Minggu, 22 September 2019

Genmuda – Ngomongin soal warna, biasanya pasti lebih identik sama hal-hal yang indah dan positif. Namun demikian, ternyata ada juga warna yang dianggap jelek dan bahkan dinobatin sebagai warna paling jelek di dunia loh, Kawan Muda.

Menurut sejumlah peneliti, warna bisa nimbulin banyak asosiasi. Sayangnya, dari sekian banyak warna yang ada dan ngehiasin dunia ini, ada satu warna khusus yang punya kemampuan buat “ngeminimalisir daya tarik” dan “ngemaksimalin bahaya yang dirasain”.

Yang lebih gokilnya lagi, warna tersebut secara khusus dianggap oleh para peneliti sebagai warna yang paling jelek di dunia. Saking jeleknya, warna yang satu itu pun dihubungin dengan kesan-kesan yang cenderung negatif, kayak misalnya “kotor”, “tar”, dan bahkan “kematian”.

(Sumber: vrouwen.nl)

Emangnya warna apa sih? Well, warna yang katanya jelek banget itu disebut sebagai Pantone 448 C dan disebut pula sebagai opaque couché. Terlepas dari berbagai asosiasinya yang terbilang buruk, warna tersebut sebenarnya punya sebuah misi yang penting banget.

FYI, para ahli udah milih warna hijau-cokelat itu buat nyegah aksi ngerokok. Di tahun 2012 yang lalu, pemerintah Australia udah ngerekrut agensi riset DfK buat ngepeloporin desain bungkus baru buat semua produk tembakau. Tapi, engga kayak tujuan perusahaan pemasaran yang biasanya, mereka justru harus mencapai hal yang sebaliknya, yaitu setiap bungkus harus terlihat seengga menarik mungkin.

Engga tanggung-tanggung, butuh waktu tiga bulan, tujuh riset, dan lebih dari seribu perokok reguler sampai para peneliti akhirnya bisa nentuin warna yang dianggap paling ofensif. Warna itulah yang kemudian ditampilin di samping grafik peringatan kesehatan yang baru.

(Sumber: BBC)

Menariknya, warna hijau limau, putih, krem, abu-abu tua, dan mustard juga masuk dalam daftar warna-warna yang berpotensi buat bungkus baru rokok itu. Warna cokelat tuan pun berada di urutan kedua, namun undertone warna tersebut masih dianggap terlalu kaya dan terlalu ngegugah selera, mirip kayak asosiasi “berkelas” dari warna kuning langsat medium.

Nah, setelah nemuin warna yang cocok, pemerintah Australia awalnya ngumumin warna tersebut sebagai warna ‘hijau zaitun’. Akan tetapi, setelah Asosiasi Zaitun Australia ngirimin sebuah surat desakan, mereka akhirnya ngubah nama warna tersebut jadi ‘cokelat tua kusam’.

Langkah terobosan pemerintah Australia dan GfK itu pun lalu diikuti oleh pemerintah dari berbagai negara lain. Sebut aja Irlandia, Inggris, dan Prancis, yang baru-baru ini udah ngesahin hukum “kemasan polos” mereka sendiri dengan maket yang nampilin warna yang sama persis. Kira-kira gimana dengan Indonesia ya, Kawan Muda? (sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer