Minggu, 22 Oktober 2017
StudentSekolah

Miris! Udah Keren Mewakili Indonesia di WSDC, Keempat Anak Muda Ini Malah Dinyinyirin Netizen

via: Kemendikbud(Sumber: Kemendikbud)

Genmuda – Suka gak suka, sesuatu yang baik bisa aja jadi buruk kalo kita gak ngelihat secara objektif. Hal inilah yang terjadi sama anak SMA yang ngewakilin Indonesia dalam ajang debat World Schools Debating Championship (WSDC) di Bali, mulai tanggal 1-11 Agustus 2017. Diikuti sama 50 negara, tema debatnya ngebahas isu toleransi dan beragama.

Keempat anak muda yang ngewakilin Indonesia itu adalah, Nicholas Christianto, Nugrah Gede Satria Aryawangsa, Gracesenia Cahayadinata, dan Stephanie Elizabeth Purwanto. Mereka berhasil lolos tahap seleksi Lomba Debat Bahasa Inggris Tingkat Nasional dan Pembinaan di tahun 2016.

“Persiapannya sangat intensif. Kita juga udah beberapa kali ikut lomba debat, baik tingkat nasional maupun internasional,” ujar Nugrah Gede dalam situs Kemendikbud, usai acara pembukaan WSDC 2017 di Institut Seni Indonesia (ISI), Denpasar, Bali, Rabu (2/8).

via: Kemendikbud
(Sumber: Kemendikbud)

Sayangnya prestasi membanggakan kempatnya malah kurang enak dengan adanya komentar nyinyir netijen (pake ‘j’ kalo jadi jahat) yang mempersoalkan pakaiannya. IYA, kamu gak salah baca, yaitu soal PAKAIANNYA.

Dalam laman Facebook Kemendikbud yang memposting artikel positif itu malah dinyinyirin sejumlah netijen yang menganggap pakaian salah satu peserta dinilai gak merepresentasikan bangsa Indonesia. Salah satu akun bernama Icha’s Zen yang menulis, “baju pelajar pintar indonesia haruskah sampai menampakkan belahan dada..”

Sejumlah komentar gak mutu itu jelas bikin sejumlah netizen lainnya geleng-geleng kepala karena kecewa berat. Salah satunya adalah Rizal Kuddah salah satu founder Surabaya community of debating yang juga mendidik Nico sebelum seleksi ke tahap nasional.

“Di sini saya tegaskan debat dengan sistem Asian atau BP itu adalah salah satu model pembelajaran dalam dunia akademik terlebih lagi dalam pengembangan bahasa Inggris dan kemmpuan berpikir kritis. Di dalam debat sendiri itu sudah ada aturannya jadi gak sembarangan kalau berdebat. Jadi kalau masih ada yang tidak tahu dengan apa itu sistem debat bisa tanya dulu sebelum berkomentar yang tidak cerdas.” tulis Rizal.

“Keempat delegasi itu sudah mengorbangkan semuanya demi membela nama bangsa ini di ajang perlombaan akademik. Jujur saja saya tidak terima dan sakit hati jika kalian hanya menghujat saja tanpa memberikan dukungan terhadap delegasi tim WSDC.” tambah Rizal yang juga seorang dosen di Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Dalam pemberitaan di BBC Indonesia, keempat tim pelajar Indonesia itu juga mengaku sangat kecewa dengan komentar tersebut. Mereka menambahkan bahwa sejatinya di acara lain, —seperti malam kebudayaan, mereka mengenakan kebaya dan batik. Dan amat disayangkan jika banyak dari netijen yang hanya gampang menafsirkan sesuatu berdasarakan satu gambar aja.

Kendati demikian semangat keempat anak muda itu tetep gak kendor, gengs. Karena di balik komentar nyinyir masih ada komentar positif lainnya. Misalnya akun bernama Indra Budi Setiawan yang menulis, “Welcome to Indonesia, budayakan nyinyir sejak dini sampai mati.. Mantap-mantap komennya. Apapun prestasimu, nyinyir yang akan kamu dapatkan..”

Well, Genmuda.com harap semoga aja kasus komentar-komentar gak mutu kayak gitu gak kejadian lagi, minimal berkurang deh. Lagian kalo lo zoom fotonya juga gak keliatan juga belahan dadanya. So, kalo cuma hal itu yang lo permasalahin, bisa jadi pikiran lo aja kali yang ngeres.

via: giphy

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.