Jum'at, 17 November 2017
Hiburan

Mutasi Thom Yorke Berdasarkan Jejak Kolaborasinya

(Sumber: Ist.)

Genmuda – Sepekan terakhir sepertinya merupakan pekan terbaik bagi penggemar Radiohead sejauh tahun 2016 berjalan. Gimana engga? Dua single terbaru mereka telah dirilis dalam waktu yang berdekatan, ‘Burn the Witch’, dan ‘Daydream’. Tentunya kabar itu semakin menerangi perilisan album terbaru mereka setelah 5 tahun puasa karya.

Terus apa yang ikonik dari Radiohead? Tentunya, suara Thom Yorke. Penyanyi kelahiran 7 Oktober 1968 yang banyak menuliskan lagu untuk Radiohead, dan juga disebut sebagai musisi multi-instrumentalis. Thomas Edward ‘Thom’ Yorke mampu memainkan berbagai alat musik, dan suara vokal falsetto miliknya berhasil menempatkan dirinya pada urutan ke-66 dalam kategori penyanyi terbaik sepanjang masa versi Rolling Stone.

Dalam dunia musik, dikenal dua suara berbeda, yakni suara yang dihasilkan gabungan alat musik, dan suara sang vokalis. Dan Thom Yorke adalah kategori yang terakhir. Suara falsetto miliknya mampu berteriak, melemas, atau mengaung seperti kucing sekali pun. Ia tahu bagaimana menempatkan suaranya ke dalam instrumen.

Dengan suara yang jelas begitu indah, Yorke akhirnya juga merangkap sebagai solois, bekerja di luar Radiohead dan telah menelurkan dua album, ‘The Eraser’ (2006) dan ‘Tommorow’s Modern Boxes’ (2014), sekaligus merangkap vokalis supergrup ‘Atoms for Peace’ yang beranggotakan para musisi kawakan.

Tak seindah seperti yang didengar, suara Yorke pun membutuhkan waktu bertahun-tahun guna bermutasi dari seorang musisi rock hingga eksperimentalis. Untuk hal ini, baik gaya dan suara Thom dapat dipecah menjadi dua era, yakni era sebelum album Kid A (tahun 2000 dan sebelumnya), dan setelah album Kid-A (2000 ke atas). Era pertama menjadi tempat kelahiran Yorke sebagai musisi rock, yang kemudian beralih menjadi sosok yang terkenal dalam dunia musik elektronik.

Sembari menunggu album terbaru Radiohead yang akan digelontorkan pada bulan Juni mendatang, mari kita jelajah perkembangan Thom Yorke dari masa-masa lewat kolaborasi yang ia jalankan.

1. Sparklehorse – Wish You Were Here (1997)

Kolaborasi pertama Yorke di luar Radiohead terekam dalam ‘Wish You Were Here’ bersama Sparklehouse. Yorke menjadi pengisi backing vocal dan perannya kurang terlihat. Dari awal lagu legendaris karya Pink Floyd ini, kita hanya bisa mendengar nada falsetto Yorke hingga penghujung lagu.

2. Drugstore – El President (1998)

‘El President’ adalah kolaborasi pertama yang menyuguhkan suara merdu Yorke dengan lantang. Berbeda dari proyek sebelumnya bersama Sparklehorse yang terbilang irit, dalam lagu ini Yorke melantun bebas bersama vokalis Drugstore, Isabel Monteiro.

3. The Venus in Furs – Ladytron (Ost. Velvet Goldmine)

‘Ladytron’ sejatinya adalah satu lagu milik Roxy Music, grup band asal Inggris yang terbentuk pada pada 1971 silam. Dalam proyek ini, Yorke bergabung bersama Bernard Butler (Suede), Paul Kimble (Grant Lee Bufalo), Andy Mackay (Roxy Music), dan sang gitaris dari band-nya sendiri, Johnny Greenwood (Radiohead) mendirikan Venus in Furs untuk menggarap soundtrack film ‘Velvet Goldmine’ (1998) karya Todd Haynes. Selain Ladytron, Yorke berkontribusi dalam 2 lagu lainnya dari 5 trek yang digarap Venus in Furs, yakni 2HB dan Bitter-Sweet.

