Kamis, 15 November 2018

Genmuda – Prancis buktiin superioritas terhadap Belgia pada semifinal Piala Dunia 2018, dini hari 11 Juli. Main menyerang total, Prancis jebol gawang Belgia setelah 45 menit pertama berlalu begitu saja.

Sepanjang pertandingan, suporter di Stadion St Petersburg dan di rumah dibuat tegang. Prancis melepaskan banyak tendangan yang menguji ketangkasan kiper Belgia, Thibault Courtois.

Belgia gak tinggal diam dibombardir Les Bleus. Eden Hazard cs. balik nyerang dengan taktik counter attack yang cepat dan tajam. Malah, tendangan Hazard lah yang pertama kali masuk catatan shot on target dan bikin kiper Prancis Lloris sport jantung.

Bolak-balik, para penyerang kedua tim tukar-menukar tendangan berbahaya macam Hyuga Kojiro adu gengsi sama Tsubatsa Ozora. Namun demikian, semua penyerang dijaga dengan baik oleh lini pertahanan lawan.

Selain itu, baik Courtois atau Lloris melakukan aksi penyelamatan dengan baik. Keduanya sampai terbang-terbangan menepis tendangan kencang. Namun demikian, gol pada menit 51 justru tercipta dari sosok yang gak diduga.

Bukan sosok macam Hyuga atau Tsubatsa, melainkan sosok macam Ishizaki. Dialah Samuel Umtiti, bel Prancis yang mengeksekusi sepak pokok dengan kepala. Dengan lamban tapi pasti, bola melayang masuk gawang melewati titik buta Courtois.

That’s it. Prancis menang 1 angka. Gak mau kalah, Belgia makin ngotot. Dari lapangan kanan Belgia, Dries Mertens ngasih umpan lambung ke tengah kotak penalti Prancis. Di situ ada Fellaini yang siap menyamakan kedudukan juga dengan sundulan.

Namun sayang, sundulan tajam nan kencang itu melebar dari gawang. Gagal sudah Belgia membalas Prancis. Meski kedua tim masih tukar-menukar serangan, pluit panjang memastikan Prancis menang 1-0 atas Belgia.

Dari 19 kali percobaan brilian Prancis mencetak angka, satu-satunya gol malah tercipta kayak gak sengaja, kayak kebetulan aja itu bola mengenai bagian kiri jidat Samuel Umtiti dan melayang ke titik buta Courtois.

Belgia yang tercatat cuma menciptakan 9 percobaan mencetak angka harus terima kenyataan. Biar gak pulang dengan tangan hampa, mereka perlu menang dalam perebutan juara tiga. Lawan mereka nanti adalah tim yang kalah dalam laga Kroasia v Inggris.

Semoga aja Kroasia yang kalah biar Final Piala Dunia 2018 bisa rame antara Prancis dan Inggris, adu gengsi klasik yang berlangsung dari zaman kerajaan di Abad Pertengahan sampai sekarang.

(sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.