Jum'at, 22 Maret 2019
Gaya HidupTeknomotive

Mitos Salah Kaprah dari Motor Matic di Negara Ber-‘Flower’

©Genmuda.com/2016 TIMSkuter Peugeot yang lagi diusahaain laris di pasar Indonesia juga dipamerin di GIIAS 2016. ©Genmuda.com/2016 TIM

Genmuda – Motor matic ibarat primadona di jalan-jalan ibu kota. Kemudahan saat dikendarai jadi alasan utama kenapa motor jenis ini laris di negara ber-flower. Mulai dari anak sekolah, orang kantoran, sampai emak-emak bisa mengoperasikannya selama bisa naik sepeda roda dua.

Sejak awal tahun 2000-an sejumlah pabrikan juga udah melahirkan banyak jenis dan tipe motor matic. Sejumlah pembaharuan pun dilakuin sama banyak pabrikan supaya bisa menciptakan motor yang sesuai sama kebutuhan pasar di Indonesia.

Mulai dari desain yang makin kekinian, cc yang makin gede, hingga penggunaan bahan bakar yang makin irit jadi terobosan yang gak pernah berhenti dikebangin. Terlepas dari itu semua, Kawan Muda tau engga kalo masih banyak mitos soal motor matic yang salah kaprah dan masih dipercayai sama orang-orang di negara +62. Apa aja mitosnya? Nih, simak langsung di bawah ini!

1. Semua motor matic boros

via: giphy

Eits, kalo kamu pakai motor matic keluaran tahun 2000-2010 mungkin masih boros. Sebaliknya motor matic keluaran terbaru udah dijejeli sama teknologi hemat bahan bakar tanpa harus ngorbanin performanya. Itu bisa ditemui sama perbandingan motor bebek bermesin 125cc vs motor matic terbaru yang sama-sama bisa menempuh jarak 45-50 km/liter.

2. Body besar jadi berat?

via: Giphy

Mitos ini berlaku sama tipe-tipe skutik yang sekarang laris di Indonesia seperti Honda PCX atau Yamaha NMAX. Walau body motornya gede tapi faktanya bobot mereka gak lebih berat daripada motor bebek keluaran tahun 2000-an. Karena ketika dikendarai bobotnya bisa lebih ringan karena punya desain aero dinamis.

3. Perawatannya lebih gampang

Jangan salah bro, motor matic justru perlu perawatan lebih banyak dan lebih mahal. Salah satu alasan kenapa bisa mahal ada pada ketersediaan sparepart yang mahal dan belum banyak bengkel kecil yang memiliki alat lengkap.

Sedangkan untuk penggantian part kayak CVT dan roller termasuk bagian yang sulit untuk buat dibongkar pasang, padahal bagian ini termasuk paling sering diganti. Beda dengan motor manual yang cuma perlu men-setting rantai yang kendor dan gak terlalu banyak yang dibongkar pasang.

4. Gak cocok sama ‘sobat missqueen’

via: Tenor

Bukan maksudnya sombong atau ngecengin nih, gengs. Faktanya banyak motor matic keluaran terbaru yang telah dilengkapi sama teknologi injeksi supaya hemat bahan bakar. Namun teknologi ini berbanding lurus karena bahan bakar yang paling dianjurkan adalah yang beroktan 92 untuk menghasilkan pembakaran yang semakin sempurna.

Jadi, kalo kamu pengen pake Premium malah akan bikin motor matic kamu cepet rusak. Sebab, bensin beroktan rendah akan membuat pembakaran pada mesin jadi kurang sempurna. Bahan bakar motor pun bukan irit tapi malah menjadi lebih boros.

5. Motor matic paling anti-maling?

via: giphy

Secanggih-canggihnya motor matic kamu, maling di Indonesia punya banyak cara buat mengondolnya, meski motor kamu udah dipasang alarm sekalipun.

Dilansir dari Detik.com, (22/2), Timsus Polsek Andir, Bandung mengatakan kalo motor matic jadi motor yang paling mudah dimalingin. Bahkan pelaku curanmor bisa mematakan kunci stang dalam hitungan kurang dari satu menit.

“Paling gampang [dimaling] itu matic. Banyak yang mau beli juga,” kata Kapolsek Andir Kompol Dadang Gunawan kepada wartawan.

Jadi kamu termasuk orang yang percaya mitos di atas atau engga? Atau kamu punya mitos soal motor matic lainnya yang gak banyak orang tau? Kasih tau aja di kolom komentar. Keep safety ya!

Comments

comments

Wisnu
An average joe lives in the value of curiosity/orang biasa tukang kepo.