4. PJ Harvey – This Mess We’re In (2000)

Yorke berkolaborasi dengan Harvey buat album keenam miliknya bertajuk ‘From the City, Stories From The Sea’ di 3 trek, yakni ‘This Mess We’re In’, ‘Beautiful Feeling’, dan ‘One Line’. Duet apik yang ditampilkan mereka berdua terekam dalam ‘This Mess We’re In’, yang mengingatkan penulis akan ‘Talk Show Host‘ milik Radiohead.

5. Björk – I’ve Seen It All (2000)

‘I’ve Seen It All’ adalah satu trek dari soundtrack album ‘Selmasongs’ buat film ‘Dancer in the Dark’ (2000), dan menandakan kolaborasi perdana mereka. Yorke rasanya seperti terkurung.

6. UNKLE – Rabbit in Your Headlights (1998)

Dalam trek ini, label Yorke sebagai ‘rock band singer’ menghilang. Kenapa mundur dari tahun 2000 ke 1998? Karena di titik ini perjalanan karir Yorke mulai bergeser. Kolaborasi bersama UNKLE disebut-sebut sebagai awal eksplorasi Yorke di ranah elektro.

7. Modeselektor – The White Flash (2000)

Eksplorasi Yorke bersama Modeselektor menghasilkan satu trek apik berjudul ‘The White Flash’. Vokal Yorke membabi-buta dan membius. Begitu sempurna. Pada tahap inilah akhirnya Yorke mulai banyak menghasilkan karya eksperimental yang berorientasi pada elektro, kemudian meniti karir sebagai penyanyi solo.

8. Björk – Nattura (2008)

Dalam kolaborasi keduanya dengan Björk, Yorke berkontribusi secara signifikan, lebih halus, atmosfer backing vokal yang berputar-putar, memusingkan, membuat kita tak bisa mengira bahwa itu adalah suara Yorke.

9. Flying Lotus – …And the World Laughs With You (2010)

Lagu ini berada di peringkat kedua sebagai lagu terbaik Yorke di luar Radiohead menurut penulis, setelah ‘Rabbit in Your Headlighst’ di posisi pertama. Dengarkan sendiri deh, Kawan Muda.

10. Burial & Four Tet feat. Thom Yorke – Mirror, Ego (2011)

11. Modeselektor – Shipwreck, This (2011)

Meneruskan kesuksesan yang diraih setelah kolaborasi pertama mereka di ‘White Flash’, ‘This’, dan ‘Shipwreck’ hadir dengan nuansa yang lebih rumit. Yorke terasa sangat leluasa bermain dalam ‘This’, sementara ‘Shipwreck’ memberikan BPM (Beats Per Minute) dengan derap kencang. Sangat terasa menyenangkan. Mendengarkan tiga karya kolaborasi mereka, rasanya kedua artis tersebut bisa menghasilkan satu album bersama-sama.

12. Flying Lotus – Electric Candyman (2012)

Setelah kolaborasi mereka mendapat banyak pujian untuk trek ‘And the Worlds Laugh’, Flying Lotus dan Yorke kembali merebut perhatian dengan ‘Electric Candyman’. Meski engga terlalu mengesankan seperti proyek sebelumnya, namun masih layak untuk didengar.

13. Mark Pritchard – Beautiful People (2016)

Akhirnya, kolaborasi terakhir dari punggawa Radiohead tersebut adalah ‘Beautiful People’ yang dikerjakan bersama Mark Pritchard. Kehadiran Yorke bisa dibilang aksi balas budi dirinya terhadap Ritchard, setelah sebelumnya  ia sempat membantu penggarapan album remix ‘The Kings of Limbs’. Enjoy!

Sudah didengar satu-satu? Perbedaan apa yang kamu temukan, Kawan Muda? Tulis di kolom komentar di bawah ya! (sds)

Comments

comments

Bobi Brilyan Bastenjar
Valar Morghulis