desember 2017
National[IS]me

Pejabat-pejabat yang Punya Cerita Seru saat Terseret ke Kasus Korupsi (Dijadiin Film Pasti Laris)

via tiuppeluit.com(Sumber: tiuppeluit.com)

Genmuda – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebenernya punya koleksi penyelidikan, penyidikan, dan persidangan kasus rasuah penuh plot twist. Seandainya orang kreatif jeli, peristiwa itu bisa jadi film crime/detective sekelas “Catch Me if You Can” (2002) juga “War Dogs” (2016).

Kebayang sudah jajaran tim produksinya. Di luar negeri, Martin Scorsese kayaknya tertarik jadi produser. Stephen Spielberg bisa kembali dipanggil jadi sutradara. Tom Hanks, Leonardo DiCaprio, Miles Teller, Tom Cruise, atau Corey Stoll bisa direkrut jadi pemerannya.

Di Indonesia, anak-anak kreatif dari Miles Production, Joko Anwar, dan Rapi Film bisa mengendus kesempatan itu. Sama-sama berkumis, Reza Rahadian cocok disulap jadi Abraham Samad atau petinggi lain. Adipati Dolken dengan kemampuan aktingnya bisa dikasih dialog sebagai apapun yang dia mau.

Intinya, sepak terjang KPK menghasilkan banyak drama seru. Kisahnya bisa diceritain lagi ke anak-cucu supaya generasi selanjutnya gak micin-micin banget. Di antara banyak kasus, di bawah ini yang paling oke menurut Genmuda.com.

Setya Novanto

via sinarharapan.net
(Sumber: sinarharapan.net)

Berkali-kali namanya dikaitkan sama kasus penyelewengan dana, berkali-kali itu pula beliau lepas dari jerat tersangka. Misalnya, kasus PON Riau, kasus suap Mahkamah Konstitusi, hingga kasus terbarunya, Korupsi KTP-el.

Pengadilan pun gak disambanginya meski surat panggilan telah berkali-kali dilayangkan. Setya Novanto gak dateng dengan berbagai dalih, misalnya masuk rumah sakit dengan komplikasi penyakit berbahaya (lalu tiba-tiba sehat), gak dapet izin Presiden, hilang dari kediamannya, lalu kecelakaan.

Sungguh rugi produser manapun yang gak mengubah cerita ini jadi film. Piala Citra atau Oscar pasti menanti. Seenggaknya, masuk nominasi banyak ajang penghargaan kayak “Black Mass” (2015).

Tubagus Chaeri Wardana

via simomot.com
(Sumber: simomot.com)

Suami Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany yang kini dibui ini terlibat kasus dugaan suap sengketa pemilihan Bupati Lebak, Banten. Udah gitu, terlibat juga kasus pencucian uang, pengadaan alat kesehatan Kota Tangsel, dan pengadaan alat kesehatan Provinsi Banten.

Dibanding Setya Novanto, proses hukum pria yang akrab disapa Wawan ini terbilang mulus. Tapi, ada banyak drama di dalam kasus-kasusnya. Misalnya, KPK yang harus ngeluarin bujet 300 juta rupiah untuk merawat sitaan 40 mobil Wawan.

Sejumlah artis bahkan disebut-sebut menerima aliran dana Wawan dan sebagian dibilang selingkuhan. Misalnya, Syahrini, Aura Kasih, dan Indah Dewi Pertiwi yang kemudian menyangkal. Sementara itu, Jennifer Dunn ngaku terima Toyota Vellfire dari Wawan.

Karena hartanya banyak, istrinya cakep, dan doi keliatan dekat sama banyak cewek, Wawan sering disebut sebagai “Pangeran Banten.” Kalo dibikin film, mungkin julukan itu cocok jadi judulnya.

Akil Mochtar

Sewaktu menjabat Ketua Mahkamah Konstitusi, sekitar 2012, Akil Mochtar menyarankan, “Koruptor layak dihukum potong jari karena berbagai hukuman yang ada saat itu belum menimbulkan efek jera.” Dia bilang, koruptor juga harus dimiskinkan.

Namun demikian, pendapat keren darinya itu jadi senjata makan tuan. Akil Mochtar ditangkap karena terbukti terlibat kasus suap Pilkada Lebak, Banten juga Pilkada Gunung Mas, Kalimantan Tengah.

Saat digiring ke rumah tahanan KPK sambil mengenakan rompi tahanan, Akil Mochtar ditanyai wartawan mengenai pernyataannya yang bilang koruptor harus dipotong jari. Akil emosi. Tangannya melayang ke sisi kepala wartawan tersebut.

Dengan vonis hukuman seumur hidup, sang mantan Ketua MK hidup bahagia begitu-gitu aja dari balik jeruji penjara. Film dengan tema mulutmu harimaumu macam ini kayaknya jarang dibahas di mana-mana, ya gak sih?

Nazarudin

via jurnalpatrolinews.com
Nazaruddin lagi berkoar-koar. (Sumber: jurnalpatrolinews.com)

Drama yang terbilang seru sebenarnya adalah drama Nazaruddin. Bendahara Umum Partai Demokrat tahun 2010 sekaligus anggota DPR periode 2009-2014 itu diduga terlibat kasus suap pembangunan wisma atlet Hambalang.

Sebelum statusnya jadi tersangka, Nazarudin plesir ke luar negeri dan gak balik-balik ke Indonesia lagi. Para penegak hukum kemudian menelusuri jejaknya hingga ketemu di Cartagena de Indias, Kolombia.

Buat selametin dirinya dari ganjaran hukuman panjang, Nazarudin bersedia jadi justice collaborator, alias jadi pengkhianat bagi sesama rekan koruptor. Doi pun mulai mengoarkan berbagai nama pejabat dan masing-masing kasusnya.

Neneng Sri Wahyuni, Angelina Sondakh, Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, Andi Zulkarnain, Fasichul Lisan, dan Made Meregawa jeblos ke penjara karena bocoran dari Nazaruddin. Buat dia, judul film yang tepat adalah “Justice Collaborator.”

Gayus Tambunan

via detik.com
Gayus Tambunan dengan wig dan kacamata palsu nonton tenis. (Sumber: detik.com)

Kementrian Keuangan geger karena temuan kasus penggelapan, pencucian uang, dan korupsi pegawai Dirjen pajak, Gayus Tambunan. Kalo ada manusia yang setara dengan Lex Luthor atau berbagai escape artist lain, ya Gayus orangnya.

Bayangin aja. Doi dipenjara di rumah tahanan Markas Komando Brimob Depok karena korupsinya, tapi berhasil jalan-jalan nonton kontes tenis dunia di Bali, sekitar 2010.

Dengan wig dan paspor palsu bernama Sony Laksono, dia juga bisa travel kayak anak kekinian ke Makau, Kuala Lumpur, dan Singapura. Masa tahanan belum kelar, cowok yang digugat cerai sang istri itu jalan-jalan keluar dari penjara barunya di Sukamiskin, Bandung.

Dia kegep sedang bersantai di sebuah restoran bersama dua teman wanita. Dari koruptor, berubah jadi escape artist, sekarang berubah jadi don juan yang main sama lebih dari satu cewek. Gokil kan. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas

Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.