Minggu, 22 Oktober 2017
Gaya HidupFashion and Look

Muffest 2018 Dirancang Lebih Besar dan Megah (Ini 7 Faktanya)

©Genmuda.com/2017 TIMPresentasi teaser acara Muslim Fashion Festival 2018 di Jakarta, Kamis pagi (5/10). ©Genmuda.com/2017 TIM

Genmuda – Muslim Fashion Festival (Muffest) 2018 siap digelar di Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, 19-22 April 2018. Dengan konsep modest fashion, acaranya diharap berkembang jadi barometer fashion muslim dunia.

Untuk mencapai titik itu, Muffest 2018 mengundang sejumlah pembeli dari Turki, Pakistan, Bangladesh, bahkan Tiongkok untuk menyasar pasar Asia. “Tahun 2020, kami berharap Indonesia jadi pusat fashion dunia,” harap Ali Charisma, National Chairman Indonesia Fashion Chamber.

©Genmuda.com/2017 TIM
Model modest fashion lagi berlenggak di catwalk dadakan CGV, Kamis siang (5/10). ©Genmuda.com/2017 TIM

Pada konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/10), hadir juga perwakilan sponsor dan instansi pemerintah. Di antaranya, Badan Ekonomi Kreatif, Kementarian Pariwisata, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian UKM, Dewan Kerajinan Nasional, dan Halal Expo.

Masing-masing mendukung acara garapan IFC dengan Dyandra Promosindo tersebut dan optimis acara tersebut berpotensi membawa fashion muslim Indonesia ke tingkat dunia. Karena apa? Karena hal di bawah ini.

Lebih banyak brand

©Genmuda.com/2017 Fanny
Sebagian Koleksi dari desainer yang akan ada di MUFFEST 2017 dalam Konfrensi Pers MUFFEST 2017 Kamis (30/1) di Tanamera Coffee ©Genmuda.com/2017 Fanny

Tahun depan, ditargetin akan ada 400 brand fashion muslim yang mamerin karya mereka. Jumlahnya naik (berapa) dari total brand peserta Muffest 2017.

100 Desainer

Panitia berencana mengundang sekitar 100 desainer lokal, di antaranya Ria Miranda, Norma Hauri, Barki Asmara, Restu Anggraini, Rani Hatta, lalu Oki Setiana Dewi. Desainer luar negeri juga ada. “Detilnya akan kami infokan pada konferensi pers selanjutnya,” tutur Lisa Fitria selaku Project Director Muffest sekaligus Sekjen IFC.

Nuansa lokal

Ali bertekad, Muffest kali nanti dapat mengeksplor lebih banyak potensi kebudayaan lokal yang disesuaikan dengan perkembangan tren busana muslim musim 2018/2019. Cita-cita akhirnya, pakaian yang dijual di berbagai tempat dijual dengan bahan kain lokal.

Namun demikian, panitia belum menentukan tema acara. “Kami perlu mendalami riset Indonesia Trend Forcasting IFC terlebih dahulu,” kata Lisa. Kira-kira, beberapa bulan lagi hasilnya akan terlihat.

Area lebih besar

©Genmuda.com/2017 TIM.
Pengunjung Muffest lagi asik selfie biar kekinian di medsos. ©Genmuda.com/2017 TIM.

Pengunjung Muffest 2018 bakal dimanjain area yang hampir dua kali lipat lebih besar. Kali tahun 2017 luasnya sekitar 3.414 meter persegi, tahun berikutnya jadi 6.061 meter persegi.

Areanya dibagi tiga seksi yang tersebar di Cendrawasih Hall, Main Lobby Hall, dan pusatnya di Plennary Hall, tempat fashion show utama dilaksanain.

Target pengunjung lebih ramai

Perluasan area itu dilakuin untuk memancing lebih banyak pengunjung. Targetnya, Muffest 2018 dikunjungi sekitar 65 ribu orang sementara data menunjukkan kalo Muffest 2017 dikunjungi 47.153 orang.

Total transaksinya juga diprediksi naik dari 28,3 miliar rupiah tahun 2017 jadi 40 miliar rupiah tahun 2018.

Banyak lomba

Selain itu, panitia juga menyelenggarakan beberapa lomba untuk publik. Misalnya, lomba desain fashion untuk anak muda, lomba beauty make up and hijab do untuk make up artist, dan lomba modeling.

Lisa bilang, pendaftarannya gratis dan bisa dilakukan secara online. Info lengkap tentang lomba tersebut dan hadiahnya bisa kamu liat di medsos Muffest 2018.

Street snap

©Genmuda.com/2017 TIM
Kombinasi hijab yang cocok untuk kegiatan kantoran ala IFC. ©Genmuda.com/2017 TIM.

Panitia Muffest 2018 berkeliaran di jalan dan tempat publik untuk mencari para hijaber yang stylish dan up to date. Siapapun yang terpilih sama dewan juri street snap bertajuk ‘Catch Your Style’ bakal nongol sebagai highlights di medsos Muffest 2018 dan dapet doorprize. Jadi, siapin gaya kamu mulai dari sekarang! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.