Minggu, 16 Juni 2019

Genmuda – Percaya gak kalo wanita Indonesia itu tangguh? Bayangin aja, mereka bisa ngerjain banyak hal mulai dari ngurus rumah, masak, hingga mengelolah usaha sehingga punya penghasilan sendiri untuk keluarga mereka.

Stereotipe inilah yang dibawa sama program Miss Cimory yang digagas sama Cimory, salah satu merek susu dan yoghurt di Indonesia. Menurut Pak Farell Sutantio, Presiden Direktur PT. Cisarua Mountain Dairy, Miss Cimory adalah bukti nyata dari Cimory buat menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya buat kaum hawa.

©Genmuda.com/2019 Liki
Farell Sutantio, Presiden Direktur PT. Cisarua Mountain Dairy ©Genmuda.com/2019 Liki

“Sejak dimulai dari 1 Juni 2013 sampai sekarang sudah ada 1.200 lebih Miss Cimory di Indonesia. Dengan demikian program ini tidak hanya memberdayakan perempuan tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan dan kita bisa memberikan kontribusi nyata di masyarakat.” kata Pak Farell dalam acara konferensi pers Anniversary & Awarding Miss Cimory 2018, di Jakarta, Kamis (11/4).

Dari acara tersebut seenggaknya ada 100 penghargaan yang diberikan untuk Miss Cimory yang terdiri 11 penghargaan Miss Cimory yang udah kerja selama 3 tahun, 1 penghargaan Miss Cimory yang udah kerja selama 5 tahun, 29 penghargaan Miss Cimory yang udah kerja selama 1 tahun, 52 penghargaan Miss Cimory ideal, 1 penghargaan Miss Cimory yang punya masa kerja terlama, 1 Miss Cimory terbaik, dan 5 karyawan Cimory yang ikut membina Miss Cimory.

Kriteria penilaiannya dinilai dari banyak penilaian, kayak lamanya masa kerja, jumlah penjualan per bulan, hingga peran mereka dalam melahirkan dan menginspirasi Miss Cimory lainnya.

Mengajarkan Perempuan untuk mandiri

©Genmuda.com/2019 Liki
©Genmuda.com/2019 Liki

Program Miss Cimory juga gak melulu mulus-mulus banget gengs. Menurut Hendri Viarta, National Direct Selling Manager Miss Cimory, di dua tahun pertama banyak kendala yang harus dihadapi mulai dari keterbatasan perserta, hingga minimnya Cimory Center sebagai sarana pembekalan untuk calon Miss Cimory.

“Awalnya cuma 5 orang saja, namun sampai sekarang akhirnya bisa sampai 1.200an dalam waktu 6 tahun.” ungkap Pak Hendri.

Alasan utama kenapa seorang ibu yang menjadi target utamanya gak lepas dari peran ibu yang harus menyajikan makanan dan minuman yang kaya akan protein dari produk Cimory itu sendiri. Kedua Pak Hendri meyakini bahwa penyampaian produknya bisa lebih ‘kena’ antara ibu dengan ibu.

“Selain mengenalkan produk, misi kami juga memberikan kesempatan kerja dan memberdayakan wanita Indonesia untuk lebih mandiri. Sebetulnya ibu-ibu Indonesia cuma butuh mentor sehingga bisa menjadi sosok yang mandiri bagi keluarga mereka.” tambahnya.

Untuk proses mentoringnya, Cimory juga melibatkan para anak muda lulusan dari Universitas Terbaik di Indonesia. Mereka ditugaskan buat memberikan pembekalan kepada Miss Cimory mulai dari cara jualan, pemasaran, hingga skema bisnis lainnya.

Apa untungnya?

©Genmuda.com/2019 Liki
©Genmuda.com/2019 Liki

Eits, jangan salah gengs, kalo kamu baca kisah dua ibu mungkin kamu bakalan minder. Yap, di kesempatan yang sama hadir pula dua perwakilan dari Miss Cimory, yaitu Ibu Choiriyah yang menyabet gelar Miss Cimory Terbaik 2018 dan Ibu Darini peraih Miss Cimory Ideal.

“Saya gabung baru hampir 1,5 tahun sejak tahun 2017. Awalnya saya mendapatkan pembinaan selama dua minggu lalu mendapatkan penghasilan sekitar Rp 2 juta per bulan. Setelah dijalani sempat juga mendapatkan omzet bersih hingga 13 juta per bulan.” ungkap Ibu Choiriyah.

Hal serupa juga dirasain sama Ibu Darini yang udah bergabung sejak tahun 2015. Kepada Genmuda.com ia bercerita kalo banyak ‘asam manis’ yang telah dilaluinya sebagai Miss Cimory.

“Dukanya dulu awal-awal saya harus pembekalan di masjid karena di daerah Ciputat waktu itu belum ada Cimory Center, lalu pernah sehari yang laku 1-2 botol, belum lagi kalo musim hujan penjualan relatif turun.” kenang Ibu Darini.

Namun kerja kerasnya kini telah terbayar kontan Kawan Muda, lewat pekerjaannya sebagai Miss Cimory, Ibu Darini sukses membantu perekonomian keluarganya, memiliki sawah 3.000 meter di daerah Ngawi, Jawa Timur, sampe memiliki deposito Rp 100 juta di bank dari penghasilannya sendiri. Mantul kan?!

“Pekerjaannya cocok untuk ibu rumah tangga dan waktunya juga bisa kita sendiri yang atur. Kalo rajin dapetnya juga bisa lebih. Saya pernah dapet (penjualan) 37 juta per bulan, dari situ saya bisa dapet kompensasi sekitar Rp 10-11 juta.” jelas Ibu Darini.

Pak Hendri juga mempertegas kalo jumlah materi yang didapat bukanlah sesuatu yang harus dikejar banget oleh para Miss Cimory, melainkan pengalaman mereka menjadi perempuan mandiri.

“Bukan hanya penghasilan yang didapat, tapi juga wawasan mereka yang lebih terbuka. Dan yang paling penting taraf kehidupan mereka naik level menjadi lebih baik.” harapnya.

Di akhir wawancaranya dengan Genmuda.com, Pak Hendri mengatakan bahwa kesempatan menjadi Miss Cimory buat Kawan Muda sangat terbuka lebar selama ada niat dan kerja keras.

“Langsung aja dateng ke Cimory Center semua akan diberikan. Rajin dan semangat adalah kunci utamanya karena usaha apapun harus ditekuni supaya tidak hanya jadi mimpi kosong.” tutup beliau.

Inget ya, kesempatan ini cuma terbuka buat kamu yang perempuan karena yang cowok-cowok masih belum ada Progam Mister Cimory. Hiya hiya hiya.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.